Selasa, 06 September 2016

Seperti Terumbu Karang

Menjangan Kecil, 5 September 2016


Seorang wanita, adalah seperti terumbu karang.
Ia cantik, siapa yang memandangnya akan jatuh cinta.
Ia adalah Rumah, Rumah bagi para ikan-ikan kecil, Rumah bagi para bayi.
Ia adalah tempat berkembang dan tempat tumbuh.
Ia membutuhkan yang lain, lamun dan mangrove,
Seperti wanita yang membutuhkan lelaki dan orangtuanya.

Seorang wanita, adalah seperti terumbu karang.
Yang menyukainya tak hanya ingin memandangnya
Yang menyukainya, sangat ingin menyentuhnya.
Ingin berfoto ria dengannya,
Kemudian memajangnya di media sosial.
Pada akhirnya, itu hanya ajang pamer belaka.

Terumbu karang yang telah disentuh oleh dia yang tak boleh menyentuh,
Tak akan sama lagi.
Terumbu karang yang sering disentuh,
Ia sebenarnya sedang mati perlahan-lahan.
Bahkan bukan. 
Sebenarnya, mati lebih cepat.
Tanpa disadari, warna-warna indahnya berubah.
Dia memutih.
Bleaching.
Mati. Karang mati.
Lalu ikan-ikan mulai meninggalkannya. 
Dia yang dulu berbahagia menikmati dan menyentuhnya  juga sudah meninggalkannya.
Mencari yang lain yang lebih Indah berwarna-warni.

Wanita itu seperti terumbu karang,
Sekali dia hancur dan ditinggalkan,
Apakah kau tahu berapa lama dia akan kembali pulih?
Lama. Lama sekali.

Asari Timo Beach, 
Pulau Kemujan, 6 September 2016

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.