Senin, 07 September 2015

APA?

Bandara Ngurah Rai


Malam itu, seorang kawan tiba-tiba menanyakan hal yang tidak biasa via WA:
Rul, apa yang membuatmu selalu ingin bangun di pagi hari?

Esoknya, seorang kawan yang lain mengirimkan pesan pribadi yang menceritakan tentang kegagalan yang diraihnya dan sedang bertanya-tanya:
Tuhan lagi ngarahin aku ke mana sih?I don’t even know what I wanna know.Aku gatau apa yang membuat masih ingin bangun di pagi hari. Sometimes aku ngerasa kayak zombie yang cuma bangun untuk ngelakuin rutinitas.

Sering,kita dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Apa yang sebenarnya kita lakukan setiap hari? Kenapa harus bangun lagi di tengah-tengah kehidupan yang membosankan? Apa yang seharusnya kita lakukan di antara waktu hidup dan mati ini?

Pertanyaan lain muncul lagi, ketika kemarin saya pergi membantu pelaksanaan les Bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah yang diadakan Komunitas Bule Mengajar di Kulonprogo. Ada satu sesi yang membicarakan soal cita-cita, change the world. Saat itu founder BM menanyakan pada anak-anak yang masih SMA:
Apa cita-cita kalian? Apakah seperti orang kebanyakan?Lulus sekolah untuk cari kerja, kemudian menikah, punya anak-anak, lalu menikmati hari tua, kemudian mati?

Pertanyaan-pertanyaan itu seakan datang beruntun kepada saya. Lewat cara yang berbeda, lewat hari yang berbeda, lewat orang yang berbeda. Bagaimana cara saya untuk menghabiskan kehidupan di dunia ini? Kadang-kadang, saya merasa sedang bermain dalam film Maze Runner. Ditempatkan pada suatu tempat yang lama kelamaan terasa  nyaman, lalu tidak bergerak kemana-mana. Sampai akhirnya Thomas datang dan membuat semuanya menghadapi resiko dan keluar dari kebiasaan. Dan pertanyaan-pertanyaan tadi seakan berbicara kepada saya yang lemah ini: hidup itu jangan sekedar lewat!

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.