Jumat, 27 Januari 2012

SUNGAI-SUNGAI YANG MENGALIR DI BAWAHNYA....

"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain" (Al-An'am: 6)

Sungai yang mengalir di dalam perut bumi. Dimanakah kita dapat menemukannya? Mari kita tengok Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten yang hampir keseluruhan wilayahnya tersusun atas bentuklahan karst. Menikmati sungai bawah tanahnya adalah salah satu kenikmatan luar biasa.
Gimana cara menikmatinya? Salah satunya adalah dengan cave tubing. Apaan tuh cave tubing??? Intinya adalah berpetualang menyusuri sungai bawah tanah melewati gua-gua yang keren. Ada beberapa tempat yang menawarkan cave tubing di Gunungkidul, salah satunya adalah Cave Tubing Kalisuci di Kecamatan Semanu. Kalau pengen tahu lebih lanjut bisa langsung mengunjungi blog Kalisuci.

Yang pasti, kita bisa puas menyusuri gua karst dengan aman dan nyaman. Menikmati ciptaan Allah yang harus dijaga sampai batas kita tak mampu lagi... *jargon mapala
 =all photo by Yudhistira Tri Nurteisa=
Sebelum Start
Nikmati arusnya kawan... Mengalir bersama ban dalem....
Hanya kecil di antara ciptaanNya Yang Maha Besar
berhenti dan berenang. Sayangnya lagi musim hujan, tidak sejernih ketika kemarau...

di garis finish

Rabu, 11 Januari 2012

SAYA BUTUH REM DAN CERMIN

Sontak terkaget,
Kenyataannya, apa yang ada pada diriku tak lebih baik dari apa yang kusesalkan pada diri orang lain. Aku merasa "dikecewakan" oleh banyak orang. Tak bisa mengelak, aku itu juga "mengecewakan" banyak orang. Hukum sebab akibat itu selalu ada. Kalau aku sekarang kecewa, pasti aku pernah membuat kecewa. Mungkin tidak dengan orang sama. Lingkaran di sekitarku sudah berputar sesuai skenario-Nya.

Saat aku mengeluarkan kata-kata, saat aku merangkai huruf-huruf, saat aku mengupdate status facebook, saat aku nyampah di twitter, saat apapun, kesadaran itu terkadang hilang. Kesadaran kalau aku tidak bisa hidup sendiri sekarang ini, walaupun pada akhirnya aku juga akan sendiri. Kesadaran yang hilang dan membuat aku lupa kalau kata-kata atau tulisan yang aku keluarkan bukan hanya untukku. Aku akan dengan mudah melupakan apa yang aku tulis atau apa yang aku katakan. Buat orang lain? Beberapa kata-kata atau tulisan itu mungkin akan meresap, entah kata sindiran, pujian, atau apapun itu. Dan efeknya bisa jadi sesuatu hal yang yang terbayangkan sebelumnya. Jika efeknya buruk, itu artinya aku telah "mengecewakan" orang lain. Dan kesimpulan lanjutannya, aku harus siap-siap lebih kecewa di kemudian hari. Itu pasti.

Aku butuh rem,
Aku butuh cermin,
Aku butuh sedikit sandungan untuk membuatku berdiri sendiri nantinya,
BERTERIAKLAH di telingaku saat aku sudah terlalu menulikan kupingku.
Aku butuh kamu, kamu, dan KAMU, yang memberiku hidup dan akan mengambil hidupku kembali.

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.