Senin, 07 Februari 2011

HOLIDAY! WE'VE HOLIDAY!! ^^




Berawal dari celetukan tiba-tiba waktu antek-antek KPJ’ers 08 menghadiri pertemuan 2 bulan sekali di rumah Ipul...
“Besok liburan bareng-bareng yook, kemana gitu...”
“Karimunjawa yook...”
“Wah, Karimunjawa terlalu mepeet. Yang deket-deket aja gitu, belom siap uang juga,,,”
“Camping yoook...”
“Piye nek Australian Beach???”
“......” semua diam
“...di Pacitan sih. Tapi pantainya sumpaaah, bagus bangeet, kayak pantai di Australia... Masih perawan pula...” (Aji berbicara)
“Emang kamu udah pernah k pantai di Australiaa???”
“Beloom..”
“Kamu tahu letak pantainyaa???”
“Enggak. Aah ntar pake GPS ajaa....,” (mentang2 mahasiswa geografi)

***


23 Januari 2010 – 24 Januari 2010

kampus

                Celetukan yang akhirnya membawa kami benar-benar berpiknik ria (ini benar-benar piknikk!!!). Sehabis dhuhur, kami berkumpul di kampus, siap sedia dengan 3 mobil toyota Avanza dan 1 Xenia merah maroon. Kenapa pake mobil? Soalnya (1) Musim hujan, lebih aman pake mobil.. (2) kalo naik motor terlalu individualis (ga bisa ngobrol rame-rame) =DD
                Dimulai dari doa bersama sebelum berangkat dan teriakan “Godhong Mlinjo, SO!!” kami capCuss.... Pantai Klaayaar, We’re comiiing.....

Mobil bang Bob

Bob sebagai pemilik sekaligus sopir, Amrih sebagai kenek, Aku dan Annur sebagai dua gelintir orang cantik di dalam mobil itu, Hans, Yatin, dan Rezo sebagai penumpang gila. Intinya, di dalamnya ada sopir  sekaligus penumpang yang gak terlalu waras.
Aku masih ingat...

  1. Tu mobil full-music banget. Jedag-jedug ajeb-ajeb, mulai dari lagu melow, ceria, asing, lagu-lagu kesebelasan sepakbola lokal Indonesia, kadang membuat kita diam, berteriak lantang, woyo-woyo ra cetho, sampai lagu yang bisa bikin muntah-muntah (karena liriknya).
  2. “Sopir travel mode:ON! Maaaf, ini ambulans lagi bawa ibu-ibu hamil yang mau melahirkaan...,” Bob says. Ketemu ‘teman pulang yang menyenangkan’, ala main game balapan, F1 racing. Mau sampai berapa jam? Setengah Jam? Bisaa... Dan aku langsung bilang,”Bentar Bob, aku mau pingsan dulu...”
  3. Ngobrol ngalor-ngidul, ada curcoll, mbribik, ketawa ngakak sepuasnya... (astaghfirullah)
  4. bau tlethong atau peceren lebih nikmat dibandingin k**t** Yatin (semua refleks buka jendela mobil lebar-lebar dan melongok-longok keluar cari udara segar)
  5. full rokok... AC alami (buka jendela lebar-lebar), nggak boleh ngrokok di ruangan ber-AC... (sama aja, mengurangi penggunaan AC tapi menambah asap lain...)
  6. ganjel! Ganjel! Ganjel!! (Bob dan Amrih langsung keluar begitu saja, meninggalkan para penumpangnya...) -- saat mobil yang ditumpangi Irvan a.k.a Ponti ngadat di tanjakan, 2 meter di depan kami, mundur perlahan2... Dan saat dapet ganjel, Xenia itu sudah bisa melesat jauh, diikuti pisuhan dari dua orang yg lari2 cari ganjel *LOL
Perjalanan

(1) Berhenti di Alfamart (ato Indomaret?), beli bola, sapa yang beli handuk kecil kuning dan pink itu?? *LOL
(2) Ada anak sapi nyebrang, ada kambing nyebrang, ada ular nyebrang... (yang ini kasihan, kepalanya berhasil dihindari mobilnya Aji, perutnya berhasil dilindas bannya Ponti, diikuti punya Ipul, dan mobil Bob kebagian nglindas ekornya...) Y,Y
(3)Berhenti sejenak saat ada sapi nyebrang, hmm mungkin 5 km dari pantai. Ketemu anak kecil yang selalu tanya “Itu sapa?” saat melihat orang lewat, “Kae sopo?” tanya lagi sambil tunyuk-tunyuk... Dan saking gemesnya, ibu-ibu PKK Kpj’08 keluar dari mobil, mengeroyoknya dan mengajaknya foto-foto. =P
(4) Kesasar di Pantai Nampu. Hahaha, ini karena GPS-nya minta kita belok kiri teruuus... (learning: jangan terlalu percaya sama GPS, ntar diminta belok kiri,padahal kirinya juraang. wkwk.)
(5) Mitos: “Kalau kita touring, ato pergi bareng-bareng, entah pake motor, entah pake mobil,ato kendaraan lainnya, pasti ada salah satu kendaraan yang bermasalah. Mungkin bannya bocor, mesin ngadat, dll, dsb. Tapi biasanya kalo gitu semua bakalan selamat sampai tujuan... “ (Percaya Nggak Percaya)
(6) Hujan akhir-akhir ini aneh. Di sini hujan deraaas sangat, 10 meter di depan jalanan kering terang benderang, trus hujan deraas lagi, trus cuma gerimis aja... Anomali cuaca yang benar-benar..
(7) Banyak Pos/Klinik Kawin Suntik Sapi... (dari Wonogiri sampai Pacitan...)
(8) Rute Perjalanan: Yogyakarta – Sleman – Bantul – Gunungkidul – Wonogiri – Pacitan – Wonogiri –  Sukoharjo – Solo – Klaten – Sleman – Yogyakarta

Pantai Klayar

Sekitar pukul 17.00 WIB.
                “Wooooow, Pantaiiiii....”
                “Yeaaaaa....”
                “Subhanallah, aku di pantai lagi....”
                Keriangan, ketakjuban, kebahagiaan kami. Pantai Klayar, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Kami menghamburkan diri ke pesisir, mengeluarkan bola, mengeluarkan kamera, melepas alas kaki, menginjakkan kaki ke atas pasir putih nan lembut , meresapi suara deburan ombak... (romantis gitu... =P),
                Hari beranjak gelap. Tetesan air hujan mulai turun. Angin darat mulai berhembus kencang. Tenda mulai dikeluarkan dan didirikan. Beberapa dari kami mencari kamar mandi. Tapi, ternyata terkunci rapat... Hanya kami temui satu sumur beserta ember untuk wudhu di dekat mushola tanpa lampu. Tak ada lampu, gelap gulita, tanpa sinyal, jauh dari peradaban. Hanya ada kami di sini, berduapuluh-enam, sehari semalam. Melupakan segala masalah di kota sana, meredakan rasa sakit yang bersemayam dari ubun-ubun sampai dada. Saya bersama mereka =*
                Sehabis maghrib dan isya’, teman-teman lain telah mengeluarkan kompor dan mie sedaaap. Memasaknya, memakannya bersama-sama shift demi shift, sekadar ganjal perut. Hujan membuat kami terpaksa bersembunyi di balik tenda maupun di dalam mobil yang digunakan sebagai pagar (nggaya). Gitaran, nyanyi, tiduran... Sampai akhirnya hujan reda, dan kami mengeluarkan ubi dan arang yang dibawa sejak dari Jogja. Beberapa lelaki mencari kayu bakar, menyulut api, api unggun. Mari bakar-bakar ubi.... Telo bakar rasa aspal, pasti maknyuss dan bikin lancar BAB... =9
behind the night






tenda kamii...

                Sekitar pukul 02.00 dini hari, aku, Susan, dan Titik merasakan basah-basah air menetes dari tenda kami. Hujan derass lagi... Kami terpaksa mengungsi ke tenda sebelah yang dihuni para lelaki, dan secara tak sadar menggusur mereka keluar dari tenda. Tidur kami kembali nyenyak, sampai bang Kece membangunkan kami sekitar pukul 05.00 WIB, ”Subuuuuh...!!!”

Berpagi Hari di Pantai Klayar

                Aaaaaaaaaa, Ya Allah, sudah seminggu ini aku pengen lari pagi di pantai Parangtritis (yang deket dari rumah) tapi nggak kesampaian. Sekarang.., aku bisa lari-lari pagi di pesisir nan molek ini... Alhamdulillah.... =))


jajaran sm*sh terbaru mode:ON =P

                Aku dan titik menyusuri garis tepi pesisir. Di depan sudah ada Yatin, Hardi, Ipul, Favian,  Kece, Rezo. Yang lain, sepertinya baru pada bangun... Kami menuju ke arah timur, hamparan pasir putih masih mulus halus, tak ada jejak kaki satupun. Kamilah orang pertama yang menorehkan jejak kaki di Pantai Klayar pagi itu. Pantai yang bentuknya seperti teluk di bagian barat; banyak karang agak ke timur dengan ikan2 kecil, kerang dan bulu babi serta airnya yang sungguh jernih; bagian timur adalah pantai dengan teluk juga, tapi memiliki ombak lebih besar daripada bagian barat dan dapat ditemui pula karang yang dapat bersiul akibat tiupan angin (aku nggak lihat sih...). Di sebelah timur ini pula, terdapat batu karang menjulang tinggi yang dinamakan batu klayar, makanya pantainya dinamakan Pantai Klayar.... Ada burung camar juga yang sedang menanti ikan kecil... haa, baru kali ini aku lihat burung camar di pantai...
                Puass benerr mandi di pantai, minum air asin, sehari semalam mendengar deburan ombak, mengira kapal batu bara sebagai pulau nun jauh di selatan sana, mengurangi beban walaupun hanya sedikit, mengagumi ciptaan-Nya, Dzat Yang Maha Hebat....

Facebook Kpj’ers 08



Penuh keceriaan. Wajah2 orang suksees.. Aaaamin

“Semoga kita menjadi teman sampai surgaa...” buk Yul says
Masing-masing dari kita telah melewati masa merah, masa biru, masa abu-abu...
Dan sekarang aku merasa hadir dalam masa yang berwarna-warni...
Kita itu majemuk. Kita tak hanya satu prinsip. Kita berbeda-beda. Beda pikiran, beda suku, beda keyakinan, beda lainnya... karena itulah Tuhan ciptakan cinta hadir untuk kita.. (lhooo, malah ngomongin film cin(T)a...)
Kalo kata Sigitt, “A lot of love and lights with all of u...”
Mereka adalah wujud dari doaku yang dikabulkan, doa semasa SMA... =)
Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi..., senang pernah mengenal mereka...

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.