Sabtu, 04 Juni 2011

Tak Ada Pemberian-Nya yang Buruk untuk Kamu Nikmati

Ingat nggak ketika 5 tahun lalu kehidupanmu berubah tiba-tiba? Rumah besar dan bagus tak ada harganya saat tiba-tiba Tuhan ingin kamu nggak punya rumah. Hampir sebulan tidur di bawah tenda terpal biru. Hujan, panas, suasana mencekam entah siang entah malam. Sirene ambulans, mobil polisi, helikopter, semua meraung-raung menjadi satu. Nonton piala dunia di berselimut malam yang dingin, beratapkan langit, beralaskan tanah.
Semua itu terasa buruk kalau kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk.

Ingat nggak saat taun lalu kamu melihat duniamu yang warna-warni berubah menjadi abu-abu? Abu-abu dalam arti yang sebenarnya. Atap-atap warnanya putih, sesak napas di sana-sini. Betapa paniknya orang-orang menyelamatkan diri. Seorang anak di pengungsian bahkan selalu mengatakan, "aku mau pulang..." Padahal, kamu tau dia mungkin tak akan bisa pulang seperti dulu. Betapa beruntungnya kamu yang tak perlu meninggalkan tanah kelahiranmu, tanah bermainmu, dan tanah tumbuhmu.
Tuhan tak pernah memberikan sesuatu yang buruk buat kamu.


Ingat nggak betapa paniknya kamu melihat api menyala-nyala melahap rumah sebelahmu? Padahal itu belum kiamat. Kamu belum mati. Dan semuanya baik-baik saja setelah itu.

Ingat nggak?
Saat kamu sakit. Saat ibumu sakit. Saat ayahmu sakit. Saat nenekmu hanya tinggal jasad. Saat kakakmu tak lagi serumah denganmu. Saat sakit hati demi sakit hati hilang satu per satu.

Ingat nggak?
Ingat nggak?
Ingat nggak?

Percayalah, Tuhan cuma pengen kamu mengingat, karena kamu sering lupa. Dan cara Tuhan untuk mengingatkan selalu istimewa dan tak mudah terlupakan. Itu karena Tuhan tahu kamu punya otak, dan Tuhan tahu kamu bisa berpikir dengan otakmu itu. Tuhan tahu kamu juga punya hati, dan Tuhan tak ingin hatimu mengeras sebelum kamu mati. Maka Tuhan memberikan itu semua buatmu.

Percayalah, tak ada sesuatu yang buruk dari-Nya untuk dinikmati.

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.