Minggu, 14 Februari 2016

Urban Farming


Selada, salah satu tanaman sayur yang mudah tumbuh di rumah

FAO (Food and Agriculture Organization) mendefinisikan pertanian perkotaan (urban farming) sebagai  
Sebuah industri yang memproduksi, memproses, dan memasarkan produk dan bahan bakar nabati, terutama dalam menanggapi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan, yang menerapkan metode produksi intensif, memanfaatkan dan mendaur ulang sumber daya dan limbah perkotaan untuk menghasilkan beragam tanaman dan hewan ternak.

Sementara,  Council on Agriculture, Science and Technology (CAST) menekankan urban farming lebih kepada
Mencakup aspek kesehatan lingkungan, remediasi, dan rekreasi. Kebijakan di berbagai kota juga memasukkan aspek keindahan kota dan kelayakan penggunaan tata ruang yang berkelanjutan dalam menerapkan pertanian urban

Kamis, 11 Februari 2016 lalu, pada acara Syariah Fest yang diadakan di Masjid Kampus UGM, saya berkesempatan bertemu dan mengobrol dengan Mas Catur, pemilik Jogja Ara Garden yang fokus membudidayakan Pohon Tin, sebuah tanaman buah yang disebutkan namanya dalam Q.S At-Tiin ayat 1-2.

Sedikit pembicaraan kami menyenggol topik mengenai urban farming.Urban farming sebenarnya adalah salah satu kegiatan menanam sebagai solusi mengolah limbah rumah tangga. Sejalan dengan pengertian dari FAO, esensi dari urban farming sebenarnya lebih menekankan kepada pemanfaatan barang-barang atau bahan yang berasal dari limbah rumah tangga yang sudah ada, bukan mengada-adakan yang tidak ada. Sebagai contoh, jika ada plastik wadah minyak atau botol bekas, maka itulah yang digunakan sebagai media tanam. 

Yang banyak dikeluhkan orang-orang dari urban farming adalah luas lahan. Urban farming adalah kegiatan untuk menghijaukan lahan, terutama lahan perkotaan yang sudah lebih banyak ditanami beton ketimbang ditanami pohon. Jadi ketersediaan lahan yang kurang luas seharusnya jangan dipermasalahkan, justru itulah yang menjadi keunikan urban farming. Dia menuntut kreatifitas lebih untuk memanfaatkan lahan dan limbah rumah tangga yang ada agar berdayaguna tinggi. Sebagai salah satu program ketahanan pangan, urban farming bisa menjadi solusi memenuhi kebutuhan pangan (terutama sayur) untuk masing-masing rumah tangga. 

Kegiatan urban farming sudah semakin dikenal oleh masyarakat sejak dicetuskannya program Indonesia Berkebun oleh Ridwan Kamil. Sekarang, Indonesia Berkebun sendiri sudah memiliki jejaring di 30 kota dan 8 kampus di Indonesia. Meskipun sudah semakin booming akhir-akhir ini, kegiatan urban farming masih perlu untuk terus dikampanyekan. Terutama kampanye penyadaran terhadap anak-anak agar terbiasa dengan kegiatan menanam. Dan penyadaran terhadap anak-anak akan lebih efektif jika dilakukan oleh ibunya. Hal inilah yang diungkapkan oleh Mas Catur, "Dulu saya pernah ngajarin anak-anak tentang urban farming, tapi anaknya malah pada lari-lari. Malah ibu-ibunya yang tertarik. Jadi lebih baik ibunya dulu yang diajarin, biar ibunya yang ngajarin anak-anaknya. Karena ibu kan sumber pendidikan untuk anak-anaknya..."

Maka menanamlah, karena menanam itu sedekah:
“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)
g muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya." (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/eddasory/menanamlah-meskipun-tanamanmu-dirusak-tapi-itu-sedekah_550e3551a33311a62dba7ff4
"Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah baginya." (HR. Imam Bukhari hadits no.2321)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/eddasory/menanamlah-meskipun-tanamanmu-dirusak-tapi-itu-sedekah_550e3551a33311a62dba7ff4

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.