Selasa, 09 Agustus 2016

BERUBAH!!!

Peter Parker memulai harinya sebagai spiderman setelah kesakitan digigit laba-laba.
The Flash, apakah bisa berlari sekencang itu kalau tidak tersambar petir?
Dan bisa setegar dan sekuat itukah Captain America apabila masa lalunya tidak semenakutkan apa yang pernah dia alami?
Kemudian para mutant didikan Profesor Xavier dalam serial X-Men, apakah mampu menjadi seperti itu apabila kehidupan mereka tak pernah tersisihkan di antara manusia-manusia lainnya?

Baru saja saya menyebutkan tokoh-tokoh khayalan dalam film buatan manusia.  I do like all of their stories. Nama-nama tokoh fiksi yang tadi sudah saya sebutkan, berubah menjadi superhero setelah memijakkan kaki, badan, dan jiwanya dalam kesakitan, kesulitan, masa lalu yang buruk, dan kesedihan.

Lalu bagaimana dengan tokoh-tokoh nyata di masa lalu yang kisahnya akan selalu abadi sampai detik penghabisan nanti?

Musa alaihis salam pernah tidak sengaja, dengan tangannya, membunuh orang. Lalu dia melarikan diri. Dia ketakutan.
Yunus alaihis salam pernah mutung dan marah karena tidak ada yang mau percaya dan mengikutinya. Dia lalu melarikan diri dari kaumnya naik kapal, saking kesalnya. Dia meninggalkan amanah dari Tuhannya dengan kabur.
Adam alaihis salam pernah melanggar larangan Allah. Melanggar berlebihan daripada apa yang dibataskan oleh Allah. Allah melarang mendekati sebuah pohon. Namun Adam, tak cukup hanya mendekatinya, dia bahkan memakan buahnya.
Muhammad salallahu alaihi wassalam pernah bermuka masam dan mengacuhkan orang buta yang mendatanginya baik-baik.

Kemudian Allah memberi kesulitan-kesulitan pada mereka akibat perbuatan-perbuatan mereka itu. Kepada para nabi, orang-orang yang pasti disayang oleh Allah. Memberi pelajaran, memberi teguran, memberi karunia, memberi ujian, memberi hukuman, agar mereka belajar kemudian memperbaiki kesalahan-kesalahannya.

Para nabi yang saya sebutkan di atas, mereka bertaubat.
Allah mengampuni mereka.
Dan mereka, sejak saat itu, tidak pernah menjadi pribadi yang sama kecuali mereka lebih baik dari diri mereka sebelumnya.

Kisah mereka mengajarkan, bahkan orang yang tingkat kebaikannya tinggi sekalipun pernah bersalah. Namun setelah itu mereka berubah.

Cerita fiksi para superhero dan kisah beberapa nabi di atas sama-sama memiliki esensi yang sama, yang membicarakan tentang perubahan. Berubah!

Seberapa buruk masa lalu seseorang. Seberapa bejat dia dulu. Seberapa besar kesalahannya, mereka berhak untuk berubah dan menjadi pribadi baru yang lebih baik.

Maka, berubahlah!

kamar kakak kedua
berpagi hari 

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.