Selasa, 08 November 2016

Ada Camilan Nendang! Namanya LOENPIA PRIYAYI

Mau camilan sehat tapi males keluar beli-beli karena tempat jualannya jauh atau hari ini cuaca baru hujan angin, panas terik, atau lebih mendukung buat tidur daripada pergi jajan keluar? Yah udah sih, mending tidur aja kalau gitu.

Tapi kan Baper? Eh lapeer.

Kalau baper itu urusan elu. Yah saya hanya bisa mendoakan, semoga bapernya enggak lama-lama ya... Kalau laper, sini saya ceritain sesuatu.

Alkisah suatu ketika, hiduplah seorang pemuda ksatria di sebuah Istana nun jauh di pegunungan yang dikelilingi lembah dan ngarai yang dalam. Pemuda ksatria itu selalu merasa hidup cukup dan bahagia. Negeri yang ditinggalinya terasa aman dan damai, sentosa raharja, Tanpa konflik berarti sama sekali.

Suatu hari, Si Pemuda merenung. Dia merasa ada yang salah dalam hidupnya. Kegiatannya sehari-hari adalah berlatih perang terus menerus. Dia merasakan suatu kehampaan dalam hidupnya. Dia merenung dan terus merenung. Merenung dan terus merenung. Sampai akhirnya, dia memutuskan. Dia memutuskan untuk meninggalkan negeri yang dicintainya sementara waktu. Si Pemuda itu memilih untuk berkelana sampai waktu yang tidak ditentukan.

Bersama kuda hitamnya yang setia dan bekal seadanya, dia memacu kudanya ke arah barat. Siang malam dia lalui semuanya bersama kudanya. Panas terik tak dipedulikannya. Hujan badai ditembusnya. Hingga pada suatu hari, dia merasa kelelahan. Dia belum menemukan apa yang dicarinya. Kehampaan di hatinya masih terasa kuat.

Dia sendiri masih tidak tahu apakah sebenarnya yang dicarinya. Semua terasa blur , belum ada kejelasan sama sekali. Dia benar-benar kelelahan dan merasa cemas... Sampai di sebuah padang luas di tengah hutan, dia merasa tak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Dia memutuskan Untuk berhenti beristirahat...

Disandarkan punggungnya ke badan kudanya yang juga sedang berbaring kelelahan. Angin sepoi-sepoi datang menghampiri. Mereka hampir tertidur dibuatnya.

Namun, tiba-tiba... Si kuda meringkik! Dia berdiri lalu berlari ke tengah hutan. Si Ksatria tersungkur, terlempar ke depan akibat gerakan mendadak kudanya.

"Dasar kuda tak tahu diuntung! Hai! Mau ke mana kau?!" Sang Ksatria marah-marah. Dia kejar kudanya yang sudah lari ke hutan. Dia berlari dan terus berlari. Berlari, dan terus berlari. Dari kejauhan dia bisa melihat kudanya masih juga berlari. Nafas si Ksatria tersenggal-senggal. Tapi dia tak mau kehilangan kudanya. Dia masih terus berlari.

Sampai, dia melihat asap yang membubung tinggi di depan sana. Didekatinya ke arah asap itu keluar. Ternyata, itu adalah rumah! Ada rumah di tengah hutan? Rumah siapa? Dia mendekat. Dan ternyata, kudanya juga sudah ada di situ! Kuda hitamnya sudah ada di depan pintu, menaikkan satu kakinya, lalu mengetuk-ngetuk pintu itu dengan kakinya.

Seorang anak kecil perempuan keluar dari rumah. Dia kaget, dan hendak menutup pintu rumahnya lagi. Si Ksatria mencegahnya. Gadis kecil itu, kemudian memanggil seseorang yang berada di dalam.

"Ayaah, ada seekor kuda dan seorang asing di sini!" si gadis berlari masuk. Seorang lelaki kemudian keluar. Lelaki dengan celemek yang belepotan tepung di mana-mana. Dia mempersilakan Si Ksatria masuk. Sang kuda meringkik-ringkik ingin ikut, tapi tak diizinkan oleh Si Ksatria.

"Apakah Anda ada sedikit makanan untuk kuda saya? Dia sepertinya kelaparan," tanya Si Ksatria.

"Tentu saja! Aku akan menyuruh anakku untuk memberinya makan. Dan Anda sepertinya juga harus makan," kata Si Lelaki.

Gadis kecil kemudian keluar. Dia membawakan sepiring makanan untuk ksatria, dan seember makanan lain untuk Si Kuda.

Saat makanan itu terhidang di hadapannya, Sang Ksatria terkesima. Dia belum pernah melihat makanan seperti ini sebelumnya.

LOENPIA PRIYAYI
 "Makanan apa ini?" tanyanya

"Cobalah, itu namanya Lumpia...," jawab Si Lelaki bercelemek.

Sang Ksatria mengambilnya. Dia gigit makanan itu perlahan. Kriuk!! Wow, renyah sekali! Wajah Si Ksatria berubah berseri-seri. Dia terus memakannya sampai habis.

"Wow apakah kau yang membuatnya? Ini enak sekali. Lumpia apa tadi namanya?" tanya Si Ksatria menggebu-gebu.

Si Lelaki tersenyum dan menjelaskan, "Ini dinamakan Loenpia Priyayi. Sebuah penemuan atas sebuah mahakarya lumpia. Saya membuatnya dalam tiga isian: AYAM, JAMUR, dan BENGKOANG. Sebuah frozen food. Anda tahu frozen food?" tanya Si Lelaki. Si Ksatria menggelengkan kepalanya.

"Frozen food adalah makanan yang dibekukan. Bisa awet lebih lama. Dua hari jika di suhu ruangan. Seminggu jika di dalam kulkas. Sebulan jika ditaruh di freezer," Si Lelaki menjelaskan hingga sejelas-jelasnya.

Sang Ksatria berdecak kagum kemudian bertanya, "Saya tinggal cukup jauh dari sini. Bagaimana cara saya mendapatkannya?"

Si Lelaki mengeluarkan selembar kertas dan menuliskan sesuatu. "Anda bisa memesannya DI SINI," katanya, "lalu akan ada kurir yang mengantarkannya untuk Anda."

"Semudah itu?"

"Iya, semudah itu."

Sang Ksatria nampak puas. Dia kemudian berpamitan pada Si Lelaki dan anak gadisnya. Dia hendak meneruskan perjalanannya. Sekarang, dia tidak khawatir lagi kelaparan di jalan. Karena kapanpun, dia bisa memesan LOENPIA PRIYAYI dari Si Lelaki yang tadi ditemuinya.

~selesai

Frozen food: LOENPIA PRIYAYI

Nah yang lagi baper pengen ngemil tapi males keluar rumah, nih ada solusinya: LOENPIA PRIYAYI home made tanpa pengawet. Langsung aja kunjungi lapak kami di http://bit.ly/2fVWs2q

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.