Jumat, 21 Oktober 2016

#2 Ngomongin Setan



Sihir sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dahulu kalanya kapan? Entahlah, saya pun tidak tahu. Tapi yang pasti sejak zaman Nabi Musa, sihir ini sudah ada. Cerita lengkapnya terangkum dalam [Q.S. Taha]. Ketika itu, Fir’aun memanggil para tukang sihir untuk melawan Musa, yang pada akhirnya para tukang sihir itu taubat setelah melihat mukjizat Nabi Musa alaihissalam. Kemudian saat zaman Nabi Muhammad SAW, praktek sihir itu juga ada. Yakni pada saat itu, seorang Yahudi melakukan praktek sihir yang menyebabkan Rasulallah sakit. Dua malaikat datang kepada beliau lewat mimpi sehingga beliau tahu apa penyebab sakitnya. Kemudian Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas turun dan mampu menghilangkan sihir tersebut. Jadi, ilmu santet bukan hanya di Indonesia. Santet adalah bagian dari sihir yang memang nyata ada.

Rasan-rasan ngomongin setan kali ini, saya sedikit berbagi cerita tentang sihir dari cerita-cerita yang sampai kepada saya lewat teman atau keluarga saya. Sihir tidak terpengaruh oleh zaman. Mau zaman batu, zaman millenium, zaman teknologi masih ngesot sampai sekarang teknologi tak terbendung lagi, sesuatu yang dianggap “terbelakang” ini nyatanya masih ada. Walaupun banyak juga yang tidak percaya pada hal-hal semacam ini.

Sihir ini, termasuk salah satu dari 10 dosa besar. Dia termasuk syirik karena menyekutukan Zat Yang Maha Satu dengan makhluk lain. Banyak orang mengetahuinya. Pertanyaannya, walaupun orang-orang sebenarnya sudah tahu kalau itu sangat salah, tapi mengapa masih saja dilakukan? Kesimpulan saya mengerucut pada satu hal: karena setan selalu menjadikan indah perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan manusia. Dosa itu mampu menuruti hawa nafsu, sehingga bagi orang yang cahaya di hatinya sudah tertutupi kerak-kerak, dosa itu rasanya nikmat. Nikmat sekali.

Saya masuk ke cerita. Cerita pertama dialami oleh seorang teman yang terkena sihir berupa ilmu pelet dari seorang lelaki saat ada kegiatan di suatu pulau di luar Jawa. Semenjak dia pulang dari pulau tersebut dan bertemu seorang lelaki yang akan menikah dengan seorang wanita yang sudah dihamilinya, dia nampak tergila-gila sekali dengan si lelaki itu. Teman-teman lain banyak yang bertanya-tanya atas tingkah-tingkah aneh yang dia lakukan semenjak pulang dari sana. Usut punya usut, ternyata dia disihir alias kena pelet.

Cerita kedua, dialami oleh seorang teman yang bekerja di tepi Danau Sentani. Suatu hari ada pencuri yang memasuki kantornya saat dia sedang jaga sendirian di kantornya. Saat itu si pencuri ketahuan lalu lari lompat pagar yang menurutnya cukup mustahil untuk dilompati. Oleh dia, dikejarnya si pencuri itu, tapi pencuri itu sudah hilang tak berbekas. Ketika itu ada beberapa warga yang bermain bola di sekitar situ. Berdasar kesaksian mereka, mereka melihat seseorang yang baru saja terbang. Oke, bukan cuma superman yang bisa terbang. Dan berdasar keterangan dari warga sekitar juga, itu adalah satu bentuk ilmu sihir. Ya, bisa dikatakan semacam babi ngepet.

Cerita ketiga adalah cerita dari seorang teman yang pernah tinggal di sebuah kota kecil yang tak jauh dari Yogyakarta. Di sebuah kota kecil itu, keluarganya tinggal cukup lama, sampai akhirnya keluarganya memutuskan pindah dari rumah tersebut. Kenapa? Berdasarkan ceritanya, keluarganya dijadikan tumbal oleh seorang tetangganya sebagai tumbal penglarisan. Tetangganya ini, menurutnya adalah orang yang sangat baik. Kecurigaan itu berawal dari meninggalnya beberapa anggota keluarganya dalam skala waktu tertentu dengan gejala yang bisa dikatakan mirip. Cerita serupa juga dikisahkan oleh teman lainnya. Ayahnya meninggal karena terkena praktek sihir berupa santet dari teman ayahnya. Di keluarga besar saya pun, pernah ada yang terkena sihir semacam itu, beruntung pada akhirnya selamat. Kita kadang tak pernah bisa membedakan mana sebenarnya orang yang benar-benar baik, mana yang sebenarnya jahat. Walaupun, memang kita diwajibkan berbaik sangka pada setiap orang yang kita temui, namun orang-orang munafik begitu banyak di sekitar kita. Dan bisa jadi, kita juga termasuk orang munafik itu. Itu kenapa kita harus rajin-rajin berdoa agar dilindungi baik dari kejahatan yang nampak maupun tersembunyi, baik dari jin maupun manusia [Q.S An-Nas].

Cerita keempat adalah cerita dari seorang teman yang pernah berniat mau membuka usaha di salah satu kawasan di kota Yogyakarta. Dia cukup tercengang mendapati fakta di lapangan, bahwa banyak sekali pelaku usaha di tempat tersebut yang menggunakan sihir penglarisan. Saat itu dia urung membuka usahanya di situ, lalu pindah keluar kota.  Terlalu keras dan beresiko jika mau membuka usaha di tempat tadi.

Beberapa cerita lain yang kadang tak masuk akal, sering saya temui. Tak masuk akal, tapi memang ada. Cerita mengenai mereka-mereka yang bersekutu dengan jin demi mendapatkan kepuasan dan kesenangan hidup di dunia. Kita sebagai manusia, sering tak mampu membendung hal-hal buruk di sekitar kita yang semisal seperti cerita-cerita di atas. Sehingga, Rasulallah SAW mengajarkan kita membaca surat Al-Muawwidzatain beserta ayat kursi dan Al-Ikhlas setidaknya pada saat: 1) Mau tidur; 2) bangun tidur; 3) saat dalam perjalanan. Karena tidak ada orang yang meminta perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT dengan surat yang mampu menyamai keduanya (al-Muawwidzatain).

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.