Kamis, 01 Desember 2016

Three Little Secret



Hai ladies, sehat kan? Akhir-akhir ini cuaca sering nggak bersahabat ya. Panas hujan lumayan ekstrem silih berganti hadir di Yogyakarta dan sekitarnya. No worry, disyukuri saja bisa merasakan sentuhan sinar mentari dan tetes-tetes air langit dalam satu hari yang sama. Nggak semua negara bisa merasakan hangatnya sinar mentari seperti di daerah ekuator tercinta ini lho. Bersyukur bisa tinggal di negara yang siang malamnya bisa seimbang, nggak berat sebelah.

Cuaca yang kadang nggak bersahabat ditambah polusi udara daerah perkotaan, kadang memiliki efek yang nggak baik buat tubuh, terutama buat kulit. Tidak hanya kulit, buat yang berhijab masalah rambut sering bikin jengkel dan bikin bete.  Kali ini saya ingin sedikit berbagi tips sehat agar kita, para wanita, tidak terlalu jengkel dan bete atas karunia dari Allah berupa kulit (terutama kulit wajah) dan rambut.

I called it: Three Little Secret. Tiga rahasia kecil yang saya punyai dan selalu ada dalam keseharian saya. Setelah dahulu kala pernah berbagi tentang baking soda di sini:


Sekarang, ada tiga hal kecil lainnya yang biidznillah, bisa bikin tampilan fisik luar saya terlihat fresh dan sehat. Bukan hal yang berhubungan dengan salon menyalon tentunya. Maklum nyak, mahasiswa semester akhir mah kudu hemat. Kudu bisa memanfaatkan apa yang ada dengan maksimal. Padahal kadang tergoda juga lihat produk kosmetik yang bening-bening di perfectbeauty.id

Jadi apa dong?

Mereka adalah: Minyak Zaitun, Kefir, dan Jeruk Nipis
 
Three Little Secret: Kefir, Minyak Zaitun, dan Jeruk Nipis

1. Minyak Zaitun

Wattiini wazzaituun. Demi (buah) tin dan (buah) zaitun
Rahasia minyak zaitun (source: minyakzaitun.or)

Sudah rahasia umum tentunya, bahwa salah satu nama tanaman yang disebut di dalam Al-Qur’an ini memiliki banyak sekali manfaat. Manfaat untuk kesehatan, juga kecantikan. Saya mengenal zaitun belum terlalu lama juga. Pertama kali saya beli sekitar awal tahun ini. Waktu itu sedang ada pameran di masjid kampus. Di sebuah gerai yang menjual berbagai macam obat herbal, saya berhenti. Awalnya kepengen beli madu. Tapi pandangan saya waktu itu tertumbuk pada sebuah botol kecil seharga 40ribuan, sebotol minyak zaitun seperti pada gambar paling atas. Merknya Zaituni. Sebenarnya zaitun berbagai merk bisa dicari dengan mudah di mana saja sih. Di apotek, di swalayan, di toko obat herbal juga banyak.

Botol isi 200 ml itu isinya awet banget. Sampai sekarang pun belum habis. Mungkin karena saya pakainya hanya terbatas dan tidak saya minum. Kalau diminum sih, sebelum sebulan juga sudah habis. Minyak zaitun saya aplikasikan sebagai pelembab wajah, kadang juga buat rambut. Dulu, saya kadang pakai pelembab merk kosmetik *****h. Tapi ternyata malah menimbulkan flek-flek hitam dan gatal-gatal di muka. Setelah diganti dengan minyak zaitun, alhamdulillah saya merasa kulit wajah saya menjadi lebih sehat dan cerah dibandingkan dahulu kala saat masih seperti itu.

Kadang juga, minyak zaitun ini saya aplikasikan buat kulit rambut untuk mengurangi rontok. Baunya memang agak kurang enak sih, tapi efeknya luar biasa kok. Boleh dibuktikan sendiri.


2. Kefir

Kefir (souce: DrJokers.com)

Saya sebenarnya lebih familiar dengan yoghurt ketimbang kefir. Produk yoghurt dengan jargon khasnya “cintai ususmu” lebih sering mampir ke perut saya dari pada produk berupa kefir. Saya pikir, yoghurt dan kefir itu sama saja. Ternyata beda...

Bedanya apa?
Bedanya ada pada jumlah mikroba yang digunakan. Jika yoghurt hanya memakai beberapa jenis mikroba, kefir menggunakan sekitar 60 mikroba. Maka kefir sering disebut sebagai Yoghurt super karena jumlah mikroba yang digunakan dan memiliki khasiat lebih baik daripada yoghurt.

Saya pertama kali mencicip kefir ketika berkunjung ke Bumi Langit, Imogiri dua tahun lalu. Rasanya asaaam. Tapi saya menyukainya. Apalagi begitu tahu manfaat di balik si putih kental ini. Saya jadi jatuh cinta sama kefir. Setelah sebelumnya tahunya hanya untuk diminum, awal tahun ini saya bertemu dengan kefir dalam bentuk lain di Pasar Sehat Sagan. Kefir yang dikemas sebagai masker.

Awal mula mengaplikasikan masker kefir pada wajah, rasanya cekit-cekit. Ternyata, itu adalah efek detoks. Pembersihan dari sisa-sisa kosmetik yang mengandung merkuri. Dan setelah beberapa kali pemakaian, efeknya oke juga. Bukan jadi halus sih wajahnya. Hanya saja, saya merasa kulit wajah saya terasa lebih sehat dan lebih kenyal. Pemakaiannya juga nggak rempong. Tinggal oles-oles, diamkan 15 – 30 menit sambil ditinggal masak, ngerajut, atau nulis, trus terakhir cuci muka. Beres.

So simple as that.

3. Jeruk Nipis

Buah yang baunya segar menggelora: jeruk nipis!

Buah berwarna hijau yang baunya segar dan berasa asam ini menjadi teman baik buat rambut saya. Pernah saya ceritakan kalau saya sudah hijrah dari shampo biasa ke baking soda untuk keramas. Saya sudah melalui fase keramas tanpa shampo ini hampir setahun lamanya. And overall is okay. Efek paling kelihatan untuk rambut saya setelah lama nggak pakai shampo adalah: rambut saya rontoknya berkurang banyak pake banget dan tidak mudah lepek lagi.

Lalu apa hubungannya dengan jeruk nipis?
Saya mengaplikasikan jeruk nipis sebagai conditioner. Fungsinya: mengurangi ketombe yang bikin kulit kepala gatal-gatal ketika kepala tertutup hijab. Kan nggak ngenakin banget kalau di tempat umum kepengen garuk-garuk kepala di balik kerudung. Selain itu, bagi saya, setelah hampir setahun memakai jeruk nipis (kadang juga memakai conditioner biasa), my hair feel free , as free as free bird.

Mengapa saya memakai jeruk nipis?
Karena di belakang rumah saya, tumbuh pohon jeruk nipis yang alhamdulillah subur dan tak pernah berhenti berbuah. Jadi, nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? Saya bisa memanfaatkan keberadaan buah dari tanaman yang ditumbuhkan oleh-Nya tanpa saya harus bingung mencari dan membeli di supermarket.

Yap, itulah sedikit rahasia kecil yang bisa saya bagikan. Bukan untuk menjadikan kulit wajah semulus wajah boneka barbie atau rambut seperti kepunyaan artis di iklan-iklan shampo. Tapi, untuk menjaga apa yang dititipkan kepada kita lewat sesuatu yang berbau natural dan lebih dekat dengan alam sekitar. Tubuh kita hanyalah titipan. Sebisa mungkin kita jaga agar bisa mengembalikannya kepada Si Pemilik Yang Sebenarnya dalam keadaan yang baik.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.