Selasa, 18 Desember 2012

SKRIPSI. JALAN-JALAN.



Cintai scriptsweetmu.
Itu salah satu jargon yang selalu kuingat-ingat agar aku selalu teringat pada skripsi. Skripsi, salah satu tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh mahasiswa S1 di seluruh penjuru negeri ini. Kenapa bukan “cintai scrip-shitmu”? Karena, kabarnya nama adalah doa. Berikan nama yang baik, maka kebaikan akan sendirinya menghampirimu.
Oke. Tulisan ini tak akan membahas panjang lebar mengenai skripsiku secara keseluruhan, hanya akan bercerita mengenai salah satu bagian prosesnya, yaitu lapangan skripsi.
Di fakultasku, Fakultas Geografi, hampir sebagian besar pengerjaan skripsi memerlukan tinjauan langsung ke lapangan, intinya: jalan-jalan. Ya, lebih tepat jika disebut dengan jalan-jalan, karena lapangan skripsi itu tidak se-embuh yang dibayangkan kok. Kita Cuma perlu berjalan-jalan. Dalam keseluruhan proses, kegiatan lapangan skripsi, menurut pendapat beberapa temanku, merupakan bagian yang paling dinanti-nantikan daripada pengerjaan laporan, pengolahan data, pembahasan, dan keharusan melakukan segala tetek bengek konsultasi dengan dosen dan presentasi di hadapan mahasiswa atau dosen.
Judul skripsiku berkaitan dengan pendugaan letak mataair menggunakan data citra penginderaan jauh, dimana diperlukan pengolahan citra sebelum lapangan, kemudian kegiatan di lapangan dilakukan untuk mengecek kebenaran interpretasi pendugaan sebelumnya. Bener nggak sih, di tempat ini ada mataair? Di sana ada mataair? Di situ ada mataair?
Dan, di suatu hari di bulan Desember, karena keterbatasan waktu, mau nggak mau aku sudah harus melakukan cek lapangan. Tak perlu dijelaskan kenapa “harus”. Ada suatu sebab yang membuat aku harus sudah melakukan sebagian kegiatan lapangan sebelum pertengahan Desember (walaupun kegiatan lapangan yang ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan pengerjaan skripsi).
Di suatu waktu juga ditemani oleh teman sepenganggungan, Annur. Di lain waktu, istimewanya, juga ditemani oleh dosenku, Pak Yatno, dan 3 orang teman menyenangkan (Saddam, Titik, Sigit). Di suatu waktu lainnya lagi, dibantu oleh 4 orang teman seangkatan yang super ( Monica, Favian, Ical, Sammy). Kami mulai berjalan-jalan. Melihat di peta, mencari lokasi-lokasi yang sudah kutandai sebagai tempat yang kuduga ada mataair di sana. Dan kegiatan lapangan skripsi kali ini memang benar-benar menjadi jalan-jalan mencari tempat jeguran, alias tempat berenang dan mandi, karena sebagian besar mataair yang kami temukan memang digunakan untuk itu. Sekaligus, mencari tempat wingit. Karena, pemunculan mata air yang terkait erat dengan adanya gerumbulan pohon – di lapangan kenyataannya berada di dekat pohon-pohon besar berusia tua dengan tajuk cenderung rapat – dan juga dekat dengan pemakaman, maka banyak orang yang menganggapnya sebagai tempat keramat. What the hell. That’s a reality.
 Tempat jeguran seru di daerah Gamping. Di daerah tepian Ring Road Barat masih ada juga tempat berair jernih seperti ini....

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.