Minggu, 02 Oktober 2016

#2 CHANGE! Hijrah

Hijrah adalah kata-kata yang bermakna asing bagi saya kala itu. Istilah hijrah dalam pikiran saya selalu berkonotasi berat. Konotasi berat di sini maksud saya adalah: sesuatu yang berada di luar jangkauan saya. Sesuatu yang berat untuk saya lakukan. Sesuatu yang berat untuk dimulai dan dilaksanakan sehingga lebih baik saya tidak melakukannya. Menurut pendapat saya kala itu, menjadi diri sendiri itu lebih baik bagi saya. Dan itu seakan-akan menjadi suatu pembenaran untuk saya, sehingga saya menjadi nyaman untuk 'jalan di tempat' dengan dalih: menjadi diri sendiri.

Istilah 'hijrah' menjadi menarik bagi saya ketika saya tinggal di Jakarta. Kesempatan singkat selama setahun di sana mempertemukan saya dengan salah satu organisasi kepemudaan Islam di bawah naungan Al-Azhar di bilangan Jakarta Selatan, namanya YISC Al-Azhar. Hampir setiap minggu ketika tidak ada dinas ke luar kota atau tidak sedang pulang kampung, saya lebih memilih ngadem di sana. Di sana, kami terbagi-bagi atas beberapa kelas. Saya, menjadi anggota kelas D, yang akhirnya kami beri nama kelas Dhuha, akronim dari "D'HUman Hijrah to Allah". Pada akhirnya, nama kelas kami diadopsi menjadi nama angkatan (di YISC tiap angkatan memiliki nama berbeda-beda). Nama angkatan kami adalah angkatan Al-Hijrah. Nama yang terkesan berat buat saya waktu itu yang masih begitu-begitu saja.

Waktu itu, nama itu sebatas 'menjadi menarik' buat saya, tidak lebih. Mungkin saya memang berubah, namun berubahnya tidak sampai ke hati. Sesudah saya meninggalkan Jakarta, saya kembali menjauh dari kata-kata 'hijrah' dan kembali seperti semula.

Sepertinya memang butuh 'hentakan besar' untuk membuat saya benar-benar mengerti makna di balik kata-kata 'hijrah'. Hentakan besar itu saya temui di awal tahun 2016. Hentakan besar yang ternyata baru saya pahami sebagai salah satu pengantar hidayah. Hidayah yang mampu memunculkan hijrah.



Hijrah adalah berubah.
Berubah dari maksiat menjadi taubat.
Berubah dari sesuatu yang kurang baik menjadi sesuatu yang lebih baik.
Berubah dari tidak tahu menjadi tahu.
Berubah yang tidak musti drastis, namun bisa jadi bertahap asalkan kontinyu.

Hijrah, adalah terus menuju kepada Rabb. Rabb Yang Menciptakan, Yang Menetapkan Kadar Rizqi, Yang Mengurus Makhluk-makhluk, Yang Menghidupkan, Yang Memusnahkan. Menuju-Nya. Entah itu merayap, merangkak, ngesot, berjalan, maupun berlari. Tujuannya hanya satu. Tujuan hidup kita, apapun yang kita lakukan, sekecil apapun hal yang kita lakukan, itu hanya untuk menuju-Nya.

Pemahaman tersebut menghantarkan saya untuk lebih menghargai pilihan-pilihan ataupun keputusan orang lain. Apapun keputusannya, apapun pilihan hidupnya, jika itu untuk menuju-Nya, maka insyaa Allah itu adalah sesuatu yang baik.

Hijrah, tidak hanya dilakukan sekali kemudian berhenti. Ini adalah proses seumur hidup. Karena kita tidak pernah tahu akhir hidup kita baik atau buruk. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berusaha maju, tanpa pernah sekalipun berbalik ke belakang.

Berbalik ke belakang? Iya. Hati manusia siapa yang tahu kan? Hari ini dalam hati bilang A, besoknya sudah berubah ke B. Siapa tahu hari ini hati saya sudah menuju tunduk, tapi esok hari foto telanjang saya secara sengaja saya kirimkan ke seorang lelaki yang bukan suami saya? Who knows? Siapa tahu saya tiba-tiba menjadi seperti Awkarin yang dulu polos sekarang menjadi belingsatan? Who knows? 
Na'udzubillah tsumma na'udzubillah sih.

I mean, dari tulisan di atas, terakhir yang bisa dilakukan adalah istiqomah. Dan istiqomah itu tidak semudah membalik telapak tangan. Jalan kebaikan adalah jalan yang jika dibandingkan dengan jalan kesenangan, lebih sedikit orang yang memilihnya. Dengan ketetapan hati yang lemah, istiqomah adalah seperti tangan yang ingin menyentuh bintang gemintang yang menghiasi langit, kemungkinan berhasilnya nol koma nol nol nol nol nol nol sekian persen.

Maka, semoga hijrah anda dan hijrah saya adalah hijrah yang tak mengizinkan kita untuk kembali ke belakang.

Selamat Tahun Baru Hijriah. Selamat hijrah!



Kamar inspirasi, menjelang tengah malam.




Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.