Kamis, 25 Februari 2016

[Resensi Novel] Muhammad, Rasul Pembebas

 
Judul Buku
Muhammad, Rasul Pembebas
Pengarang
Abdur Rahman Asy Syarqowi
Penerbit
Mitra Pustaka
Tahun Terbit
Ramadhan 1436 H/ 2015
Jumlah Halaman
693 halaman
Genre
Novel Sejarah
Dalam perspektif sosiologis, tentu Nabi Muhammad bukanlah makhluk yang dicetak dan diturunkan langsung dari langit keagungan. Ia adalah manusia biasa yang berlepotan lumpur dan debu perjuangan. Ia pedih dan mengerang karena berbagai penyakit struktural dan kultural yang menjangkiti manusia waktu itu. Maka dari itu, berjerih payah untuk untuk merombak tatanan sosial justru dengan pertama kali mengingkari keunggulan sukunya sendiri, yaitu Suku Quraisy yang dianggap paling tinggi derajatnya di antara suku-suku yang lain. Dalam kurun waktu 22 tahun, perjuangan Muhammad itu kemudian memunculkan tatanan sosial yang baru, yaitu kehidupan masyarakat yang egaliter dan menjunjung nilai keadilan. Itulah sebabnya kenapa Michael H. Hart meletakkan beliau pada urutan paling berpengaruh dalam sejarah
 Muhammad SAW, ditasbihkan menjadi rasul Allah jauh sebelum dia dilahirkan ke dunia ini. Terlahir di tengah-tengah Suku Quraisy, Muhammad tidak hidup dalam kemewahan. Dia yatim piatu ketika masih kecil. Ditinggalkan oleh kakeknya yang disayangi, kemudian hidup dengan pamannya, Abi Thalib yang selalu berusaha melindunginya. Pada akhirnya, paman yang selalu melindunginya dan menjaganya itu juga meninggalkannya. Kematian pamannya membuatnya bersedih hati, pamannya belum mengucapkan syahadat kala itu.

Novel ini mencoba mengungkapkan Muhammad SAW sebagai sisi manusia, bukan sebagai utusan Allah yang selalu benar. Namun, Muhammad sebagai manusia yang mempunyai sifat manusia, dan diutus sebagai seorang suri tauladan yang baik untuk manusia lainnya. Bukan sebagai seseorang dengan mukjizat yang 'wah' dan langsung membuat orang-orang percaya kepadanya, Muhammad membawa mukjizat berupa Al-Qur'an dan membawa dirinya sendiri sebagai role model. Perintah pertama yang diterimanya: "Bacalah" seakan menunjukkan bahwa sampai kapan pun manusia harus selalu belajar, harus selalu berusaha 'membaca' untuk tahu. Muhammad diutus sebagai Rasul akhir zaman yang berusaha menciptakan tatanan sosial baru sesuai petunjuk dari Allah SWT.

Muhammad mencontohkan kesabaran, kekuatan diri, kepasrahan, dan kepercayaan hanya kepada Allah. Terusir dari tanah kelahirannya sendiri, Mekkah, menuju tempat yang jauh, mendapat perlindungan dari penduduk Madinah, namun juga dihadang dengan fitnah-fitnah yang tak pernah usai menderanya. Muhammad menyadarkan, bahwa jalan menuju Allah tidak mudah. Pun sampai akhir zaman. Jalan menuju Allah tak pernah mudah.

Abdur Rahman Asy-Syarqowi menyuguhkan sejarah Muhammad dengan memilih bentuk cerita, bukan bentuk deskripsi atau bahasan. Menurutnya, menyebarkan buku-buku yang membahas tentang peradaban Islam di tengah masyarakat yang begitu heterogen ideologi dan agamanya tidaklah tugas seorang budayawan belaka, tetapi merupakan keharusan umat Islam dan tanggung jawab setiap orang melalui keahliannya. Abdur Rahman sedang mencoba memikul tanggung jawab sesuai dengan keahliannya, menulis cerita.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.