Rabu, 10 Agustus 2011

Kesalahan (Hampir) Selalu Ada Untuk Kebenaran dan Kebaikan


Benang merah itu selalu dapat ditemukan untuk menyambung helai demi helai kain dalam mozaik-mozaik kehidupanku. Sekali aku memutuskan untuk menggunting benang merah itu, seluruh mozaik tidak akan tersusun dengan sempurna. Mozaik masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Aku cukup mengerti mengapa aku tak melakukan saran mereka. Saran untuk memisahkan setiap potongan masa lalu, masa kini, dan masa depan.



Kesalahan (hampir) selalu memberi janji tersendiri. Janji untuk membuat aku lebih baik di masa depan. Berani tebak, orang yang belajar dari kesalahan akan mempunyai kekuatan tersendiri dari dalam dirinya. Orang yang berhenti karena satu kesalahan dan tak mau belajar untuk tidak mengulangi kesalahan itu adalah seorang pengecut. Aku selalu ingin belajar untuk tidak menjadi seorang pengecut.

Rasanya dipojokkan karena telah melakukan pengkhianatan. Penusukan dari belakang. Ah, itu semua terjadi begitu saja. Tanpa itu aku tak tahu betapa berharganya sahabat untukku. Tanpa itu aku tak tahu bagaimana cara menghargai perasaan orang lain. Itu pelajaran pertamaku.

Parkiran, selalu menemukan tempat sendiri dalam setiap kenangan itu. Dengan mencium pipinya dan memeluknya dengan erat, aku tahu bagaimana rasanya berkhianat pada Tuhan. Ketakutan yang tak bisa kujelaskan secara logika. Karena pada rasa takut itu aku sebenarnya merasa berbunga-bunga pada permukaannya. Tuhan telah memberiku satu kesempatan  untuk hidup dan terhindar dari tumpukan bebatuan itu, tapi aku berkhianat pada-Nya. Tanpa itu, aku tak akan memutuskan untuk mengendalikan beberapa bagian dari diriku.Tanpa itu aku mungkin hanya tahu teori tentang sakit hati tanpa tahu apa sebenarnya sakit hati itu. Itu pelajaran keduaku.

Time heals every wound. Waktu akan menyembuhkan setiap luka. Aku percaya itu. Aku masih punya pelajaran ketiga, keempat, kelima, bahkan sampai ke seratus. Tapi tak usah kujabarkan di sini. Inti tulisan ini sebenarnya hanya satu kalimat: Kesalahan (hampir) selalu ada untuk kebenaran dan kebaikan.

Thanks to R.A.Y.S for all lessons.

 Dan nun jauh di hamparan taman hati sana, terdengan bisikan, “Saya merindui Anda”. Selanjutnya, melodi-melodi itu terekam kembali, “Dear God. The only thing I ask for You is to hold her when I’m not arround, when I much to far away…” (Dear God_A7V)

Sekarang, aku yakin Tuhan selalu memegangiku. Dia selalu ada di setiap urat nadiku. Dan agar Dia memaafkanku, aku harus selalu berusaha membuktikan pada-Nya, bahwa aku benar-benar minta maaf atas semuanya.

_roel.rainbow@gmail.com_

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.