Rabu, 29 Desember 2010

SEMALAM DI NGLANGGERAN


*aku agak lupa kapan tepatnya peristiwa ini terjadi... @@

Setelah minggu-minggu teramat padat, bertemulah kami dengan hari yang teramat luang. Rencana demi rencana telah disusun oleh awak kpj'ers 08. Monik, Erna, Muji, Uya, Titik, dan beberapa teman lain berencana mbolang ke Solo di hari Jumat, nonton SBC (Solo Batik Carnival). Hmm, pengen ikut sih, tapi tidurr di rumah sajjalaah.. =P

Hari Sabtunya, seusai anak-anak pulang dari SBC dan setelah selesai persiapan acara farewall party dengan mahasiswa University Malaya, Malaysia yang lagi Summer Study di geografi, giliran aku yang ikut mbrontosaurus bersama beberapa orang ke Nglanggeran. Gunungapi Purba Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku ke sana. Sebelumnya, aku pernah ke sana bersama awak-awak dari alcatras'04 (sebutan untuk anak-anak IPA 4 SMA N 7 Yogyakarta) dan awak-awak dari Geomedia. Hmm, tapi ini beda. Soalnya ini camping. Dan camping pasti pake nginep. Sampe malem, sampe nanti pagi lagi. Dan konon katanya, keindahan Nglanggeran yang paling menakjubkan adalah di malam hari....




Segala perbekalan sudah disiapkan di kontrakan Memaju Jaya yang ada di Sendowo. Tenda, air mineral, camilan, senter, jagung, ayam dan cumi berbumbu..
eiits?! jagung? ayam dan cumi berbumbu??? Hoho, yaya, kita kan mau camping ceria... Jadi harus benar-benarr ceria. Harus ada acara bakar membakar di atas sana =DD

Menjelang maghrib, kami berangkat, menuju ke Timur, Kabupaten Gunungkidul. Melewati Bukit Bintang yang tampak indah di malam hari, yang penuh dengan berlusin-lusin pasangan yang lagi malam mingguan *bussseeeeeet.
Kami berhenti sejenak di sebuah masjid di Gejlik Pitu untuk menunaikan ibadah maghrib. Dimanapun kita berada, jangan lupakan sholat!! =)

Sekitar pukul 8 malam, kami sampai di TKP. Gunungapi Purba Nglanggeran. Lokasi ini memiliki nilai ilmiah yang tinggi, dan sering menjadi lokasi kajian keilmuan di bidang geologi maupun geografi. Nama Nglanggeran berasal dari kata Planggaran, yang berarti bahwa setiap perilaku jahat akan terungkap. Jika kita mengunjungi Nglanggeran di siang hari, akan tampak gundukan-gundukan batuan breksi yang berasal dari vulkanik tua yang berukuran superbesar.

Seusai menitipkan motor di rumah warga sekitar dan menunaikan ibadah isya', kami berkumpul sejenak. Berharap perjalanan kami menyenangkan, aman, dan bermanfaat. =)

Hampir dua jam kami mendaki. Lama tak berolahraga membuatku sedikit ngos-ngosan, Untung, malam itu tidak ditambah dengan hawa dingin, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar. Kami sengaja mengambil jalur yang relatif mudah, lewat jalur sebelah barat, melewati pos demi pos. Saat sampai di pos 1, keindahan yang menakjubkan telah terlihat, kelap-kelip lampu kota Yogyakarta.



Kami terus mendaki dan mendaki. Merambat-rambat. Yudhis di paling depan, disusul aku. Dan berada di belakang sendiri adalah Kece dan Saddam. Minimnya senter tak menyurutkan langkah kami untuk mblusuk-mblusuk di kegelapan. Hampir dua jam, kami akhirnya sampai ke lokasi camp..

SUBHANALLAH, cantiknya.....


melihat lampu kota dari atass. shutter speed kecepatan tinggi menangkap gambar dua kepala =P

Allah telah menyuguhkan pemandangan yang begitu luar biasa untuk kami malam itu. Hamparan bintang kota, kelap-kelip lampu kota yang sangat indah. 3 Kota: Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, dan Klaten, terlihat menyatu dari atas sini. Jalan Solo terlihat lurus membelah kota-kota itu. Rasa lelah selama mendaki malam hari terbayarkan sudah..

Sinyal penuh, saatnya kami mengabarkan keadaan ke orang-orang tersayang.

Hmm, camping yang benar-benar ceria. Tenda didirikan, kamera disiapkan, kayu bakar dicari, api unggun dinyalakan. Peluh bersatu dengan asap dari api unggun, mata memerah dan iritasi ringan akibat kepulan asap sembari membakar jagung dan ayam. Makan malam bersama beberapa anggota keluarga kpj'ers 08, makan malam yang nyummy... ~(^^)~ Malam yang ceria, sambil nyanyi-nyanyi sampe tenggorokan kami kering. *Themesong: Give Me Some Sunshine -- OST 3 Idiots. Dan di bawah sana, terdengar musik dangdut dan musik mantenan berkumandang...



jagung bakaaar nyam-nyaamm

Esoknya, saat subuh-subuh. Dingiiin. Para lelaki masih ngebo, cuma Yudhis yang udah bangun. Karena pengen melihat matahari terbit, sehabis subuh beberapa orang yang sudah terbangun menyegerakan diri menuju puncak Nglanggeran, Gunung Gedhe dan Gunung Kelir...

Tapi, tapi, tapi...
agak kecewa kami pagi itu, karena suasana berkabut dan kami tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana matahari terbit sedikit demi sedikit... Akhirnyaa, foto-foto sajalah kami... huehuehueee ^^




Yaah, itu sedikit cerita saat kami mbrontosaurus, mengagumi ciptaan-Nya yang Maha Hebat. Kapan-kapan lagi yaa.... =)



Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.