Rabu, 11 Januari 2012

SAYA BUTUH REM DAN CERMIN

Sontak terkaget,
Kenyataannya, apa yang ada pada diriku tak lebih baik dari apa yang kusesalkan pada diri orang lain. Aku merasa "dikecewakan" oleh banyak orang. Tak bisa mengelak, aku itu juga "mengecewakan" banyak orang. Hukum sebab akibat itu selalu ada. Kalau aku sekarang kecewa, pasti aku pernah membuat kecewa. Mungkin tidak dengan orang sama. Lingkaran di sekitarku sudah berputar sesuai skenario-Nya.

Saat aku mengeluarkan kata-kata, saat aku merangkai huruf-huruf, saat aku mengupdate status facebook, saat aku nyampah di twitter, saat apapun, kesadaran itu terkadang hilang. Kesadaran kalau aku tidak bisa hidup sendiri sekarang ini, walaupun pada akhirnya aku juga akan sendiri. Kesadaran yang hilang dan membuat aku lupa kalau kata-kata atau tulisan yang aku keluarkan bukan hanya untukku. Aku akan dengan mudah melupakan apa yang aku tulis atau apa yang aku katakan. Buat orang lain? Beberapa kata-kata atau tulisan itu mungkin akan meresap, entah kata sindiran, pujian, atau apapun itu. Dan efeknya bisa jadi sesuatu hal yang yang terbayangkan sebelumnya. Jika efeknya buruk, itu artinya aku telah "mengecewakan" orang lain. Dan kesimpulan lanjutannya, aku harus siap-siap lebih kecewa di kemudian hari. Itu pasti.

Aku butuh rem,
Aku butuh cermin,
Aku butuh sedikit sandungan untuk membuatku berdiri sendiri nantinya,
BERTERIAKLAH di telingaku saat aku sudah terlalu menulikan kupingku.
Aku butuh kamu, kamu, dan KAMU, yang memberiku hidup dan akan mengambil hidupku kembali.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.