Senin, 07 Februari 2011

REUNI 3 ANGKATAN

Happy Saturday, 29 Januari 2010

Oke,oke. Sekarang siapa yang memulai??

Hmm, awalnya Putri Dyah Arminingtyas a.k.a Iput yang mengirim message di fb. Akhirnya kesampaianlah kami kumpul-kumpul setelah sekian lama nggak jadi-jadi karena kesibukan kami masing-masing. Saya, Iput, Siti, Mbak Fitria, Mbak Delta. Ada hubungan apa sih aku sama mereka? Haha, tidak ada hubungan kekerabatan, tapi ada hubungan persaudaraan ala SMA 7 Yogyakarta.

Mbak Delta adalah yang tertua pertama di antara kami. Lulus tahun 2005 dan melanjutkan kuliah di UII Akuntansi. Sekarang? Udah lulus dan ketrima kerja di Kemenkes Jakarta sana. Makanya, sebelum ke Jakarta lagi, manfaatkan waktu luang ini buat kumpul-kumpul silaturahmi... =D Mbak Fitria adalah tertua kedua di antara kami, lulus tahun 2007, kuliah di Pendidikan Teknik Informatika UNY, lagi skripsi dan sudah sangat bersiap jadi guru. Iput dan Siti, mereka itu temen deketku sejak SMA. Kuliah di Psikologi UII dan Pendidikan Matematika UAD.


Kami dulu bertemu satu sama lain dalam suasana yang berbeda-beda. Mbak Delta dan Mbak Fitria dulu deket karena OSIS dan MPK. Aku, Iput, Siti... emang udah dari kelas X sudah sering bersama-sama, walopun tidak satu organisasi (tapi kadang satu kepanitiaan dan kami adalah teman satu kelas). Sementara, kami bertiga deket sama mbak Delta karena aktivitas ngobrol tiap satu hari dalam satu minggu selama SMA. Okelah, jadilah kami manusia tiga angkatan yang mengenal satu sama lain.

Pengen sharing aja sih, dari hasil obrolan ketemuan di Sabtu yang hepi itu...
Lama nggak ketemu, membuat kami menceritakan kami sedang apa, sudah apa, dan mau apa. Dan tentu saja yang paling banyak bercuap-cuap adalah mbak Delta (yaiyalah, mantan penyiar radio... =p). Tentang mendewasakan diri karena segala hal yang telah dialami. Setiap peristiwa, setiap perbuatan, sadar tidak sadar akan membawa perubahan dalam diri kita, entah positif entah negatif. Dulu kita pernah SMA, dimana kita lebih suka merasakan rasa senang daripada keprihatinan. Selanjutnya, mau masuk kuliah kita mulai mikir, mau kuliah dimana? Kalo nggak ketrima di sini mau ngapain? Ya, hanya sebatas itu. Lanjut lagi setelah masuk bangku kuliah. Semester-semester awal masih terbawa SMA. Yang dulu SMA idealisme tinggi, makin terpupuk di sini. Pokoknya idealismeku gini, aku harus gini. Yang dulu mengalir bagai air menuruni lereng lembah, semester awal masih mengalir bagai air entah ngalirnya kemana, entah bermuara berhenti di danau yang tenang atau laut dengan ombaknya yang ganas.

Semakin tua, semakin berumur, kita bakalan semakin mikir. Aku kuliah tu sebenernya ngapain? Aku ikut organisasi sebenernya ngapain? Aku kayak gini sebenernya mau apa? Yakin deh, itu pasti ada dalam setiap benak kita. Terkadang yang tak kuat, idealismenya mulai luntur. Yang tadi mengikuti arus air, ada yang melawan arus itu, namun ada juga yang masih terus ikut aliran air. Mulai deh mikir dengan rasa prihatin. Kebanyakan orang mulai membuat target-target yang lebih detail. Tapi tak ada yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Nggak masalah, asal kita kencengin amalan, doa, dan usaha kita. Apapun yang terjadi, pasti baik buat kita kan? Kan? Kan? Manusia dan Jin kan diciptakan untuk beribadah, jadi bener tuu kencengin ibadahnya dulu. Kalau kita mencari akhirat, niscaya dunia akan mengikuti. Kalau kita cari dunia, jangan harap akherat akan ikut...

Tentang kerja dan hidup selanjutnya. Banyak manusia-manusia yang sukses di sekeliling kita karena mereka punya keyakinan. Keyakinan dalam doa, keyakinan akan mimpi, dan keyakinan atas diri sendiri. Rejeki itu emang Allah yang ngatur, tapi jangan harap kita bisa dapet rejeki kalo kita nggak menjemputnya sendiri (banyakin sholat dhuha...). Jangan terlalu memaksa Allah untuk mengikuti keinginan kita, tapi mintalah ridha darinya atas apa yang kita usahakan dan kita kerjakan agar berbuah hasil. Bukan, “Ya Allah, aku minta rejeki yang banyak...” tapi ,”Ya Allah, saya telah berusaha sperti ini, kalau Engkau ridhai, saya memohon hasil yang terbaik...”

Hehe. Banyak pokoknya obrolan yang keluar dari kami....

Ngomongin orang pacaran juga... hahaha. Kadang mikir juga kenapa orang-orang bisa dengan mudahnya gonta-ganti pacar. Apa nggak capek ya mereka? Kenal satu orang, setelah tahu buruk dan busuknya pacar, langsung putus ganti yang lain. Setelah dapet yang lain yang lebih baik, trus ketauan lagi belangnya, cari lagi yang laiin. Begitu seterusnya. Kalo besok nikah, dan tahu kelemahan pasangan, apa iya mau cerai terus kawin lagi, cerai terus kawin lagi... Hmm, kita tak tahu apa yang ada di pikiran masing-masing orang kan? Itu hidup mereka, ini hidup kita. Perhatikan aja sekeliling kita, dan ambil pelajaran dari setiap apa yang mereka alami...

Ngobrolin buku “7 Pembuka Pintu Rejeki”. Naikkanlah potensi yang kita punyai daripada terlalu sibuk mendandani kelemahan kita. Itu kata buku itu. Jadi, kalau bisa jadi pribadi luar biasa , ngapain jadi yang rata-rata?

Kami berlima yang ngobrolin itu semua bukan orang ‘alim yang tahu agama, bukan orang pintar di kampusnya masing-masing, bukan kritikus, dan bukan orang terlanjur kaya yang low profiile. Kami hanya sekumpulan orang biasa yang suka ngobrol dan belajar dari sekeliling kami, biar kami jadi lebih baik lagi. Kami hanyalah orang-orang yang berkeinginan “keep in touch” sampai besok masing-masing dari kita sudah punya hidupnya sendiri,  tua, punya anak, punya cucu...sampai besok kita ketemu lagi di surga masih dengan senyum masih seperti masa-masa ini... Aaamin...

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.