Minggu, 14 Februari 2016

[Resensi] Looking For Alaska


Looking For Alaska (John Green)

Judul buku         : Looking For Alaska (Mencari Alaska)
Pengarang         : John Green
Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit      : 2015 (cetakan kelima)
Jumlah halaman : 286 halaman
Jenis buku         : Novel fiksi remaja

John Green atau memiliki nama lengkap John Michael Green merupakan penulis novel fiksi remaja sekaligus pencipta video-video pendidikan yang berasal dari Amerika. Looking for Alaska merupakan novel pertamanya yang berhasil meraih anugerah Michael Printz Award. Beberapa karyanya yang lain bahkan sudah difilmkan seperti Paper Towns dan The Fault in Our Stars.
  
Meskipun merupakan novel fiksi remaja yang hampir menyerupai teenlit, Looking for Alaska tidak melulu membicarakan tentang cinta maupun jangkitan virus merah jambu pada remaja. Novel ini lebih bercerita mengenai persahabatan dan gilanya kehidupan sekolah di sebuah asrama, serta berbicara tentang kehidupan yang selalu penuh pertanyaan untuk dijawab.
Miles Halter, seorang yang sangat menyukai kata-kata terakhir para tokoh, merasakan kehidupan yang membosankan di tempat asalnya di Florida. Ia masuk ke sekolah asrama Culver Creek di Alabama untuk mencari apa yang disebut dengan 'kemungkinan besar'. 

Pertemuan dengan Kolonel, Alaska, dan Takumi yang memberikan julukan baru padanya, 'Pudge', membuat hidupnya tak sama lagi. Mereka menghabiskan masa-masa kenakalan remaja, menjajal hal-hal baru dan liar, serta mendapatkan berbagai bentuk 'kemungkinan besar' yang mereka cari.

Alaska Young, seorang gadis yang memiliki emosi meledak-ledak, penyuka buku, dan pencetus ide-ide gila telah berhasil menarik Pudge ke dalam lingkarannya. Dia selalu punya kejutan yang membuat Pudge tak bisa lepas darinya. Hanya seratus duapuluh hari Pudge mengenal sosok Alaska. Tapi gadis itu sudah berhasil membuatnya memikirkan hal-hal yang tak ada di pikirannya sebelumnya. Pudge tahu semua kata-kata terakhir para tokoh terkenal lewat buku biografi mereka. Namun Pudge tak pernah mengetahui kata-kata terakhir Alaska, seorang gadis misterius yang penuh kejutan.

Bagaimana caramu keluar dari labirin penderitaan? Itu pertanyaan terpenting Alaska Young pada kelas Dr. Hyde yang selalu terngiang-ngiang di telinga Pudge. Pertanyaan yang menempatkan fakta tak terbantahkan mengenai penderitaan dalam pemahaman mengenai dunia. Dan kemungkinan jawabannya adalah satu: kematian.




Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.