Kamis, 27 Oktober 2016

Mengapa Saya Tambah Kurus?

Makanan Sehat
gambar diambil dari sini

Cukup banyak teman-teman saya yang heran dengan perubahan tubuh saya. Kamu kurusan. Ih, kok jadi tambah kecil. ***igur! Kuru kowe saiki! Lemakmu ilang ke mana? Kok wes gak ginuk-ginuk meneh e kowe? Saya selalu ketawa-ketawa mendengar komentar macam-macam begitu.

Apa yang saya lakukan selama ini sehingga dalam kurun waktu kurang dari setahun saya kehilangan sekitar 7-8 kg massa tubuh saya? Apakah saya diet? Minum jamu? Atau apa? Inti dari semua itu adalah: saya mengubah gaya hidup saya.

Dimulai dari sakit. Sekitarsetahun lalu, thypus saya kumat. Ditambah, waktu itu trombosit saya turun terus. Ya, saya thypus sekalian demam berdarah. Dokter meminta saya melakukan terapi air putih agar tubuh saya kembali putih. I did it! Terapi air putih. Intinya banyakin minum air putih aja. Dan seusai sakit, tubuh saya memang agak mengurus. Teman saya yang punya kasus seperti saya, sakit kemudian terapi air putih, juga mengalami hal yang sama. Tubuhnya yang dulu gede besar, sekarang jadi lebih kecil.

Belajar berenang. Awalnya karena saya nggak pengen panikan dan gampang tenggelam di laut lagi, makanya saya belajar berenang, karena dulu saya nggak bisa renang. Dan ternyata, renang itu menyenangkan. Walaupun yang saya bisa cuma gaya seenaknya asal saya bisa ngambang. Anyway, belajar renang di Jogja itu enak menurut saya. Budget kurang dari sepuluh ribu rupiah kita bisa renang kesana kemari dengan riang gembira. Jadi, karena saya sekarang suka renang, sepertinya itu cukup memiliki andil untuk membuat beberapa lemak-lemak di tubuh saya pergi entah ke mana.

Mengubah gaya hidup. Makanan berhubungan dengan perut. Dan perut, adalah tempat paling berbahaya bagi tubuh kita. Saya pertama mengetahuinya saat berkunjung ke Bumi Langit dan ngobrol-ngobrol dengan salah seorang pemilik Bumi Langit. Kemudian suatu hari saya mendapatkan selebaran yang membicarakan perut saat saya main ke masjid kampus. Isi dari selebaran ini adalah: kita harus berhati-hati terhadap perut dan apapun yang masuk ke dalamnya.

Makanan halal yang masuk perut bisa jadi berbahaya untuk kita. Makanan yang halal aja bahaya, bagaimana dengan makanan haram? Lalu kenapa makanan halal bahaya? Itu terjadi jika kita tidak bisa mengendalikan apa yang dimasukkan ke dalam perut, jika kita terlalu rakus terhadap makanan. Perut yang terlalu kenyang karena kebanyakan makan akan menimbulkan banyak efek negatif. Efek negatif apa saja? Timbul penyakit, syahwat yang tak bisa dikendalikan, dan gampang dikuasai hawa nafsu lainnya. Setelah mengetahui beberapa hal di atas, saya mengubah cara makan saya. Makan ketika lapar, berhenti sebelum kenyang, dan berusaha untuk sering-sering puasa. Saya masih makan apapun yang ada asal halal. Saya makan nasi, saya makan daging, saya makan sayur yang saya suka, saya masih makan-makanan yang sama seperti dulu. Saya hanya tidak makan kebanyakan lagi. Kalau sudah kenyang, sudah!

Gaya hidup lain yang saya ubah adalah: meminimalkan bergadang dan bangun sepagi mungkin. Dulu, saya termasuk orang yang betah begadang. Mungkin jam 12 atau jam 1 dini hari baru tidur. Kemudian, sedikit-sedikit kebiasaan itu saya ubah. Sebelum jam 10 saya pasti sudah tidur kecuali ada sesuatu hal yang mengharuskan saya tidur lebih dari jam itu. Dan itu pun jarang terjadi. Jam 3 saya haruskan diri saya untuk bangun. Mau tidur jam berapapun pokoknya jam 3 bangun! Susah banget awalnya. Susah banget. Tapi untuk menjadi lebih baik, memang kita harus memaksa diri kita sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Efek dari bangun pagi yang saya rasakan adalah: tubuh berasa lebih segar bugar dari pada dulu. Tubuh berasa lebih enteng dan lebih sehat. Walaupun memang iya sih, kadang mata kelihatan agak ngantuk-ngantuk kalau siang sudah datang. Tapi, lama kelamaan jadi terbiasa juga.

Sepertinya hal-hal itu yang saya rasa punya peran banyak dalam proses transformasi tubuh saya yang dulunya massanya lebih dari 60 kg sekarang jadi berkurang banyak. Saya nggak minum jamu macam-macam, saya nggak diet dengan cara nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu. Cukup lakukan hidup sehat ala-ala Rasulullah. Dan efeknya benar-benar luar biasa.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.