Senin, 31 Oktober 2016

Menggenggam Cahaya. Tafsir Q.S An-Nuur 24 :58

An-Nuur, seperti namanya, cahaya. Menggenggam cahaya. Bagaimana cara menggenggam cahaya? Yaitu dengan keyakinan yang kuat. Tanpa keyakinan yang kuat, genggaman itu sering terlepas. Seperti menggenggam ikan, hanya bisa digenggam jika kuat genggamannya. Hanya tangan yaqin lah yang bisa benar-benar menggenggamnya. Lalu bagaimana wujud tangan yaqin yang kuat itu? Ada tiga hal. Pertama, yakin Allah melihat sekecil apapun amal kita. Kedua, yakin Allah mencatat seluruh amal baik kita. Ketiga, yakin Allah akan membalas semua amal baik kita.

Keyakinan, adalah ijazah kehidupan bagi mereka yang sudah lulus ujian. Ujian dalam hidup dibagi menjadi dua, yaitu ujian yang sifatnya bikin susah dan ujian yang bikin senang. Mana yang lebih sulit? Ujian berupa kesusahan atau ujian berupa kesenangan? Sebagian besar, menjawab bahwa ujian berupa kesusahan itu jauh lebih sulit. Apakah benar?

Mari kita renungkan sejenak tentang ujian berupa kesenangan. Seperti apa wujud ujian kesenangan itu? Salah satu bentuk ujian kesenangan itu adalah aurat. Yap! AURAT. Siapa sih yang nggak setuju kalau aurat lain jenis itu menarik dan menyenangkan? Itulah. Itulah ujian yang sangat berat. Ujian kesenangan terhadap lawan jenis.

aurat
source: www.markazahbabulmusthofa.org


Q.S An-Nuur 24: 58
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ۚ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ۚ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan, yaitu sebelum salat shubuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat Isya’. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Ayat di atas berisi mengenai perintah meminta izin pada tiga waktu, di mana pada umumnya di tiga waktu tersebut orang-orang kurang menjaga aurat dengan baik. Aurat, adalah ujian iman yang tak mudah diselesaikan. Jika kita di sekolah, bagaimana cara kita menyelesaikan ujian? Tentu saja dengan menuliskan jawabannya di selembar kertas. Lalu bagaimana dengan ujian kehidupan? Bagaimana kita menyelesaikannya? Karena sering, kita sebenarnya sudah tahu jawabannya tapi kita tidak bisa menyelesaikannya.

Cara menjawab ujian kehidupan adalah dengan KETAATAN (sampai di sini, saya tiba-tiba ingat wejangan salah seorang dosen penguji saya jaman dahulu kala: kamu cukup taat saja, itu caranya lulus dengan baik, dengan taat _red)

Aurat itu ibarat angin puting beliung. Daya rusaknya sungguh berbahaya. Benar-benar bisa menghancurkan. Kalau lulus dari ujian aurat ini, hasilnya memang luar biasa. Kalau gagal dan tidak bisa lulus dari ujian ini, HANCURNYA JUGA LUAR BIASA!

Kita lihat sejenak ayat di bawah ini:

Q.S Ali Imran 3: 14
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Memahami ayat di atas tidak boleh sepotong-sepotong. Aurat memiliki hubungan yang erat dengan syahwat. Syahwat, senang terhadap lain jenis, memang fitrah untuk dimiliki oleh kita sebagai manusia. Namun, jangan disalah artikan sebagai pembolehan untuk memandang lain jenis sesuka hati

Harus digaris bawahi bahwa apa yang disebutkan pada ayat di atas (terutama kesenangan terhadap perempuan atau lawan jenis), itu semata-mata hanya sebagai hiasan di dunia. Pada kalimat  terakhir: itulah kesenangan hidup di dunia, menegaskan bahwa kesenangan tersebut hanya berhenti di dunia. Setelah kalimat tersebut, disusul kemudian sebuah kalimat: dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. Kalimat terakhir ini seakan menegaskan bahwa Allah menawarkan tempat kembali yang jauh lebih baik daripada semata-mata memperoleh kesenangan dunia saja. Mau kesenangan yang sesaat atau kesenangan yang abadi di akhirat bertemu Allah?

Caranya untuk menjaga syahwat gimana dong?

Caranya sangat mudah: menundukkan pandangan! Iya, metodenya mudah, tapi prakteknya astaghfirullah, la hawla wa laa quwwata illa billah. (Yah namanya juga ujian kan? Untuk tahu mana yang berkualitas, masak iya segampang itu soal ujiannya dijawab _red).

Menundukkan pandangan, memiliki dua keutamaan:
Keutamaan pertama. Bisa merasakan manisnya iman
Pandangan mata adalah pandangan beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya [HR. Hakim]

Keutamaan kedua. Terbebas dari tipu daya setan
Meski orang itu sealim apapun atau sesoleh apapun, tipu daya setan masih bisa masuk dari mana saja, kecuali kita sudah lulus dari ujian berupa syahwat yang berkaitan erat dengan aurat. Yaitu dengan menundukkan pandangan.

Anda sudah lulus ujian yang satu ini? Saya belum. *sad* *sad* *sad*
YUK BERUSAHA!



Disarikan dari kajian tafsir Ust. Syatori Abdurrauf
Masjid Nurul Ashri, 31 Oktober 2016

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.