Senin, 09 Mei 2016

The Best of Banda Neira

Di sela-sela nunggu processing citra yang nggak kelar-kelar.
Setelah tadi tergoda nonton Captain America: Civil War yang hari ini bisa dapet tiket buy one get two di sebuah pusat perbelanjaan yang bangunannya belum 100% jadi di daerah Babarsari.
Setelah sedih nonton perang-perangan antar teman sendiri. Apalagi selama di jalan tadi banyak aksi untuk Aleppo.

Kenapa tulisan saya tidak nyambung begini ya?

Judul postingan saya kali ini adalah The Best of Banda Neira. Banda Neira itu nama sebuah pulau di kawasan Maluku sana. Tapi ini bukan bahas tentang Banda Neira yang di Maluku. Ini Banda Neira, sebuah grup band indie, yang diisi oleh dua personel: Rara Sekar dan Ananda Badudu.

Kalau kata tumblr dari grup band ini, Banda Neira adalah suatu bentuk proyek bertanggungjawab dari Rara Sekar dan Ananda Badudu, yang tadinya bermula dari keisengan. Berawal dari keisengan, diupload di soundcloud, banyak yang suka, kemudian diseriusin. I think that they love what they do, and they do what they love.

Kalau saya bilang, suara Rara Sekar renyah-renyah manis. Suara Ananda Badudu, hmm, serak-rendah-unik. Dan kolaborasi keduanya adalah ruhnya Banda Neira. Ananda Badudu, seorang wartawan koran Tempo dan Rara Sekar seorang pegiat LSM. Kedua kawan yang berkolaborasi iseng di bidang musik. Ananda Badudu, dengan kata-katanya yang tak pernah kehilangan kata-kata, menciptakan lirik yang membuat lagu-lagu Banda Neira semacam ada efek magisnya. Lalu suara renyah Rara Sekar siapa sih yang tidak suka?

Lagu pertama yang saya dengar dari Banda Neira adalah Berjalan Lebih Jauh. Dan kebiasaan saya, setiap kali saya suka sebuah lagu, saya pasti mengulang-ulang mendengarkannya dan lama kelamaan jadi soundtrack hidup. Haish.

Berjalan Lebih Jauh soundtrack hidup saya yang menemani perjalanan saya ke Merbabu, Lawu, Flores, Bali, Makassar, Minahasa, Baduy, Jakarta, Aceh, dll, dsb. Ketika saya dulu suka pergi ke mana-mana. Pokoknya setiap saya pergi ke tempat yang jauh dari rumah lagu ini cocok jadi teman. Sekarang sih, saya sudah berubah jadi anak rumahan banget. 

Entah Berantah juga lagu istimewa selama perjalanan dan selama dihadapkan pada situasi yang tak pernah pasti. Yang pasti di dunia ini kan adalah ketidakpastian itu sendiri. Ini lirik favorit saya dari lagu Entah Berantah: Dan kawan, bawaku tersesat ke entah berantah. Tersaru antara nikmat atau lara. Berpeganglah erat, bersiap terhempas ke tanda tanya. Tanda tanya terus aja deh hidup ini. Nanti tanda titiknya kalau ruhnya sudah lepas dari badan. 

Senja di Jakarta, ini soundtrack hidup saya selama tinggal di Jakarta. Lagunya memang Jakarta Banget.

Rindu. Ini soundtrack hidup saya sebagai jomblo berwawasan. haha.

Di Beranda. Kalau kamu lagi di perantauan, lagu ini bikin sedih loh. Beneran. Kalau saya sih iya soalnya.

Itu tadi album pertama. Masih banyak lagu di album pertama yang belum saya sebutkan dan nggak kalah bagus dari lagu-lagu yang sudah saya sebutkan. 

Februari 2016 lalu duo Banda Neira mengeluarkan album baru sebagai tanda vakumnya mereka karena Rara Sekar mau melanjutkan pendidikannya.
Dan album ke dua ini lebih wow dari album pertama. Dari segi musikalitasnya terutama. Dan The Best of The Best bagi saya adalah lagu yang judulnya Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti.  Pas banget jadi soundtrack hidup saya sekarang. Mau dengerin? Ini nih



Lagu lain: Derai-derai Cemara, Langit dan Laut, Matahari Pagi, dll, dsb juga nggak kalah bagusnya sebenarnya.

Baiklah, processing citra sudah selesai. Mari pulang! Selamat mengakhiri Senin!
Maaf untuk postingan random hari ini :))

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.