Sabtu, 04 Juni 2011

Belajar Bisa Di Mana Aja, Kapan Aja, dan Itu Enak-Enak Aja

Masih di Pntai Goa Cemara. Di tempat yang aku bilang rimbun, teduh, dan menyenangkan. Orang bilang, kalau tempat yang sepi dan memiliki karakter semacam PantaiGoa Cemara, cocoknya buat piknik, pacaran, dan liburan. Tapi, anak-anak manis ini rasa, di bawah rimbunnya daun dan ranting pohon cemara sangat cocok untuk belajar dengan rileks.


Aku ketemu mereka saat jalan-jalan menjelajah goa cemara. Asyik aja melihat mereka duduk melingkar di bawah pohon cemara yang teduh sambil nyalain laptop. Begitu aku datengin, aku langsung bilang,"Dek, boleh difoto nggak??"
Dan mereka langsung bilang "iya" sambil malu-malu kepiting gitu. Hoho.
Ternyata mereka siswi-siswi kelas VII SMP 2 Pandak. Asyik deh, punya sekolah yang nggak jauh-jauh amat dari pantai. =))


Selain anak-anak manis di atas, aku dan embakku juga menemukan kapal nelayan, dan itu ternyata milik SMK N 1 Kelautan. Wow, boleh juga ya, sekolah sambil mengenal dunia bahari. Sekolah yang di dalamnya ada ketrampilan semacam itu memang penting menurutku, karena Indonesia kan negara maritim =)

Fresh Inside, Spirit Outside

Selamat hari Sabtu all!! Yes! I have a nice weekend.
Sabtu pagi ini aku dan mbakku akhirnya bisa menjalankan rencana weekend bareng. Kemana kita hari ini???

Kita ke...
"Pantai Gua Cemara...

Yup, Pantai Gua Cemara. Meskipun namanya "Gua Cemara", tapi jangan salah, di sana nggak ada goa sama sekali. Gua cemara itu sebutan buat pantai itu karena di sepanjang pantai tersebut ditanami pohon-pohon cemara. Jarak  tanam antar pohon dibikin sama. Jadi, saat cemara-cemara itu tumbuh tinggi dan besar, naungan tajuk-tajuknya bisa membentuk semacam gua. Kenapa ditanami cemara? Kalau nggak salah, dosenku dulu pernah bilang buat mengurangi efek abrasi. Secara, ombak di pesisir Selatan Jawa emang mampu "menggetarkan kalbu". Kalo aku liat sih, ombak di pantai ini lebih besar daripada di Pantai Parangtritis karena letaknya emang lebih jauh dari palung.

Pantai Gua Cemara berada sederet dengan Pantai Parangtritis (yang enak buat lari pagi), Pantai Depok (yang enak buat makan-makan seafood), Pantai Pandansimo, Pantai Sanden, Pantai Pandansari (yang ada mercusurnya), pantai Kuwaru (yang lg berkembang), dan pantai Teduh (yang ada kincir anginnya). Buat yang bukan orang Jogja pasti agak bingung deh, dimana ya ituu???
Pantai Goa Cemara ni tepatnya ada di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul (25 km dari rumahku --> nggak penting).

Tak Ada Pemberian-Nya yang Buruk untuk Kamu Nikmati

Ingat nggak ketika 5 tahun lalu kehidupanmu berubah tiba-tiba? Rumah besar dan bagus tak ada harganya saat tiba-tiba Tuhan ingin kamu nggak punya rumah. Hampir sebulan tidur di bawah tenda terpal biru. Hujan, panas, suasana mencekam entah siang entah malam. Sirene ambulans, mobil polisi, helikopter, semua meraung-raung menjadi satu. Nonton piala dunia di berselimut malam yang dingin, beratapkan langit, beralaskan tanah.
Semua itu terasa buruk kalau kamu menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk.

Ingat nggak saat taun lalu kamu melihat duniamu yang warna-warni berubah menjadi abu-abu? Abu-abu dalam arti yang sebenarnya. Atap-atap warnanya putih, sesak napas di sana-sini. Betapa paniknya orang-orang menyelamatkan diri. Seorang anak di pengungsian bahkan selalu mengatakan, "aku mau pulang..." Padahal, kamu tau dia mungkin tak akan bisa pulang seperti dulu. Betapa beruntungnya kamu yang tak perlu meninggalkan tanah kelahiranmu, tanah bermainmu, dan tanah tumbuhmu.
Tuhan tak pernah memberikan sesuatu yang buruk buat kamu.

Jumat, 03 Juni 2011

DIENG, Dataran Tinggi Itu...

Kompleks Gunungapi Dieng lagi bergolak euy!! Statusnya jadi SIAGA. Hww, setelah kemarin dulu gunungapi Merapi, Bromo, sekarang giliran Dieng yang beraksi. "Panen Bencana", mungkin itu yang dipanen Indonesia akhir-akhir ini. Apa yang terjadi hari ini, bisa diprediksi dari masa lalu. Masa kini, bisa digunakan untuk tahu apa yang terjadi di masa lalu. "The Present Is The Key to The Past".

salah satu view-nya Dieng (Wonosobo) --> kentang dimana-mana


Inget Dieng, inget setahun lalu, waktu asyik-asyiknya kuliah lapangan. Apa yang aku rasakan saat menginjakkan kakiku di kawasan dataran tinggi yang satu itu?? Takjub! Takjub! Takjub! Dingin! Dingin! Dingin! Beneran, dingiiin. Dimana-mana ladang sayur. Bayangpun! Sampai radius +/- satu/dua kilometer dari Kawah Sikidang, bener-bener semuanya ditutupi sama ladang sayur (esp. tanaman kentang). Mungkin itu juga alasannya kenapa Pak Sudibyakto mengatakan bahwa Dieng adalah "Dying Dieng". Kenapa? Karena telah terjadi degradasi lingkungan yang 'teramat sangat' seriuss. Kalo mau tahu betapa seriusnya masalah yang ada di sana, bisa baca tulisannya Pak Sudibyakto di Kedaulatan Rakyat.

latar belakang: Kawah Sikidang (salah satu kawahnya Dieng)


Waktu di sana, aku juga sempat nonton film dokumenternya Tragedi Gas Beracun Kawah Sinila Dieng tahun 1979. Wow, ngeri juga. Rasanya, kayak pertama kali nonton film Krakatoa. Unbelievable (nb: baru benar-benar bisa membayangkan secara nyata efek letusan Krakatoa saat gunungapi Merapi mengalami erupsi tahun 2010 lalu). Dan sekarang? Apa harus terjadi kesalahan yang sama kayak Merapi kemarin? Semoga tidak.... #hope

Erupsi gunungapi Dieng tidak sama seperti gunungapi lainnya di Indonesia. Kalo Bromo dan Merapi ngeluarin abu vulkanik, gunungapi yang satu ini ngeluarin Gas CO dan CO2. Nggak berasa, nggak berwarna, nggak berbau, nggak bisa diantisipasi pake masker ijo yang biasa dipake paramedis. Sekali kena, matilah kau!! Jadi, waspada lebih baik daripada terlanjur tewas sia-sia. Uraian tentang Dieng bisa dilihat di Dongeng Geologi niii... Dijamin, bakal nambah pengetahuan kita tentang Dieng.

Satu lagi pesona Dieng : Telaga Warna


Kenalilah lingkunganmu, kenalilah negaramu, rencanakan yang terbaik untuk manusia tanpa mengurangi hak sang planet untuk sekedar bernafas. 

**Indonesia, a country with the ring of fire**
@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.