Senin, 25 November 2013

SEBUAH PERJALANAN (FLORES)

When was the last time you dissappeared?
From the jungle we called cities?
From everyday conversations that become repetitive?
Why not now?

When was the last time you really had enough time,
To sense any of this?
The sand of the beach. Sunset hues. The occustration of the nature.

When was the last time you floated accros the line?
Overgoes roads, and lost sense of time?
Why not now?
We float to nature.

(Float 2 Nature—When Was The Last Time)

Perjalanan menjadi penting, ketika kau merasa tak tahu lagi ke mana harus melangkah. Inti sebuah perjalanan bukan sekedar bisa berkunjung ke tempat-tempat yang dianggap unik, indah, atau mempesona. Bukan hanya berfoto ria di obyek wisata terkenal, lalu membuat iri orang lain seantero jagad maya dengan unggahan foto-foto di media sosial. Makna sebuah perjalanan lebih dari itu. Dan yang pasti, perjalanan itu adalah suatu proses mencari dan menemukan. Iya, mencari dan menemukan.

Tulisan-tulisan selanjutnya di laman hitamputihpelangi ini akan berisi secuplik catatan perjalanan selama hampir dua bulan menjajaki sekitar hampir separuh daratan Flores. Sebuah perjalanan yang penuh dengan kejutan-kejutan di daerah timur Indonesia yang masih minim polusi dan alam yang bisa dibilang sangat mempesona, serta warga yang benar-benar membuat kami merasakan indahnya kehangatan Indonesia. Inilah kisah perjalanan di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam bingkai kacamataku.

Bersama Linda. Senja yang terdampar.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.