Sabtu, 28 Oktober 2017

Jangan Lewatkan Pemandangan Indah Matahari Terbit dari 5 Tempat Terbaik Ini!


via. backpackerlee.wordpress.com

Matahari terbit mungkin jadi biasa saja saat kita hanya melihatnya dari depan rumah. Bisa jadi lumayan cantik, jika kita berdiri di balkon kamar. Tapi yang paling indah dari semua itu, matahari terbit yang dilihat dari puncak gunung, atau tempat-tempat tinggi lainnya yang masih dekat atau bahkan menyatu dengan alam.

Indonesia punya banyak sekali tempat-tempat seru untuk menikmati matahari terbit. Tak jarang, orang-orang rela menempuh perjalanan jauh, hanya untuk bisa sampai ke tempat tersebut. Ada lima tempat terbaik untuk menikmati indahnya matahari terbit di Indonesia. Bersiaplah membeli tiket Air Asia promo untuk tujuan berikut ini:

Candi Borobudur
via. nationalgeographic.co.id

Bangunan yang berdiri di Magelang, Jawa Tengah ini merupakan landmark Indonesia yang super populer. Tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, turis luar negeri pun menjadikan Borobudur sebagai tujuan utama mereka datang ke negara kita tercinta ini. Masuk dalam tujuh keajaiban dunia, tempat ini memang layak didatangi.

Yap! Borobudur termasuk salah satu dari lima tempat terbaik yang kami rekomendasikan untuk kamu menikmati matahari terbit. Tak hanya itu saja, dari tempat ini, kamu juga bakal disuguhi pemandangan indahnya Pegunungan Merbabu dengan hutannya yang hijau lebat. Kamu wajib mengabadikan momen matahari terbit di sini, dengan kameramu.

Gunung Bromo

via. wisata-kita.com

Masih juga di Pulau Jawa, menuju ke arah timur, kamu bisa juga menikmati matahari terbit yang super indah dari kawasan Gunung Bromo. Ada beberapa spot yang bisa kamu pilih untuk misi mencari sunrise kamu kali ini. Yang paling banyak dikunjungi, spot terbaik, ada di Pananjakan. Tapi Bukit Kingkong pun tak kalah menakjubkan kok.

Setelah puas menunggu matahari, dan menyapu habis pemandangan dari atas dengan kameramu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke lautan pasir, menuju kawah Gunung Bromo. Atau jika kamu terlalu rela untuk membuang bagian ini, setidaknya pastikan saja kamu sudah mengabadikan sekelilingnya, termasuk pura, hingga padang rumputnya.

Danau Toba
via. flickr.com/ssyukaery

Perjalanan keluar dari Pulau Jawa dengan tiket Air Asia promo yang sudah kamu beli tadi, akan dimulai dari ujung barat. Sumatera punya Danau Toba yang juga menjanjikan sunrise super indah yang pernah ada di Indonesia. Sama seperti kawasan di sekitar Gunung Bromo, tempat ini juga memberi banyak pilihan spot untuk menanti matahari.

Perpaduan warna emas yang terpantul di atas air Danau Toba, dengan hijaunya bukit-bukit, awan berarak, dan Gunung Sinabung yang berdiri gagah, bisa kamu nikmati dari Menara Pandang, Tele dan One Tree Hill, Merek. Tak akan kecewa jika kamu jauh-jauh terbang ke Sumatera dan memilih Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisatamu.

Gunung Agung
via. legalnomads.com
Agak ke tengah, Indonesia punya gunung dengan puncak tertinggi di Bali, sekitar 3142 meter di atas permukaan laut. Terbang ke Pulau Dewata berbekal tiket pesawat Air Asia promo, kamu bisa berkunjung ke Gunung Agung Karangasem Bali ini. Siapa yang tak tahu, gunung berapi yang masih aktif ini sering jadi bahan berita di berbagai media.

Yap! Gunung yang satu ini juga termasuk salah satu dari lima tempat terbaik untuk menanti dan menyaksikan proses terbitnya matahari. Kamu juga bisa melihat sinar pertama matahari yang muncul itu menyentuh Patung Suci Hindu yang berdiri kokoh di puncak. Tempat ini dipercaya umat Hindu sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Danau Kelimutu
via. photographyinspired.com

Beranjak ke Nusa Tenggara Timur, ini adalah poin terakhir dalam daftar tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Indonesia. Danau tiga warna ini juga sangat tenar sebagai salah satu tempat wisata, dan banyak dikunjungi orang-orang dari dalam maupun luar negeri. Danau Kelimutu memang terkenal dengan keindahan pemandangannya.

Tawaran paling menarik dari danau yang terletak di daratan tinggi ini, tentu saja matahari terbit. Di momen itu, Danau Kelimutu seperti berubah menjadi mangkuk biru. Menyaksikan proses perubahan warna langit di sekitaran danau ini tentu saja sangat menakjubkan. Jangan sampai kamu lupa untuk mengabadikan dalam gambar ataupun video ya!

Well, itu tadi lima tempat paling direkomendasikan jika kamu ingin melihat matahari terbit dengan view paling indah di Indonesia. Kabarkan ini pada kerabat dan sahabat, agar mereka juga tak melewatkan untuk merencanakan liburan terdekat ke tempat-tempat tersebut. Hati yang cerah bersama terbitnya matahari, bakal bawa bahagia seharian loh!

Kamis, 16 Maret 2017

#4 Belajar Shalat Lagi: Belajar Membaca

Pict Source: Ermina.com
Dalam postingan sebelumnya, saya sering menyinggung-nyinggung masalah membaca satu kitab yang telah disempurnakan di muka bumi oleh Penciptanya sendiri. The most wonderful book ever: Al-Qur’an Al Karim.


Kenapa sih obsesi bener sama buku yang satu itu? Biasa aja keles.

Dulu, saya pernah punya opini semacam ini sebelum saya merasakan sendiri betapa satu buku itu mampu membawa banyak sekali perubahan pada diri saya. Jadi ketika sekarang saya menemukan ada orang yang punya argumentasi sama seperti saya dahulu, I’ll never judge too far. Biarkan dia membuktikannya sendiri. Setiap orang punya jalur perjalanannya masing-masing. Perjalanan bersama Al-Qur’an adalah salah satunya. Maka biarkan masing-masing orang menikmati perjalanannya

Trus apa hubungannya Al-Qur’an sama shalat?

Okay. Dulunya saya pernah menganggap bahwa ibadah shalat dan ibadah membaca atau mempelajari Al-Qur’an adalah dua hal yang terpisah walaupun ada sedikit kaitan antara keduanya. Kaitan itu berupa bacaan  Al-Qur’an yang dibaca ketika shalat berupa bacaan Al-Fatihah dan surat-surat lain yang ada dalam Al-Qur’an. Bukan kaitan yang terlalu kuat, hanya sebatas sebagai pelengkap shalat. Ya, suatu waktu di masa lalu, itulah yang ada dalam pikiran saya. Fakir ilmu yang sering sok tahu atas banyak hal dalam hidup.

Lagi-lagi saya salah. Emang ya, saya kebanyakan salah. Maafkeun.

Shalat itu adalah aktivitas dzikir tertinggi yang dilakukan oleh umat manusia untuk menghadap langsung kepada Tuhannya. Berbicara langsung kepada Tuhannya tanpa perantara. Dan bacaan dzikir tertinggi itu adalah ayat-ayat Al-Quran. Jika keduanya dikolaborasikan, bisa bayangkan seberapa besar pengaruhnya terhadap hidup kita? Energi positif yang dihasilkan akan menjadi lebih besar. Apalagi, jika kita benar-benar paham apa yang kita baca. Kita paham arti ayat yang kita baca. Kita paham apa yang sedang kita minta lewat ayat-ayat itu. Kita paham apa yang sedang kita bicarakan kepada Tuhan. Kita paham apa yang sebenarnya kita curhatkan pada pimpinan tertinggi kita. Bisa bayangkan seberapa besar efeknya?

Maka jika shalat kita memang benar-benar benar, dia benar-benar punya efek magis buat hidup kita. Dia bisa jadi tameng terkuat untuk menghadapi para musuh. Dia bisa jadi amunisi kita untuk lebih bersabar menghadapi aneka permainan yang melelahkan di depan kita. Kita bisa lebih mudah menanggapi sendagurauan yang lebih sering menyakitkan hati kita ketimbang menyenangkan hati kita.

Jadi apa yang seharuskan sama-sama kita usahakan ketika benar-benar ingin memperbaiki shalat? Pelajari Al-Qur’an. Baca setiap hari, pahami artinya. Baca dengan tartil, resapkan sampai ke hati. Hafalkan ayat-ayatnya meski hanya sedikit demi sedikit. Jangan terlalu terobsesi menghafalkan dengan cepat. Rasakan. Resapi. Pahami. Menangislah.
Rasulullah menerima Al-Qur’an berangsur-angsur selama 23 tahun. Maka pakailah seumur hidup kita untuk mempelajarinya. Karena seumur hidup pun kita berusaha mempelajari dan mengamalkannya, kita tidak akan pernah selesai.

Kita tidak akan pernah sempurna. Shalat kita, akhlak kita, ibadah-ibadah kita yang lain. Tak akan sempurna. Bukankah sudah dijamin bahwa manusia paling sempurna yang memiliki akhlak paling sempurna adalah Rasulullah Muhammad SAW? Tapi itu bukan alasan buat kita untuk berhenti memperbaiki diri. Dan salah satu cara kita memperbaiki diri adalah lewat shalat. Dan rangkaian memperbaiki shalat itu nggak sedikit. Kita perlu memperbaiki iman, memperbaiki bacaan Qur’an, memperbaiki wudhu, memperbaiki ilmu fikih, dan lainnya.


Kita yang memutuskan untuk berhenti belajar adalah orang sombong. Dan kesombongan tak akan pernah mengantarkan kita kepada kebaikan. Kita yang merasa sudah menjadi orang baik, pada dasarnya adalah tidak baik. Suatu ketika kita pasti salah. Setiap hari kita salah. Dan sangat salah jika kita memutuskan untuk tidak pernah meminta maaf pada Allah atas kesalahan kita setiap hari. Sangat salah jika akhirnya kita memutuskan untuk tidak pernah memperbaiki kesalahan kita. Bagaimana cara awal kita meminta maaf dan memperbaiki kesalahan kita? Lewat shalat. Ya, sehari kita diberi waktu untuk memperbaiki diri kita, minimal 5 kali. Benarkah tidak mau memanfaatkan momen emas itu?

Shalatlah. Curhatlah pada Pencipta kita lewat shalat. Dan bersabarlah. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.

-s-e-l-e-s-a-i-

Tulisan ini adalah pengingat untuk diri saya sendiri. Semoga juga bermanfaat untuk para pembaca

Selasa, 21 Februari 2017

#3 Belajar Shalat Lagi: Tentang Iman

pict source: cdn.quotesgram.com

Memahami ajaran ini, harus diawali dengan iman. iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab Allah, iman kepada nabi dan rasul Allah, iman kepada hari kiamat, serta iman kepada qada’ dan qadar. Urutan rukun iman ini adalah urutan yang benar-benar sistematis jika diperhatikan. Dimulai dari percaya sebenar-benarnya bahwa ada satu  Zat yang paling awal yang menciptakan seluruh semesta alam ini. Maka saya baru paham, ketika seorang teman saya kala itu menyarankan saya agar belajar tauhid terlebih dahulu untuk menguatkan iman di dalam diri saya yang masih lemah. Tauhid adalah dasar keimanan. Maka tidak heran lagi jika dosa yang mengiringinya, yaitu syirik, disebut-sebut sebagai dosa besar yang pertama.

Kepada segala macam ciptaannya, Allah menciptakan pasukan malaikat yang ditugaskan untuk mengurus dan menjaga masing-masing ciptaan-Nya. Ada malaikat penjaga gunung, ada malaikat penjaga lautan, ada yang bertugas mengurus langit dan menurunkan hujan, ada yang membagi-bagi rezeki kepada hamba-hamba-Nya, ada yang bertugas menjadi pengintai perbuatan baik buruk hamba-hamba-Nya, ada yang bertugas menjaga setiap jiwa yang terlahir di muka bumi, ada yang bertugas menghalangi bisikan-bisikan syaitan, ada yang bertugas membagikan rahmat-Nya, ada yang bertugas memanggil pulang setiap jiwa. Banyak sekali. Bahkan pada satu makhluk, tidak hanya satu malaikat yang mengurusinya. Manusia misalnya. Ada berapa malaikat yang mengurusinya setiap hari? Banyak! Malaikat pencatat amal baik, malaikat pencatat amal buruk, malaikat penjaga di depan, dan malaikat penjaga di belakang yang dalam sehari selalu berganti shift pagi dan malam. Belum lagi malaikat yang mengurusi rezekinya, malaikat rahmat, malaikat yang membisikkan hal-hal baik untuknya, malaikat maut yang selalu datang kepadanya 40 kali dalam sehari, dan lainnya. Laa illa ha illallahuwallahu akbar!

Setiap malaikat memiliki tugas spesifik masing-masing. Betapa Allah itu Manajer Yang Maha Hebat. Dia membagi-bagi semua tugas, mengawasi pekerjaan para malaikat-Nya, menerima laporan dan aduan dari para malaikat, selalu siap ditanya apa saja oleh para malaikat, dan mengurus semua makhluk-Nya tanpa ada luput sedikitpun. Maha Sempurna.

Lanjut pada iman kepada kitab Allah. Kitab Allah yang diturunkan ke bumi, yang diperantarakan oleh malaikat untuk utusan-utusannya di kalangan jin dan manusia, adalah sebagian dari ilmu Allah yang dengan baik hati dibagikan untuk para hamba-Nya. Di luar itu, masih banyak lagi ilmu Allah yang tak akan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia. Semua kitab yang dibawa oleh para Nabi, semuanya, tak terkecuali, berasal dari Allah SWT. Maka ajaran ini juga mempercayai isi asli dari Taurat, Injil, Zabur, dan kitab lainnya yang pernah turun ke muka bumi.

Kitab Besar yang tercipta pertama kali adalah Lauhul Mahfuz, sebuah kitab yang kalau saya boleh bilang, adalah kitab rancangan atas segala kehidupan yang diciptakan-Nya. Takdir seluruh alam semesta ada di situ. Segala konektivitas rumit antar makhluknya telah secara detail tertulis di situ. Sementara, kitab-kitab yang turun ke bumi hanya berisi sebagian kecil dari Kitab Besar yang telah Allah cipta.

 Ketika Dia sudah membagi ilmunya lewat kitab-kitab-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah mempelajari, memahami isinya, kemudian berusaha mengamalkannya. Maka itulah salah satu alasan mengapa nabi diutus. Untuk menyampaikan risalah. Ketika malaikat menjadi perantara antara Allah dengan nabinya, maka para nabi diminta meneruskannya firman-firman dari Allah kepada manusia lainnya. Nabi memperjelas isi kitab dengan perkataannya agar umat manusia mampu memahami apa maksud di balik ayat demi ayat dalam kitab yang telah turun.

Setiap ciptaan Allah, pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Maka, pada setiap kumpulan manusia, Allah pasti mengirimkan manusia yang diutus sebagai Nabi atau Rasul. Dia tak ingin manusia kehilangan arah untuk pulang kembali kepada-Nya. Maka Dia menjadikan di antara manusia-manusia itu satu atau beberapa Nabi untuk mengingatkan para manusia menuju arah pulang yang benar.  Ingat, sejak awal penciptaan manusia, musuh utamanya, yaitu iblis atau shaytan tak pernah berhenti membuat manusia menjadi temannya kelak di neraka. Mereka tak pernah berhenti berusaha. Tak pernah. Sehingga, tak heran jika pada akhirnya banyak manusia teralihkan menuju jalan pulang yang salah, yang pada akhirnya tidak akan mempertemukannya pada Penciptanya. Sehingga, para manusia butuh diingatkan. Maka Allah pasti mengangkat satu manusia pada suatu kaum untuk menjadi pengingat jalan pulang mereka. Allah tidak akan memusnahkan suatu kaum, sampai ada nabi yang pernah diutus kepada mereka.

Setiap nabi, pada umumnya menjelaskan kitab-kitab yang telah disampaikan kepadanya. Biasanya, kitab ini dikhususkan untuk kaum yang didakwahinya kala itu. Hingga akhirnya, ketika sudah dekat dengan akhir zaman, Allah mengutus nabi yang ajarannya tidak hanya ditujukan untuk kaumnya dimana dia tinggal selama hidupnya. Lebih dari itu, ajarannya juga ditujukan untuk seluruh manusia di seluruh dunia, yang akan datang setelah kematiannya. Dan istimewanya, dia Rasulullah Muhammad SAW dibekali dengan satu kitab yang akan dijaga sampai akhir zaman oleh Allah sendiri. Kitab ini berasal dari Allah, diturunkan kepada Muhammad SAW, lewat perantara Malaikatnya, Malaikat Jibril. Dan isi kitab ini, merupakan ringkasan kitab terdahulu. Berisi kisah-kisah di masa lalu sebagai pengingat atas segala yang telah terjadi. Juga berisi ilmu pengetahuan yang tak akan habis untuk dipelajari bahkan sampai seumur hidup kita. Kitab ini menyempurnakan kitab-kitab terdahulu, dan merupakan kitab paling sempurna yang pernah ada di muka bumi. Dan karena terbit terakhir, maka kitab ini sangat banyak menjelaskan tentang hari akhir, yang akan dihadapi oleh manusia akhir zaman, dan menjadi pentunjuk untuk para manusia akhir zaman ini bagaimana cara terbaik menghadapi akhir hidupnya masing-masing (kematian) maupun akhir zaman yang sebenar-benarnya akhir zaman (kiamat besar).

Urutan iman terakhir adalah iman kepada Qada’ dan Qadar. Bagi saya pribadi, ini adalah sebentuk iman yang paling sulit untuk diimani. Mengapa? Dibutuhkan keikhlasan tingkat tinggi untuk benar-benar bisa mengimaninya. Mempercayai bahwa segala yang terjadi adalah sudah ketetapan Allah. Mengapa Allah menciptakan ini dan itu? Mengapa Allah menimpakan ini dan itu? Mengapa Allah begini? Mengapa Allah begitu? Siapa dari kita yang tak pernah menanyakan itu dan tidak pernah terbersit prasangka tak baik pada Tuhannya? Dia yang bisa menekan dirinya untuk tidak pernah berprasangka buruk pada Tuhannya, adalah hamba yang benar-benar mukhlas. Ikhlas tingkat tinggi dalam hidup. Mempercayai sepenuh hati, ikhlas seikhlas-ikhlasnya, bahwa apapun yang telah menimpanya adalah ketetapan dari Tuhannya. Entah itu ringan ataupun berat. Entah itu menyenangkan maupun menyedihkan.

Memperbaiki shalat, benar-benar tak bisa lepas dari memperbaiki iman. Shalat adalah bukti iman yang dilakukan setelah syahadat. Dan jika kita saja tak pernah paham apa itu iman, bagaimana kita bisa membuktikannya?

Lalu bagaimana langkah awal memperbaiki iman?

Kata pertama yang turun kepada Rasulallah Muhammad SAW dari Allah Azza Wa Jalla lewat Malaikat Jibril: Bacalah!
Baca dan pelajari kitab yang telah diturunkan-Nya. Pelajari tentang tauhid, pelajari tentang makhluk-makhluk ciptaan-Nya, baca kisah-kisah para nabi terdahulu, pelajari tentang kiamat, dan belajar untuk terus melatih ikhlas. Setelah membaca dan kita menemukan satu titik tertentu, maka kita tak akan pernah mau berhenti membaca dan selalu ingin belajar dan terus belajar tanpa berhenti. Sampai nanti. Sampai mati. Dan lakukan itu semua sekarang. Tanpa tunggu nanti-nanti.

Rasakanlah sesuatu yang terjadi pada shalatmu setelah itu.

Bacalah. Belajarlah.

--------------------------------------------------
Maaf untuk postingan yang cukup panjang.

Kamis, 09 Februari 2017

#2 Belajar Shalat Lagi: Sebuah Senjata


Ini adalah tulisan Part #2 setelah Belajar Shalat Lagi Part #1

Tahu apa benda yang pertama kali diciptakan oleh Allah? Pena. Ya, pena. Allah telah menuliskan segala sesuatu yang terjadi di bawah kekuasaannya, menetapkan takdir, menetapkan kejadian-kejadian, menentukan segala-galanya sampai selesai. Begitu pena diangkat, maka saat itulah segalanya dimulai. Keren ya. Kita bisa lihat di sini Allah itu Maha Perencana, Penulis, dan Sutradara paling sempurna, paling detail, paling rapi, paling tepat waktu. Terciptalah sebuah kitab blue print kehidupan, namanya Lauhul Mahfuz. Di situ sudah tertulis segala sesuatu dari awal penciptaan sampai nanti entah kapan segalanya berakhir. Dan yang pasti, pada akhir cerita, semuanya akan kembali pada penciptanya. Kembali pulang kepada Allah.

Pada suatu ketika, Allah menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Saat penciptaannya, ada satu makhluk yang memandang sebelah mata pada manusia, dia adalah Iblis. Iblis adalah ahli ibadah yang ibadahnya sangat sempurna dan tak ada makhluk lain bisa mengalahkan ibadahnya. Namun, saat Allah meminta Iblis untuk menghormat pada manusia, dia tidak mau. Ada rasa tinggi hati, riya’, dan ujub yang membuatnya merasa dia lebih baik dari manusia dan lebih pantas diangkat sebagai pemimpin. Maka, Tuhannya tidak ridha kepadanya dan melaknatnya menjadi penghuni neraka. Satu pinta iblis ketika itu pada Allah, dia minta waktu penempatannya di neraka ditangguhkan dan berjanji untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi temannya di neraka.

Maka, salah satu tugas kita dan tantangan kita agar bisa pulang dengan selamat adalah berperang melawan shaytan. Dan salah satu senjata perang itu adalah shalat.

#1 Belajar Shalat Lagi: Permulaan


Apa yang akan saya tulis, bisa jadi salah, bisa jadi benar. Maka, sebelum Anda yang budiman memutuskan membaca tulisan berseri saya ini, koreksilah jika salah. Dan jika benar, itu datangnya hanya dari Allah Yang Maha Tahu.

“Jika baik shalatnya, baik pula akhlaknya. Jika sudah rajin shalat, tapi akhlaknya masih nggak baik, bisa dipastikan shalatnya belum baik, shalatnya masih rusak”. Saya sering mendengar kata-kata ini. Awalnya saya pernah mikir, apa hubungannya akhlak sama shalat? Awalnya, saya beneran nggak paham. Lalu jawaban itu satu per satu datang kepada saya, yang Insyaa Allah akan saya jabarkan sedikit pada tulisan berseri saya tentang Belajar Shalat Lagi Part #1, #2, #3, dan #4.

Amalan yang pertama kali dihisab ketika hari hisab menghisab adalah shalat. Rukun islam setelah syahadat adalah shalat. Yang saya pahami ketika saya masih kecil sampai usia seperempat abad adalah: shalat itu wajib, shalat itu harus dilakukan karena ini adalah rukun islam dan merupakan amalan yang pertama kali dihisab. Kalau nggak mengerjakan shalat maka dosa dan konsekuensinya masuk neraka. Oh iya, ditambah lagi, gerakan shalat bagus buat kesehatan.

Di usia saya yang kala itu sudah 25 dan pemahaman saya hanya sebatas itu. Helloooo saya ngapain aja selama ini??? Maka saya memutuskan untuk belajar lebih baik lagi dalam memahami shalat.

Sebelum bisa memahami shalat dengan baik dan benar, ada banyak hal yang harus dipahami, beberapa di antaranya adalah tentang iman, termasuk di dalamnya adalah Al-Qur’an. Sedikit menyitir perkataan Nouman Ali Khan: bahwa Qur’an mampu melindungi kita dari shaytan dan mampu memperbaiki shalat kita.

“We have to recite Qur’an & reflect it regularly, to get protection againts syaithon. It doesn’t matter who you are. The size or colour of your hijab doesn’t matter. The size of your beard doesn’t matter. Your age doesn’t matter. Shaytan will come to you.”


“The actual relationship I have with The Qur’an isn’t when I’m listening lecturer, isn’t when I’m memorizing it. You know when the actual relationship with Qur’an happen? When I’m standing in shalat & reciting it. If somebody shalat is good, The Qur’an is good. If somebody not enganging with The Qur’an in their shalat, their relationship with Qur’an is entirely artificial.”


“Real Qur’an happen in shalat. Everything I learn, Everything you learn about this book, whether it is tajweed, languange, tafseer, or memorizing all of those, do it for your shalat: ‘I will have better shalat!’ Because shalat is officially when we’re stop talking to everybody and we start talking to Allah with the words that Allah told us.” (Nouman Ali Khan)

Meskipun menurut saya, saya sudah cukup terlambat karena telah menyia-nyiakan usia saya dari akil baligh sampai semperempat abad dengan berbagai kebodohan, kesesatan, dan ketidaktahuan yang melekat, saya tetap bersyukur pada akhirnya diberikan pemahaman di atas jalan ini. Maka saya menuliskannya di blog ini. Kali aja, ada yang pernah merasa sebodoh dan setersesat saya, dan lewat tulisan ini, atas izin Allah bisa memahamkan walaupun sedikit. Aamiin.
@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.