Kamis, 09 Februari 2017

#2 Belajar Shalat Lagi: Sebuah Senjata


Ini adalah tulisan Part #2 setelah Belajar Shalat Lagi Part #1

Tahu apa benda yang pertama kali diciptakan oleh Allah? Pena. Ya, pena. Allah telah menuliskan segala sesuatu yang terjadi di bawah kekuasaannya, menetapkan takdir, menetapkan kejadian-kejadian, menentukan segala-galanya sampai selesai. Begitu pena diangkat, maka saat itulah segalanya dimulai. Keren ya. Kita bisa lihat di sini Allah itu Maha Perencana, Penulis, dan Sutradara paling sempurna, paling detail, paling rapi, paling tepat waktu. Terciptalah sebuah kitab blue print kehidupan, namanya Lauhul Mahfuz. Di situ sudah tertulis segala sesuatu dari awal penciptaan sampai nanti entah kapan segalanya berakhir. Dan yang pasti, pada akhir cerita, semuanya akan kembali pada penciptanya. Kembali pulang kepada Allah.

Pada suatu ketika, Allah menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Saat penciptaannya, ada satu makhluk yang memandang sebelah mata pada manusia, dia adalah Iblis. Iblis adalah ahli ibadah yang ibadahnya sangat sempurna dan tak ada makhluk lain bisa mengalahkan ibadahnya. Namun, saat Allah meminta Iblis untuk menghormat pada manusia, dia tidak mau. Ada rasa tinggi hati, riya’, dan ujub yang membuatnya merasa dia lebih baik dari manusia dan lebih pantas diangkat sebagai pemimpin. Maka, Tuhannya tidak ridha kepadanya dan melaknatnya menjadi penghuni neraka. Satu pinta iblis ketika itu pada Allah, dia minta waktu penempatannya di neraka ditangguhkan dan berjanji untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi temannya di neraka.

Maka, salah satu tugas kita dan tantangan kita agar bisa pulang dengan selamat adalah berperang melawan shaytan. Dan salah satu senjata perang itu adalah shalat.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.