Selasa, 08 Mei 2018

[Seri Maluku] 4. Pantas Saja Bahagia

 [Mini Infografis] 10 Provinsi Paling Bahagia di Indonesia. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan yang membuat Maluku Utara paling bahagia karena dari sisi makna hidup cukup tinggi, mereka lebih dalam soal memaknai hidup. #GoodNewsFromIndonesia #GNFI  -  https://www.instagram.com/p/BfyHkU6hN3y/
Apa indikasi seseorang betah tinggal di suatu tempat? Mungkin ada yang bilang: jika tiap hari bisa boker dengan lancar, jika segala makanan terasa enak dimakan, jika rasanya tak ingin pulang ke rumah dan lebih suka tinggal di sana. Selain tiga hal tersebut, bagiku indeks kebetahan juga berbanding lurus dengan indeks tawa. Jika rasanya bisa tertawa lepas, sampai nangis, sampai tak tahu lagi sebenarnya apa yang membuat tertawa tapi diri ini bisa tertawa sampai tak bisa berhenti tertawa.... Baiklah, artinya aku betah. Betah dengan orang-orangnya, betah dengan tempatnya.

Tadi kutemukan sesuatu yang menarik di linimasa instagram. Salah satu akun favorit mengunggah sebuah mini infografis. Isinya mengenai provinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi di Indonesia. Saat melihat urutannya, rasanya aku mengamininya. Sebulan di Maluku, dua bulan di Berau -- Kalimantan Timur, seminggu saja di Sulawesi Utara, dan hampir seumur hidup dikurangi beberapa tahun di Jogja. Hanya beberapa lama memang, dan tidak cukup ilmiah sebenarnya sebagai pembanding. Tapi ya, itu yang kurasakan. Tingkat bahagianya beda-beda. Oh ya, satu lagi tempat yang cukup membuat betah: Flores. Sayangnya, dia tidak masuk 10 besar pemilik indeks kebahagiaan tertinggi. Mungkin, Flores memang bikin bahagia. Tapi tak tahu bagaimana keadaan di tempat  lain di provinsi itu yang berada di luar Pulau Flores.

Suatu hari, ketika sudah hampir sebulan berada di Maluku, seorang teman mengirimkan pesan. Bertanya kenapa aku belum pulang ke rumah, dan dia merasa status-status yang kuunggah tampak bahagia ketika berada di sana. Padahal bulan-bulan sebelumnya, status di WA atau IG tak lain berisi sesuatu yang teramat galau. Sampai dia bertanya, "Betah di sana? Enggak mau pulang? Di Jakarta enggak betah padahal." Aku menertawakan pertanyaannya. Bukan karena lucu. Sebab itu adalah kalimat sindiran khasnya. Dia adalah seorang teman yang paham bagaimana tingkat ketidakbetahanku ketika berada di suatu tempat. 

Sampai dia bertanya, "Jakarta sama Maluku, kamu pilih mana?" | "Maluku lah," jawabku | "Maluku sama Jogja, pilih mana?" serangnya | "Enggak bisa dua-duanya ya?" tanyaku. (Aku lahir dan besar di Jogja, tidak bisa jika tidak memilihnya. Kudapatkan pelajaran luar biasa banyaknya selama di Jogja. Tidak tahu mau sampai kapan)

Mengapa ya tempat-tempat itu bisa bikin betah? Kadang aku memikirkan kenapa. Ada banyak kemungkinan. Dan menurutku, tak lebih karena tempat-tempat itu bukan tempat dengan suasana yang terlalu ambisius. Selalu ada jeda untuk tidak terlalu memikirkan harta, harta, harta, dan dunia. Walaupun tidak semua tempat di sana seperti itu (kota-kotanya misal), namun banyak tempat kurang lebih menggambarkan kesahajaan, kesederhanaan, ritme yang santai, keramahan, dan kebersamaan.

Tentang tempat-tempat yang menyenangkan itu, akan kuceritakan kemudian...





Related Articles

0 komentar,saran,kritik:

Posting Komentar

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.