Kamis, 16 Desember 2010

AKU INGIN MASA DEPAN…

(hmm, kalo nggak salah ini tulisan yang dulu kuposting buat koranseveners.com ^^)

Tetes air hujan yang tersisa masih membasahi bumi yang kehausan. Sebatang pohon puring kura setinggi satu setengah meter menerima limpahan air dengan senang hati. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga dibaginya untuk rumpun lili liar yang bernaung di bawahnya.

Seorang gadis kecil duduk terdiam di teras rumahnya. Ditunggui seekor kucing kampung kecil yang kemarin baru saja dipungutnya dari got depan rumah. Dia termenung menghadap jalan kampung yang selalu sepi saat musim hujan datang. Pikirannya melayang ke masa yang akan datang. Dia bermimpi menjadi seorang dokter yang mampu mengobati setiap penyakit pasiennya. Banyak pasien yang datang kepadanya dan meminta bantuan pada dirinya. Dia akan mempunyai banyak uang. Dengan uang itu ia akan membeli rumah mewah seharga 1 milliar rupiah, ia akan punya 3 mobil pribadi, alat-alat elektronik yang canggih, dan sebagainya…

Ibunya memanggil gadis itu dan menyuruhnya untuk menyapu halaman rumah. Si gadis mengeluh, mengambil sapu, kemudian menyapu halaman dengan malas.

“Andai aku jadi dokter, aku tak akan susah-susah menyapu seperti ini lagi. Aku akan membayar tukang kebun untuk merawat tamanku yang indah…!” si Gadis berbicara pada kucingnya. Kucingnya hanya mengeong, tak mengerti apa yang diucapkan majikannya.

Selesai menyapu, ibunya menyuruh si gadis membantunya memasak di dapur. Si Gadis hanya merengut, membayangkan seandainya ia nanti jadi orang kaya, ia tak perlu repot-repot lagi di dapur. Ia akan mempunyai tiga orang pembantu yang siap untuk diperintah. Ia hanya tinggal duduk santai di depan televisi. Si gadis terus berangan-angan. Saat mau tidur, saat makan, saat di kamar mandi, bahkan saat di sekolah, pikiran gadis kecil itu berkelana sendiri tak tentu arah.

Sekarang, gadis itu telah dewasa. Dia sekarang tinggal di rumah mewah dengan taman yang indah seperti yang pernah diimpikannya. Rumah seorang dokter yang mempunyai 3 buah mobil. Tapi…., bukan dia yang menjadi dokternya. Bukan pula suaminya. Tapi itu rumah milik majikannya yang baik hati. Gadis itu hanya menjadi seorang pembantu rumah tangga di sana. Ia terlalu asyik berangan-angan. Ia hanya bisa mengucapkan kata “Andai…” tanpa bisa membuatnya nyata. Ia telah salah memilih jalannya. Dan sekarang dia masih sering merenung dan berucap “Andai dulu aku tak seperti itu…”. Dia hanya bisa menyesali nasibnya

Seperti juga kita. Kita sering membayangkan sesuatu yang terkadang sulit untuk kita raih tanpa usaha yang cukup untuk bisa meraihnya. Kita sering berbicara panjang lebar tentang banyak hal mengenai masa depan. Tapi omongan itu tak lebih hanya bualan belaka. Untuk apa memikirkan masa depan yang muluk-muluk tanpa ada realisasi dari kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal? Lebih baik kita pikirkan kehidupan kita sekarang dan menjalaninya sesuai dengan kemampuan kita, karena segalanya akan mungkin jika kita menjalani hidup kita dengan sederhana dan usaha keras di hari ini. Sebenarnya kita memang harus punya cita-cita untuk masa depan kita. Tapi kalau hanya perkataan tanpa disertai usaha, itu namanya sama aja boong!. Bagai mencari jarum di tumpukan jerami.Sia-sia. Tak ada hasilnya. Jadi intinya…., jalanilah masa sekarang untuk masa depan yang lebih baik, tanpa angan-angan yang tak bisa direalisasikan! OK! (_roel)

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.