Rabu, 23 Maret 2016

Highly Recommended Book! SABTU BERSAMA BAPAK


Sumber gambar dari sini
 Judul Buku
Sabtu Bersama Bapak
Penulis
Adhitya Mulya
Penerbit
Gagas Media
Cetakan kedelapan belas, 2015

Sebenarnya saya sudah ketinggalan jauh sih. Cetakan pertama terbit tahun 2014. Tahun 2015 buku ini sudah masuk cetakan ke delapan belas. Tadinya, saya kira ini adalah semacam novel dengan bahasa tingkat tinggi yang bikin baper maksimal. Nyatanya saya salah. Halaman demi halaman novel "Sabtu Bersama Bapak" membuat saya tidak bisa berhenti membaca sampai selesai. Pokoknya saat ada pikiran udah dulu ah, nanti lagi bacanya, hati saya masih pengen membuka dan membaca lembaran-lembaran novelnya sampai habis. Dan, eh kok tahu-tahu selesai. Lalu tugas kuliah pun terabaikan  terselesaikan.

Sekarang saya paham kenapa novel ini banyak disukai. Bahasanya ringan, mudah dipahami, dan mudah di-iya-in. Pokoknya tiap baca ceritanya cuma iya iya aja. Intinya novel ini sangat tepat sasaran untuk para calon orang tua dan orang tua yang masih muda.

Saya suka semua bagian ceritanya dan semua tokohnya.

Saya suka tokoh Bapak yang waktu saya baca novelnya saya sampai berpikir, kok bisa ya si Bapak sebelum meninggal punya pikiran bikin video seperti itu untuk anak-anaknya? Bapak tidak punya sosok fisik yang utuh. Yang utuh adalah nasehat dan pesan-pesan beliau untuk anak-anaknya dalam bentuk rekaman handycam. Bukan cuma untuk anak-anaknya, sosok Bapak bisa menjadi pengayom yang utuh untuk istrinya. Pun ketika Bapak sudah meninggal.

Saya kagum sama Mamah. Ibu Itje. Mendiang suaminya selalu berpesan agar dia tidak merepotkan anak-anaknya. Bapak bilang, jadi orang harus bisa bermanfaat: untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya, lalu untuk orang lain. Ibu Itje berhasil melakukannya. Menjadi ibu yang mandiri, dan juga, selalu ada untuk anak-anaknya. Ibu sebagai teman cerita anak-anaknya.

Awalnya nggak suka sama Kakang Satya. Terlalu egois. But, tipikal orang lapangan sih. Memang keras dan egois. Tapi akhirnya saya jadi suka juga, ketika si Kakang ini mau berubah. Menurunkan tingkat keegoisannya. Memaklumi rumah yang selalu berantakan karena ada tiga anak-anak kecil di rumah. Memaklumi istrinya yang tidak bisa membereskan kekacau balauan di rumah sendirian. Juga pada akhirnya mencoba menerima masakan istrinya yang tak seenak masakan ibunya. At least, dia bisa menghargai proses perjuangan memasak seorang istri walaupun hasil masakannya tidak enak sama sekali. Kakang juga mengajarkan, jaga harga diri! Jangan mau diremehkan!


Rissa. Istri Satya. Ini cita-cita saya banget lah. Kerja full time di rumah tapi hasilnya bisa buat ngebiayain orang lain yang membutuhkan. Pada kasus di cerita ini adalah dia membiayai kebutuhan adik-adiknya. Rissa tidak pernah berhenti belajar, tidak pernah berhenti belajar memahami anak-anaknya dan suaminya. She always deserves better to her husband. Habis baca tentang Rissa, saya jadi punya niat buat lebih rajin work out deh. Haha.

Saka alias Cakra. Berbanding terbalik dengan Kakangnya yang ganteng dan sudah gonta-ganti pacar sampai akhirnya berlabuh di Rissa, Saka tak mewarisi kegantengan maksimal dan kemampuan menggaet perempuan seperti kakaknya. Empat kali dia ditolak, hampir lima kali. Namun karirnya berbanding terbalik dengan kisah asmaranya, melejit begitu cepat. Walaupun begitu ibu Itje begitu khawatir pada Saka, dia sudah berumur tiga puluhan namun tak juga menemukan jodoh. Pada akhirnya sih, Saka yang baik berhasil menemukan istri yang baik di waktu yang tepat.


Lalu yang terakhir adalah tokoh Ayu alias Retna. Saya nggak terlalu tertarik sama tokoh ini sih, walaupun dia punya peran penting untuk masa depan Cakra.
 
Oh iya, ada lagi. Bawahan-bawahan Cakra dan seorang bule atasan Cakra yang menurut saya mereka semua gila tapi penting untuk ada di dalam cerita ini. Ternyata ada juga ya hubungan bawahan dengan atasan di instansi resmi yang super enjoy seperti mereka ini.

Ah, tampaknya saya sudah terlalu spoiler. Baiklah, lebih baik Anda membacanya sendiri (walaupun mungkin banyak dari Anda yang sudah membacanya bertahun-tahun silam). Karena buku ini memang highly recommended untuk anda yang membutuhkan bacaan ringan dan jenaka namun isinya ngena banget.

And I must say thanks to Allah, buku ini datang kepada saya tepat pada waktunya.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.