Rabu, 21 September 2011

SEBELUM KAMI TERPERCIK KE JALAN MASING-MASING

Kartografi dan Penginderaan Jauh 2008 (KPJ'08)

Foto bersama setelah KKL, sebelum terpercik ke jalan masing-masing


Hampir empat tahun kami bersama. Hampir empat tahun kami punya cerita. Lebih lama dari masa-masa SMP maupun SMA.Kata orang, masa SMA adalah masa paling indah. Namun, tidak demikian menurutku. Masa kuliah, juga merupakan masa-masa yang sangat indah ^^,

Kami,hampir ber-50. Dengan seragam ala taksi kami... hahaha =D


"Selamanya kita, tak akan berhenti mengejar matahari (Ari Lasso, Mengejar Matahari)"
Lagu yang mengalun dan tertulis di salah satu note (MENGEJAR MATAHARI; weLcome 7th semester..|(^.^)/). Note seorang teman yang sering menjadi motivator kami, Yulia Hartoyo. Katanya: "note ini ditulis sebelum kita terpercik ke jalan masing-masing"

Terpercik ke jalan masing-masing. Yap, kami sudah semester 7. Semakin ke sini, semakin jelas percikan-percikan itu. Bakal jarang ketemu lagi. Bakal jarang sekelas lagi sama mereka-mereka. Di sini kami sudah mulai dituntut menulis proposal, siap-siap menulis skripsi, KKN sendiri-sendiri, tidak ada lagi masa-masa indah dan edannya KKL (kuliah lapangan). Intinya, makin tua, harus makin bisa jalan sendiri-sendiri. Semakin terasa sudah, ada yang sibuk dengan proyek di fakultas lain, di perusahaan konsultan, di tempat les-lesan, sibuk berwirausaha, atau sibuk dengan yang lainnya. Kami tak tahu apakah nanti bisa lulus tepat waktu atau molor-molor seperti kebanyakan angkatan sebelum kami.

Para lelaki KPJ08 yang ternyata ganteng-ganteng =D

15 wanita di antara berbanyak lelaki

Ketika teman-teman seangkatan kami di prodi-prodi sebelah sudah sibuk dengan KKN, sudah sibuk dengan kompre, sudah bisa menulis proposal skripsi, kami masih sibuk ambil matakuliah ini itu, masih sibuk dengan praktikum ini itu. Untungnya kami selalu bisa menenangkan diri satu sama lain. Postingan-postingan di grup terkadang sering menjadi penghibur akibat galau "telat lulus" bagi kami.

Bersama mereka. Aku bisa dengan bebas menjadi diriku sendiri, tanpa takut orang akan mencap aku seperti apa. Mereka tahu busuk dan burukku. Punya impian dan cita-cita yang selalu bisa dishare. Memperbaiki diri tanpa menggurui. Saling tahu dan saling menerima sifat masing-masing. Mereka adalah doaku yang dikabulkan semasa aku masih SMA. ^^,
suatu saat kita bakal kangen ini kok =)







Rabu, 14 September 2011

CAHAYA

"karena hidup diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata" [donny dirgantoro, 2]

Kemarin lusa iseng-iseng aku jalan ke Shoping, semacam warung bukunya kota Yogyakarta. Buku macam mana lumayan lengkap, gedhe, murah-murah pula (bisa ditawar). Tadinya mau beli buku "Metodologi Penelitian Geografi". Maklumlah, udah angkatan tua, semester tujuh. Semester akhir kalo orang bilang [itu orang yang bilang, bukan aku] :p. Aku coba ubek-ubek los lantai bawah, eh, nggak ada tuh bukunya. Susah ya ternyata?? Niat baik tak selamanya mendapatkan hasil sesuai. haha. Saat itu juga, mataku tertumbuk sama kumpulan novel-novel yang menarik hati. Novelnya Tere Liye, novelnya Dee, novelnya Donny Dhirgantoro.

Aku timbang-timbang macam pedagang sayuran. Angkat bukunya, bolak-balikin tapi nggak bisa dibuka [secara, masih disegel plastik]. Setelah timbangan dirasa pas sama kantong, setelah tawar menawar nyampe dapat harga murah [beneran deh, sumpah!], akhirnya aku beli novelnya mas Donny yang judulnya '2' sama Madre-nya mba Dee.

Nyampe rumah, setelah segel dibuka, lahap juga aku nyelesein tuh novel. Sampai pada satu bagian dengan kutipan kayak gini: "karena hidup diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata"
DEGG!!! tiba-tiba aku keinget "sesuatu". Sesuatu banget, tapi bukan sesuatunya Syahrini... -________-
Dan sesuatu itu adalah 27 Mei 2006. Hahaha. Selalu deh, inget yang itu. Selalu deh, ngomongin itu. Hmm, tapi itu emang bikin keinget terus sih....

27 Mei 2006. Bantul. Bantul, 27 Mei 2006. Gempa. Yap, gempa paling tak terlupakan tuh buatku. Detik-detik hampir satu menit itu bergerak lambat kurasakan. Aku masih inget, ada di depan layar monitor, lagi mau ngeprint LPJ kegiatan, tinggal klik ajaaa. Tapi semacam tak sadar, ada yang menggoncang-goncang tubuhku, eh, tepatnya rumahku. Setelah itu, gemuruh hebat memekakkan telinga. Dan dengan begonya, aku mengira itu pesawat jatuh! Pesawat yang jatuh sayapnya nimpa rumahku!! Haa, entahlah, dulu aku sering berimajinasi: gimana ya kalo tiba-tiba di pekarangan rumahku ada pesawat jatuh??? [efek kebanyakan baca berita tentang pesawat jatuh]

Aku tak tahu berapa detik rasa bego itu hinggap di otakku. Yang aku inget, aku beberapa saat mematung, terdiam, sampai aku denger teriakan GEMPA! GEMPA! GEMPA! ALLAHU AKBAR! KUKUH BAKUH!!! Aku baru sadar, oh, gempa ya???? -ziiiiiiiiiiink
Saat itu pula kakiku refleks melangkah keluar kamar. Semua jendela dan pintu rumah masih dikunci. Semuanya terasa alami. Serasa ada yang menarikku pergi dari kamar itu. Dan semuanya tiba-tiba gelap banget, bergemuruh, aku inget banget itu. Suara kaca pecah, gemeretak kayu, suara bruuuk berkali-kali. Dan itu semuanya di sekelilingku. Aku kehilangan kendali atas otak dan kesadaranku. Dan entah berapa detik itu terjadi....

Minggu, 04 September 2011

JERUJI BESI

Sabtu, 3 September 2011

gambar diambil dari karikatoer.blogspot.com


Pagi ini, aku berharap bisa meneruskan beberapa pekerjaan yang tertunda, setelah kemarin seharian masuk angin dan seharian malah tertidur pulas layaknya putri tidur. *huek
Tapi, sekitar jam 10.00, dua bapak tetanggaku ke rumah, mengajak bapakku untuk jenguk tetanggaku yang lain. Alhasil aku mengantar Bapak, karena bapakku sudah mulai mengkhawatirkan kalau naik motor sendiri. Kali ini, bukan menjenguk orang sakit, tapi lebih tepatnya menjenguk "pesakitan". Yap, kami menjenguk tetangga kami yang dipenjara karena sebuah kasus di dunia rumah tangga. Apapun kasusnya, itu nggak begitu penting. Yang kutahu beliau itu tetanggaku, teman ronda bapakku, dan orang yang bisa bersosialisasi dengan tetangga. Kalau urusan rumah tangganya, kami nggak ngurusin.

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.