Minggu, 19 Juni 2016

SEPERTI APAKAH SEBENARNYA SAYA?

Setiap orang punya masalah. Setiap masalah ada solusinya.
Setiap orang punya pertanyaan. Setiap pertanyaan ada jawabannya.



Ramadhan hari ke-tigabelas. Memasuki sepuluh hari kedua, hari-hari penuh ampunan. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh memohon ampun atas kesalahan-kesalahannya, dia akan diampuni. Sebaik-baik orang yang pernah melakukan kesalahan, adalah dia yang bersungguh-sungguh memohon ampun atas kesalahan-kesalahannya.

Ramadhan, bulan mulia. Suci. Istimewa. Dia terpilih menjadi waktu yang penuh rahmat dan penuh keberkahan. Bulan turunnya kitab petunjuk bagi seluruh manusia. Al-Qur'an al Karim. Begitu banyak julukan baik yang diberikan kepada kitab ini sebagai kitab akhir zaman, Al-Huda (petunjuk), As-Syifa' (obat), Al-Furqan (pembeda), Al-Mau'idhoh (nasehat), Ar-Rahmah (tanda kasih sayangnya Allah), dan berderet-deret nama baik lainnya.

Petunjuk bagi mereka yang sedang mencari-cari jalanNya. Petunjuk, hidayah, bagi mereka yang tersesat jauh. Hidayah yang harganya sangat mahal dan tak bisa dibeli dengan emas sepenuh bumi dan langit. Obat bagi mereka yang memang sakit dan merasa sakit. Pembeda antara yang baik dan buruk, hak dan bathil, hitam dan putih, halal dan haram. Pembeda yang benar-benar membedakan tanpa ada warna abu-abu membingungkan. Penasehat yang nasehatnya tidak bermaksud menyakiti dan menghakimi. Tanda kasih sayang yang ditinggalkan Sang Awal dan Sang Akhir untuk para manusia akhir zaman agar kembali kepada-Nya dengan selamat.

Seorang berpeci putih di depan menjelaskan mengenai Al-Qur'an. Saya kira, bakal membosankan dengan kalimat-kalimat formalnya. Perkiraan saya totally salah. Sampai-sampai teman di samping saya bilang: merinding! atas penjelasan-penjelasan yang beliau paparkan dan sampaikan. Saya mengamini apa yang dikatakan teman saya itu.

Al-Qur'an itu solusi atas semua permasalahan hidup. Wahyu kepada Muhammad SAW turun ayat demi ayat dengan kurun waktu tertentu karena menjawab permasalahan-permasalahan kala itu, yang pada akhirnya merupakan jawaban atas semua masalah yang terjadi di dunia. Catat! SEMUA. Itu artinya, setiap masalah yang ada dalam diri kita, yang kita temui dalam rutinitas kita ada jawabannya dalam kitab istimewa ini.

Caranya?

Beliau menjelaskan dengan singkat dan jelas: Berwudhu, Shalat Hajat, Baca Al-Qur'an, Temukan Jawabannya.

Al-Qur'an itu kitab suci. Sucikanlah diri kita untuk menyatu dengan yang suci. Shalat hajat, berdoalah pada Zat Yang Maha Mendengar dan Mengetahui, tentang masalah yang kita hadapi, tentang pertanyaan yang kita butuhkan jawabannya. Mohonkan dipertemukan dengan jawaban-jawaban itu lewat Al-Qur'an. Lalu, yakini dan percaya bahwa kitab yang penuh petunjuk itu akan memberikan jawabannya pada kita. 

Kemudian, baca Al-Qur'an. Buka secara random, biar Sang Pemberi Petunjuk yang menggerakkan tangan kita untuk membuka salah satu atau beberapa halamannya. Biarkan Dia menggerakkan hati dan mata kita untuk memilih ayat mana yang ingin kita baca. Baca bahasa aslinya dulu (bahasa arab) dengan penuh penghayatan dan keyakinan. Terakhir, baca terjemahan ayat-ayat yang kita baca. Rasakan jawabannya di situ. Jika merasa belum ketemu, ulangi baca lagi. Begitu terus. Sampai kita merasa menemukan jawabannya, entah dalam beberapa halaman, satu halaman, satu kalimat, atau bahkan mungkin hanya dalam satu kata. Jika merasa tidak ketemu, bisa jadi hati kita belum ikhlas dan belum yakin terhadap apa yang kita baca.

"Al-Qur'an punya jawaban atas semua pertanyaan," begitu kata beliau. Bahkan pertanyaan mengenai siapa diri kita sebenarnya. Manusia jenis apakah kita? Bagaimana karakter kita? Munafik? Pembohong? Orang Mukmin? Fasik? Orang baik? Atau apa?

Saya tercenung.

Kemudian, saya benar-benar mencobanya di rumah. Manusia seperti apakah sebenarnya saya?

Dan jawaban yang saya temukan sangat telak menusuk-nusuk. Merinding. Hampir remuk.

"Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin" (QS An-Nur : 2)

"kecuali mereka yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang" (QS An-Nur: 4)


-Kamar kakak kedua, Ramadhan ketigabelas-
disarikan dari penjelasan Ust. Mucharoom Noor
di tengah-tengah deadline tugas, deadline kerjaan, dan deadline kehidupan-kematian yang masih menunggu untuk diselesaikan

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.