Kamis, 04 Januari 2018

Curhat Dikit, Boleh?


 pablo


Lha emang biasanya nggak curhat?

Suatu saat beberapa teman pernah tanya soal blog ini. Menanyakan tentang adsense dan sejenisnya. Bertanya tentang penghasilan tambahan lewat blog dan bagaimana mengelolanya. Saya nyengoh. Sebab jika dilihat-lihat lebih cermat lagi, sungguh blog ini isinya cukup banyak adalah tulisan hasil kegalauan yang tak bisa saya ungkapkan lewat kata-kata. Catatan perjalanan pun bentuknya adalah semacam cerita curhat, ungkapan kesyukuran saya bertemu teman-teman baru yang baik, yang seru, juga kebahagiaan saya pernah menyinggahi tempat-tempat baru yang bakal jadi suatu pengingat kala saya makin tua nanti. Bagi saya menulis juga merupakan suatu ajang terapi emosi yang cukup ampuh. Sangat bisa disimpulkan ketika pada suatu waktu saya sering sekali menulis, itu adalah bagian dari meredakan emosi yang sedang labil-labilnya. Bisa jadi sedang sedih-sedihnya, sedang marah-marahnya, sedang bingung, sedang tak tentu arah, sedang merasa gagal, sedang goyah, atau sedang mutung parah. 

Mungkin terdapat beberapa tulisan afiliasi dalam blog ini. Itu adalah bonus. Jika terdapat beberapa iklan yang terpampang di laman blog ini lalu ada yang khilaf mengekliknya kemudian berlanjut khilaf belanja di e-commerce terkait, itu juga semacam bonus. Saya sangat berterimakasih atas kekhilafannya :)) Tapi lumayan lho, kalo sedang ada campaign bisa dapat diskon banyak.

Sudah cukup lama saya tidak nulis di laman blog ini. Terakhir posting Oktober tahun lalu. Itupun adalah tulisan afiliasi. Beberapa teman yang suka khilaf baca tulisan saya sempat ada yang tanya, "Kok blognya nggak pernah update lagi?" Kadang saya terharu sekaligus malu kalau ada teman yang baca-baca tulisan saya yang sering tak berkonklusi. Apalagi kalau bacanya pake suara keras di hadapan orang-orang. Itu sih saya kesel. Namun saya tetap berterimakasih untuk yang suka khilaf baca tulisan saya. Semoga ada manfaatnya. 

Kemarin pagi, saat sedang konsentrasi menangkis percikan-percikan minyak goreng di atas wajan penggorengan ikan bandeng calon santapan pagi, tiba-tiba Ibuk yang sedang berada di samping saya bertanya, "Kamu masih suka nulis di blog nggak, to?"

Heh? Saya kembali nyengoh. Tumben amat Ibuk tanya begituan. Lalu ketika yang nanya adalah Ibuk, saya tiba-tiba kepikiran. Memang Ibuk kadang-kadang baca blog saya. Ada cerita-cerita yang susah saya ceritakan langsung pada Ibuk, sehingga ketika Ibuk baca tulisan di blog saya, beliau jadi tahu beberapa hal yang tak saya ceritakan langsung lewat kata-kata. Mungkin saja Ibuk sedang khawatir pada saya yang akhir-akhir ini sering bertingkah tak wajar macam orang lagi kebanyakan pikiran tapi jarang cerita macam-macam. 

Siangnya saya buka-buka lagi blog ini. Saya baca-baca lagi tulisan saya dari awal sampai akhir, tulisan dari tahun 2008 ketika masih SMA sampai sekarang sudah menuju kepala 3 dan masih begini-begini aja. Semuanya! tanpa terkecuali. Oh, tampaknya Marul kurang kerjaan banget ya? Bukannya ngerjain tesis yang sudah hampir habis masa limitnya, eh malah ngeblog :')

Usai semua tulisan terbaca dengan baik, saya hapus beberapa tulisan yang saya rasa tak perlu diabadikan. Saya cukup takjub saat menyadari bahwa ternyata masing-masing emosi menghasilkan rasa tulisan berbeda-beda selama kurun waktu sepuluh terakhir ini. Beda jenis emosi, beda luaran tulisan yang dihasilkan. Tulisan saya yang paling ngena di hati, adalah tulisan ketika saya sedang sedih kebangetan. Sementara tulisan yang terasa ngeselin, adalah tulisan ketika saya sedang marah. 

Hal lain yang membuat saya cukup takjub dan membuat saya menasbihkan diri untuk terus menulis sampai nanti, insya Allah sampai mati, adalah betapa kumpulan tulisan saya yang terangkum dalam blog ini mampu menggambarkan perubahan diri saya dari waktu ke waktu. Betapa kumpulan tulisan saya dalam blog ini di masa lalu, mampu menjadi bahan pertimbangan saya untuk mengambil beberapa keputusan di masa berikutnya. Minimal, tulisan-tulisan yang terpampang nyata di laman blog ini bermanfaat untuk diri saya sendiri. Jadi jika tak ada orang lain yang membaca, menyukai, membagikan, atau berkomentar, itu bukanlah suatu bentuk kerugian. Namun, jika ada orang lain yang membacanya lalu merasakan manfaatnya, sungguh itu namanya bonus. Semoga bonusnya adalah sebentuk amal jariyah yang tetap bisa diambil ketika kehidupan kedua kelak telah dicipta.

Aamiin!

Oh iya, sebelum mengakhiri tulisan. Izinkan saya beriklan. Lagi ada banyak diskon menarik di Bilna. Kali aja ada yang lagi cari kado nikah atau cari kado buat adek-adek bayi. Di sana barangnya bagus-bagus :))




Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.