Sabtu, 24 Desember 2011

AWALNYA NOL





Lahir tidak punya apa-apa. Hanya bisa menangis. Merengek. Takut. Mencari perlindungan. Tak tahu caranya makan sendiri, mandi sendiri. Tak mau kalau sendiri.

Renta. Kembali menjadi bayi. Merengek-rengek seperti bayi. Merajuk minta makan. Marah kalau tak dituruti. Mati kembali tak membawa apa-apa.

Dari nol kembali ke nol.

Dua tahun ini, sesuatu yang sudah beranjak melebihi angka satu, tiba-tiba kembali menjadi nol. Tak ada salahnya kembali menjadi nol. Semua berawal dari nol, dan suka tidak suka, mau tidak mau, nantinya akan menjadi nol. Tapi setidaknya, aku ingin dia menjadi nol yang bernilai. Bukan nol yang kosong.

Kesempatan datang sekali. Ada yang dua kali. Ada yang berkali-kali. Menangkap kesempatan pertama, seperti memenangkan undian berhadiah bermilyar-milyar. Tak semua orang beruntung. Aku ingin menjadi orang yang beruntung itu. Dan untuk itu aku harus melalui nol biar nanti bisa jadi satu, dua, tiga, atau berjuta-juta.

Kalau nol kosong? Nol kosong tidak seperti itu. Dia bukan data ordinal. Dia tak punya nilai. Mengisi yang kosong lebih sulit daripada membuat baik sesuatu yang sudah punya nilai.

Kembali menjadi nol, bukan berarti kembali menjadi mati. Mati itu nanti. Hidup itu sekarang.

OKTOBER – DESEMBER


          Oktober. November. Desember. Wow. Hampir tiga bulan sudah ya aku menghilang dari peredaran. Nulis nggak pernah. Jalan-jalan ke blog orang nggak pernah. Apa siiih susahnya ngeblooog??? *Gaya iklan provider di tipi.
 
        Aku bukan orang yang suka beralasan. Tapi sepertinya aku harus menyampaikan alasan-alasan untuk menjawab pertanyaan semacam: “Kok nggak pernah update lagi sih??”Seneng juga ya kalo blog kita dibaca… Padahal dulu dulu tulisan dibaca sama orang malunya nggak ketulungan :p Okay. Kembali ke alasan. Ada beberapa hal yang membuat aku “libur” dari ngeblog – dan ternyata itu membuat aku kangen ngeblog. 
       
        1. Sakit. Bulan November aku habiskan bersama virus Salmonella Thyposa (bener gak ya namanya?). Dua minggu lebih mangkrak aja di atas kasur. Nggak ngapa-ngapain kecuali makan, tidur, mandi. Sholat pun di atas kasur. Paling banter Cuma bisa update status FB ato twitter lewat ponsel. Minggu-minggu selanjutnya pun masih masa pemulihan. Setelah lama ‘nggak ngapa-ngapain’, memulai untuk ‘ngapa-ngapain’ itu rasanya agak susah juga yaa… :P Apalagi minggu-minggu selanjutnya harus kejar setoran laporan praktikum. Bayar hutang selama aku sakit. Tapi setidaknya masih bisa BW ke blog kawan lain :D
 
     2. Bulan Desember. Selain kejar setoran ini-itu, minggu kedua nggak ada koneksi internet di rumah. Provider dengan semboyan ‘**** that you can trust’ ternyata sedang tidak ingin dipercaya. Padahal update blog biasanya malem-malem di rumah. L L L Baru minggu ini si koneksi kembali ke bentuk normal.
Alhasil. Lengkap sudah sampai detik ini sepi-sepi aja halaman blog ini.

Sekarang. Saya kembali lagiii. Semoga tetep bisa konsisten ngisi blog ini yaa. ^_^
Cukup sekian dan terimakasih anda telah membaca tulisan pendek ini… :D

Rabu, 19 Oktober 2011

MITOS

Kalo kamu nyapu tapi nggak bersih, ntar suamimu brewokan loh...

Kalo kamu makan di depan pintu ntar diculik gendruwo...

Kalo kamu makan nggak abis ayammu entar mati... (*emang aku punya ayam??)

Kalo begini nanti begitu looh...

Itu mitos. Nggak salah sih. Di balik "keanehan" di mitos-mitos itu, ada manfaatnya juga. Biar nyapunya bersih, biar makan di tempatnya (makan di depan pintu rawan ketabrak), biar menghargai makanan yang udah dikasih Allah buat kita. Anak kecil biasanya percaya sama mitos-mitos itu. Aku dulu juga begitu. Haha. Polos banget sih ya aku? :p

Sumber gambar: kaskuzerz.blogspot.com

Lain lagi ceritanya ketika aku sudah SMA. Sebuah SMA bekas rumah sakit di pinggiran kota Yogyakarta. Katanya dulu sering ada suster ngesot, tulang belulang di kamar mandi, musola yang bekas kamar mayat, sering ada yang ngaminin kalo lagi sholat sendirian, pocong, kuntilanak, tuyul, kayaknya kumpulan hantu-hantu Indonesia ada deh di situ -________-". Pernah juga sekolahku itu masuk UKA-UKA, reality show horor yang dulu tayang di salah satu stasiun TV. Horor banget ya kayaknya? Ya, dari cerita orang-orang kayaknya emang horor sih. Tapi aku sendiri belum pernah ngalamin kejadian horor selama 3 tahun sekolah di sana. Malam demi malam yang aku lalui, mulai dari MABIT (malam bina iman dan takwa), pesantren kilat, pelantikan pleton inti, persiapan acara OSIS malem-malem, de el el, de es be, semua menyenangkan tanpa ada si 'dia' yang gangguin kita di sekolah.

Di balik 'ancaman' hororisme itu, ternyata ada sebuah mitos yang 'dipercayai' secara turun temurun. Entah percaya entah enggak. Mitos itu dipercaya sampe sekarang. Kemarin pas aku ngajar di SMA, sempet cerita-cerita dulu sama adek-adek...

A (adek)    : mbak, tahu kalo sekolah kita punya mitos nggak?
M (Marul) : mitos apaan?
A               : mitos taun ganjil ma mitos taun genap?
M              : Ooooh, masih ada juga sampai sekarang tuh mitosnya?
A               : emang mitos apa coba, mBak?
M              : kalo taun ganjil ada siswa yang hamil, kalo taun genap ada siswa yang meninggal

Sereem sih tuh mitosnya. Maksudnya tahun ganjil dan tahun genap itu angkatan lulusnya. Misal, aku lulus tahun 2008 (genap), maka ada yang meninggal pas tahun itu. Hahahaha. Nggak tahu juga sih. Tapi itu bener-bener kejadian. Angkatanku ada yang meninggal satu, kena vertigo atau kanker sih kalo nggak salah. Angkatan atasku ada yang hamil. Tuh kata si adek angkatan yang masih sekolah di SMA 'itu' bilangnya juga begitu. "Dua tahun lalu ada yang hamil, trus tahun berikutnya ada yang meninggal...."

Itu mitos. Mau percaya? Mau enggak? Whatever. Aku cuma pengen cerita. Hohoho.

Eh, tapi ternyata nggak cuma sekolahku yang punya mitos kayak begitu. Dulu kakakku juga pernah cerita soal mitos di SMA tempat dia kerja. Blog temenku si Yandi, dalam serial MILF-nya juga bilang begitu, ada mitos di SMA-nya. Tapi aku lupa mitosnya apaan. Hmm, kali aja temen-temen blogger juga punya cerita yang sama... Bisa dishare tuh.... :P

Senin, 17 Oktober 2011

KATAI PUTIH


23 Februari 1990
Wanita berparas ayu itu tersenggal-senggal. Lelah, itu pasti. Tapi rasa lelah itu terbayar lunas setelah dia mendengar tangis bayi tampan itu. Bayi pertamanya. Prada Bumi Perdana. Seperti bumi yang bersedia menjadi tempat tinggal setiap makhluk-Nya. Anak pertama yang diharapkan ikhlas menerima apa saja yang dikaruniakan untuk dirinya.
Di belahan kota lain, pada jam yang sama, seorang lelaki jangkung yang telah  memasuki usia kepala empat tampak mondar mandir gelisah. Sekali-sekali tangannya dikepalkan dan diremas-remas untuk mengurangi efek gelisah di dalam dadanya. Satu jam sudah dia mondar-mandir, tak berani masuk ke dalam. Setelah keringat dingin mulai menguap sedikit demi sedikit, diberanikan dirinya masuk ke ruangan itu, menenangkan wanita yang sangat dia sayangi . Wanita yang telah memberikan dua buah hati untuknya. Dan inilah yang ketiga. Seorang putri cantik yang dititipkan untuk mereka, Cahya Alia Putri. Seorang wanita lembut yang diharapkan mampu menerangi dirinya sendiri dan membagi sinar untuk sekelilingnya.
William Shakespeare bilang,”Apalah arti sebuah nama?” Tapi orang tua Prada dan Alia yakin, nama adalah doa…

Rabu, 05 Oktober 2011

SAYA dan TUKANG BENSIN

Kebetulan kuliahku semester ini lebih sering dapet jatah pagi-pagi buta. Hm, sebenarnya nggak pagi-pagi buta banget sih. Pengen lebay aja =p

Dan bisa dipastikan kalau aku masuk kuliah jam 7, maka aku akan telat. Jika tidak telat, maka konklusinya aku lagi kesambet malaikat. Begitupun dengan dua hari yang lalu. Sudah tahu aku sering telat, nggak nyadar pula kalau pagi itu bensinku udah limit hampir sekarat. Motorku nggak bakal bisa nyampe POM bensin terdekat. Bensin eceran murni di deket rumah yang hitungan harganya tergolong murah dibanding bensin eceran di tempat lain pun juga tutup. Howaa, oke deh, terpaksa nyeberang ring road selatan.

 Oke deh. Biasa aja. Seperti gaya pembeli bensin lainnya, aku buka jok si Item nan aduhai, membuka tutup tangkinya yang sudah menyerupai tutup botol karatan, kemudian memanggil mas-mas penjual bensin yang lagi ngobrol sama penjual warung sebelahnya.


Aku : Mas bensin 1 aja...
MB  : oke mbak. Kuliah ya mbak?
Aku  : he'eh mas...
MB  : kuliah di mana mbak?
Aku  : hemm. Deket Sardjito iku lho mas...
MB  : Walah. nggaya..
Aku  : Kok iso?
MB  : Ambil apa?
Aku  : Geografi mas..
MB  : Wah, enak ya, bisa kuliah (*sambil menuangkan bensin ke dalam tangki, pandangannya menunduk dalam, seakan mau bilang : Aku yo pengen banget kuliah, mbak! Tapi nggak bisa, jadi aku jualan bensin aja.)
Aku  : hmm, alhamdulillah yah mas aku bisa kuliah...


Aku menyodorkan selembar lima ribuan pada mas itu, "Moga banyak rejeki ya, mas..."


Aku diingatkan lagi. Aku itu lebih beruntung. Kalau aku malas dan nggak bisa memanfaatkan keberuntunganku itu, berarti sama halnya aku menindas orang-orang kurang beruntung seperti mas-mas penjual bensin itu....

Selasa, 04 Oktober 2011

STAY ON THE LINE THAT YOU HAVE MADE


Ketika Tuhan berkehendak, apa yang dapat kita lakukan?
Stay on the line that You have made 
Kalau kata status seorang teman (bli Wayan), "jalan lurus ae....tengok kanan kiri bisa bwt macet.."
Tak peduli apakah itu lurus, apakah itu berbelok, yang penting aku masih bisa melihat garis itu. Garis yang memanduku untuk bisa lebih baik lagi.
Stay on the line that You have made
 Seorang teman lain (Erna) bilang: "berada pada suatu kondisi dimana bisa tersenyum, menangis dan tertawa lepaaaaaaaaaaas......" Yeah, kita bisa berada dalam satu kondisi di mana ada beragam ekspresi di dalamnya.
 
Stay on the line that You have made
 
Aku bisa! Aku mampu! Aku pasti berhasil!
Sugesti. Keberanian. Senyum. Semangat. Doa. Usaha. Mimpi. Kenyataan. Kebaikan. Kekuatan.


Rabu, 21 September 2011

SEBELUM KAMI TERPERCIK KE JALAN MASING-MASING

Kartografi dan Penginderaan Jauh 2008 (KPJ'08)

Foto bersama setelah KKL, sebelum terpercik ke jalan masing-masing


Hampir empat tahun kami bersama. Hampir empat tahun kami punya cerita. Lebih lama dari masa-masa SMP maupun SMA.Kata orang, masa SMA adalah masa paling indah. Namun, tidak demikian menurutku. Masa kuliah, juga merupakan masa-masa yang sangat indah ^^,

Kami,hampir ber-50. Dengan seragam ala taksi kami... hahaha =D


"Selamanya kita, tak akan berhenti mengejar matahari (Ari Lasso, Mengejar Matahari)"
Lagu yang mengalun dan tertulis di salah satu note (MENGEJAR MATAHARI; weLcome 7th semester..|(^.^)/). Note seorang teman yang sering menjadi motivator kami, Yulia Hartoyo. Katanya: "note ini ditulis sebelum kita terpercik ke jalan masing-masing"

Terpercik ke jalan masing-masing. Yap, kami sudah semester 7. Semakin ke sini, semakin jelas percikan-percikan itu. Bakal jarang ketemu lagi. Bakal jarang sekelas lagi sama mereka-mereka. Di sini kami sudah mulai dituntut menulis proposal, siap-siap menulis skripsi, KKN sendiri-sendiri, tidak ada lagi masa-masa indah dan edannya KKL (kuliah lapangan). Intinya, makin tua, harus makin bisa jalan sendiri-sendiri. Semakin terasa sudah, ada yang sibuk dengan proyek di fakultas lain, di perusahaan konsultan, di tempat les-lesan, sibuk berwirausaha, atau sibuk dengan yang lainnya. Kami tak tahu apakah nanti bisa lulus tepat waktu atau molor-molor seperti kebanyakan angkatan sebelum kami.

Para lelaki KPJ08 yang ternyata ganteng-ganteng =D

15 wanita di antara berbanyak lelaki

Ketika teman-teman seangkatan kami di prodi-prodi sebelah sudah sibuk dengan KKN, sudah sibuk dengan kompre, sudah bisa menulis proposal skripsi, kami masih sibuk ambil matakuliah ini itu, masih sibuk dengan praktikum ini itu. Untungnya kami selalu bisa menenangkan diri satu sama lain. Postingan-postingan di grup terkadang sering menjadi penghibur akibat galau "telat lulus" bagi kami.

Bersama mereka. Aku bisa dengan bebas menjadi diriku sendiri, tanpa takut orang akan mencap aku seperti apa. Mereka tahu busuk dan burukku. Punya impian dan cita-cita yang selalu bisa dishare. Memperbaiki diri tanpa menggurui. Saling tahu dan saling menerima sifat masing-masing. Mereka adalah doaku yang dikabulkan semasa aku masih SMA. ^^,
suatu saat kita bakal kangen ini kok =)







Rabu, 14 September 2011

CAHAYA

"karena hidup diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata" [donny dirgantoro, 2]

Kemarin lusa iseng-iseng aku jalan ke Shoping, semacam warung bukunya kota Yogyakarta. Buku macam mana lumayan lengkap, gedhe, murah-murah pula (bisa ditawar). Tadinya mau beli buku "Metodologi Penelitian Geografi". Maklumlah, udah angkatan tua, semester tujuh. Semester akhir kalo orang bilang [itu orang yang bilang, bukan aku] :p. Aku coba ubek-ubek los lantai bawah, eh, nggak ada tuh bukunya. Susah ya ternyata?? Niat baik tak selamanya mendapatkan hasil sesuai. haha. Saat itu juga, mataku tertumbuk sama kumpulan novel-novel yang menarik hati. Novelnya Tere Liye, novelnya Dee, novelnya Donny Dhirgantoro.

Aku timbang-timbang macam pedagang sayuran. Angkat bukunya, bolak-balikin tapi nggak bisa dibuka [secara, masih disegel plastik]. Setelah timbangan dirasa pas sama kantong, setelah tawar menawar nyampe dapat harga murah [beneran deh, sumpah!], akhirnya aku beli novelnya mas Donny yang judulnya '2' sama Madre-nya mba Dee.

Nyampe rumah, setelah segel dibuka, lahap juga aku nyelesein tuh novel. Sampai pada satu bagian dengan kutipan kayak gini: "karena hidup diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata"
DEGG!!! tiba-tiba aku keinget "sesuatu". Sesuatu banget, tapi bukan sesuatunya Syahrini... -________-
Dan sesuatu itu adalah 27 Mei 2006. Hahaha. Selalu deh, inget yang itu. Selalu deh, ngomongin itu. Hmm, tapi itu emang bikin keinget terus sih....

27 Mei 2006. Bantul. Bantul, 27 Mei 2006. Gempa. Yap, gempa paling tak terlupakan tuh buatku. Detik-detik hampir satu menit itu bergerak lambat kurasakan. Aku masih inget, ada di depan layar monitor, lagi mau ngeprint LPJ kegiatan, tinggal klik ajaaa. Tapi semacam tak sadar, ada yang menggoncang-goncang tubuhku, eh, tepatnya rumahku. Setelah itu, gemuruh hebat memekakkan telinga. Dan dengan begonya, aku mengira itu pesawat jatuh! Pesawat yang jatuh sayapnya nimpa rumahku!! Haa, entahlah, dulu aku sering berimajinasi: gimana ya kalo tiba-tiba di pekarangan rumahku ada pesawat jatuh??? [efek kebanyakan baca berita tentang pesawat jatuh]

Aku tak tahu berapa detik rasa bego itu hinggap di otakku. Yang aku inget, aku beberapa saat mematung, terdiam, sampai aku denger teriakan GEMPA! GEMPA! GEMPA! ALLAHU AKBAR! KUKUH BAKUH!!! Aku baru sadar, oh, gempa ya???? -ziiiiiiiiiiink
Saat itu pula kakiku refleks melangkah keluar kamar. Semua jendela dan pintu rumah masih dikunci. Semuanya terasa alami. Serasa ada yang menarikku pergi dari kamar itu. Dan semuanya tiba-tiba gelap banget, bergemuruh, aku inget banget itu. Suara kaca pecah, gemeretak kayu, suara bruuuk berkali-kali. Dan itu semuanya di sekelilingku. Aku kehilangan kendali atas otak dan kesadaranku. Dan entah berapa detik itu terjadi....

Minggu, 04 September 2011

JERUJI BESI

Sabtu, 3 September 2011

gambar diambil dari karikatoer.blogspot.com


Pagi ini, aku berharap bisa meneruskan beberapa pekerjaan yang tertunda, setelah kemarin seharian masuk angin dan seharian malah tertidur pulas layaknya putri tidur. *huek
Tapi, sekitar jam 10.00, dua bapak tetanggaku ke rumah, mengajak bapakku untuk jenguk tetanggaku yang lain. Alhasil aku mengantar Bapak, karena bapakku sudah mulai mengkhawatirkan kalau naik motor sendiri. Kali ini, bukan menjenguk orang sakit, tapi lebih tepatnya menjenguk "pesakitan". Yap, kami menjenguk tetangga kami yang dipenjara karena sebuah kasus di dunia rumah tangga. Apapun kasusnya, itu nggak begitu penting. Yang kutahu beliau itu tetanggaku, teman ronda bapakku, dan orang yang bisa bersosialisasi dengan tetangga. Kalau urusan rumah tangganya, kami nggak ngurusin.

Rabu, 10 Agustus 2011

Kesalahan (Hampir) Selalu Ada Untuk Kebenaran dan Kebaikan


Benang merah itu selalu dapat ditemukan untuk menyambung helai demi helai kain dalam mozaik-mozaik kehidupanku. Sekali aku memutuskan untuk menggunting benang merah itu, seluruh mozaik tidak akan tersusun dengan sempurna. Mozaik masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Aku cukup mengerti mengapa aku tak melakukan saran mereka. Saran untuk memisahkan setiap potongan masa lalu, masa kini, dan masa depan.



Kesalahan (hampir) selalu memberi janji tersendiri. Janji untuk membuat aku lebih baik di masa depan. Berani tebak, orang yang belajar dari kesalahan akan mempunyai kekuatan tersendiri dari dalam dirinya. Orang yang berhenti karena satu kesalahan dan tak mau belajar untuk tidak mengulangi kesalahan itu adalah seorang pengecut. Aku selalu ingin belajar untuk tidak menjadi seorang pengecut.

Rasanya dipojokkan karena telah melakukan pengkhianatan. Penusukan dari belakang. Ah, itu semua terjadi begitu saja. Tanpa itu aku tak tahu betapa berharganya sahabat untukku. Tanpa itu aku tak tahu bagaimana cara menghargai perasaan orang lain. Itu pelajaran pertamaku.

Parkiran, selalu menemukan tempat sendiri dalam setiap kenangan itu. Dengan mencium pipinya dan memeluknya dengan erat, aku tahu bagaimana rasanya berkhianat pada Tuhan. Ketakutan yang tak bisa kujelaskan secara logika. Karena pada rasa takut itu aku sebenarnya merasa berbunga-bunga pada permukaannya. Tuhan telah memberiku satu kesempatan  untuk hidup dan terhindar dari tumpukan bebatuan itu, tapi aku berkhianat pada-Nya. Tanpa itu, aku tak akan memutuskan untuk mengendalikan beberapa bagian dari diriku.Tanpa itu aku mungkin hanya tahu teori tentang sakit hati tanpa tahu apa sebenarnya sakit hati itu. Itu pelajaran keduaku.

Time heals every wound. Waktu akan menyembuhkan setiap luka. Aku percaya itu. Aku masih punya pelajaran ketiga, keempat, kelima, bahkan sampai ke seratus. Tapi tak usah kujabarkan di sini. Inti tulisan ini sebenarnya hanya satu kalimat: Kesalahan (hampir) selalu ada untuk kebenaran dan kebaikan.

Thanks to R.A.Y.S for all lessons.

 Dan nun jauh di hamparan taman hati sana, terdengan bisikan, “Saya merindui Anda”. Selanjutnya, melodi-melodi itu terekam kembali, “Dear God. The only thing I ask for You is to hold her when I’m not arround, when I much to far away…” (Dear God_A7V)

Sekarang, aku yakin Tuhan selalu memegangiku. Dia selalu ada di setiap urat nadiku. Dan agar Dia memaafkanku, aku harus selalu berusaha membuktikan pada-Nya, bahwa aku benar-benar minta maaf atas semuanya.

_roel.rainbow@gmail.com_

Sabtu, 04 Juni 2011

Belajar Bisa Di Mana Aja, Kapan Aja, dan Itu Enak-Enak Aja

Masih di Pntai Goa Cemara. Di tempat yang aku bilang rimbun, teduh, dan menyenangkan. Orang bilang, kalau tempat yang sepi dan memiliki karakter semacam PantaiGoa Cemara, cocoknya buat piknik, pacaran, dan liburan. Tapi, anak-anak manis ini rasa, di bawah rimbunnya daun dan ranting pohon cemara sangat cocok untuk belajar dengan rileks.


Aku ketemu mereka saat jalan-jalan menjelajah goa cemara. Asyik aja melihat mereka duduk melingkar di bawah pohon cemara yang teduh sambil nyalain laptop. Begitu aku datengin, aku langsung bilang,"Dek, boleh difoto nggak??"
Dan mereka langsung bilang "iya" sambil malu-malu kepiting gitu. Hoho.
Ternyata mereka siswi-siswi kelas VII SMP 2 Pandak. Asyik deh, punya sekolah yang nggak jauh-jauh amat dari pantai. =))


Selain anak-anak manis di atas, aku dan embakku juga menemukan kapal nelayan, dan itu ternyata milik SMK N 1 Kelautan. Wow, boleh juga ya, sekolah sambil mengenal dunia bahari. Sekolah yang di dalamnya ada ketrampilan semacam itu memang penting menurutku, karena Indonesia kan negara maritim =)

Fresh Inside, Spirit Outside

Selamat hari Sabtu all!! Yes! I have a nice weekend.
Sabtu pagi ini aku dan mbakku akhirnya bisa menjalankan rencana weekend bareng. Kemana kita hari ini???

Kita ke...
"Pantai Gua Cemara...

Yup, Pantai Gua Cemara. Meskipun namanya "Gua Cemara", tapi jangan salah, di sana nggak ada goa sama sekali. Gua cemara itu sebutan buat pantai itu karena di sepanjang pantai tersebut ditanami pohon-pohon cemara. Jarak  tanam antar pohon dibikin sama. Jadi, saat cemara-cemara itu tumbuh tinggi dan besar, naungan tajuk-tajuknya bisa membentuk semacam gua. Kenapa ditanami cemara? Kalau nggak salah, dosenku dulu pernah bilang buat mengurangi efek abrasi. Secara, ombak di pesisir Selatan Jawa emang mampu "menggetarkan kalbu". Kalo aku liat sih, ombak di pantai ini lebih besar daripada di Pantai Parangtritis karena letaknya emang lebih jauh dari palung.

Pantai Gua Cemara berada sederet dengan Pantai Parangtritis (yang enak buat lari pagi), Pantai Depok (yang enak buat makan-makan seafood), Pantai Pandansimo, Pantai Sanden, Pantai Pandansari (yang ada mercusurnya), pantai Kuwaru (yang lg berkembang), dan pantai Teduh (yang ada kincir anginnya). Buat yang bukan orang Jogja pasti agak bingung deh, dimana ya ituu???
Pantai Goa Cemara ni tepatnya ada di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul (25 km dari rumahku --> nggak penting).
@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.