Rabu, 27 Juli 2016

Belajar Dari Mereka


Akhir-akhir ini saya rajin berangkat ke kampus. Kenapa? Teman-teman saya banyak yang pendadaran. Saya hanya ingin, setidaknya, merasakan kebersamaan bersama mereka sebelum nantinya saya akan merasa sendiri lagi.

Saya pernah bercerita, bahwa salah satu hal yang sangat saya syukuri adalah, saya kuliah di geografi, dan saya dipertemukan dengan teman-teman kuliah S1 saya. Saya belajar banyak hal dari mereka. Saya belajar banyak hal di sini.

Teman-teman yang pendadaran di minggu ini adalah mereka yang nyaris saja kena DO.  Sudah delapan tahun dan mereka baru lulus. Akhirnya mereka berhasil lulus. Kami seangkatan berbahagia.

Di tengah nyinyiran sana-sini, cercaan-cercaan, dan tekanan-tekanan, mereka berhasil melewatinya dan menyelesaikannya. Bagi saya, mereka itu cambuk bagi saya. Agar saya juga melakukan hal sama. Hal yang sama di sini bukan lulus lama tentu saja, tapi cambuk agar saya lebih bersemangat menyelesaikan tanggung jawab perkuliahan saya.

Kami seangkatan berbahagia. Sebenarnya ada satu orang yang kecer. Tapi satu orang ini memang tidak bisa kami pegang lagi untuk menyelesaikan tanggungjawab perkuliahannya. At least 48 orang sudah menyelesaikan tanggung jawabnya.

Bukan gelarnya yang membuat kami berbahagia. Tapi, keindahan rasa saling mendukung yang berbuah manis yang membuat kami berbahagia.

Seperti apa yang pernah saya ceritakan. Mereka adalah jawaban atas doa saya yang dikabulkan semasa akhir SMA. Doa agar saya dipertemukan dengan tempat kuliah dengan teman-teman yang saling mendukung di dalamnya dan tidak membuat saya jauh dari Gusti Allah.

Bukan, teman-teman saya bukan orang alim. Kebanyakan lelakinya adalah lelaki normal pada umumnya yang kadang suka mesum dan keranjingan bola serta main game, bahkan mulutnya jauh lebih cerewet dan tajam daripada mulut para perempuannya. Perempuannya yang berjumlah tak lebih dari lima belas, dulu juga biasa-biasa saja. Tapi selalu ada hal baik yang bisa saya temukan dari mereka. Dan semakin saya bergaul dengan mereka, satu kali pun mereka belum pernah membuat saya menjauh dari Tuhan (semoga tidak pernah).

Salah satu hal penting yang saya pelajari dari mereka adalah tentang “berubah menjadi pribadi yang baru tanpa menjauh satu sama lain”. Ada banyak peristiwa hijrah pada diri teman-teman saya yang saya lihat dan saya pelajari, dan menular kepada diri saya pada tahun ini.

Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan mereka delapan tahun lalu. Saya bersyukur sekali atas angkatan yang kompak ini. Saya bersyukur sekali.

Selamat. Akhirnya, kalian menyelesaikannya. ^^,)





Tribute to Alm. Rifky Gently Samudra. Seorang kawan yang raganya sudah mendahului kami melebur bersama tanah, dua tahun lalu. A big guy, A big hearted man. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan mengampuni dosa-dosanya.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.