Selasa, 16 September 2008


Lebih dari 70 % bumi kita berisi air. Dari prosentase tersebut, 97%-nya berasal dari lautan, dan hanya sekitar 2,7 %-nya berasal dari daratan. Sebagai makhluk hidup mendiami planet seindah ini, tahukah kita bahwa kita telah menyiksa bumi sampai ke akar-akarnya? Mengotorinya seenaknya, membuatnya tersakiti, dan membuatnya terdiam karena tak tahu harus berbuat apa. Dari tingkah laku kita dan berbagai macam kekurang ajaran kepada bumi tercinta, kita sering beranggapan, bahwa kita baru melakukan hal sepele. Hal sepele yang bisa berakibat fatal di kemudian hari! Ingat itu kawan!

Apa itu?

Apakah di antara kita sering membuka keran dan lupa menutupnya?
Apakah kita termasuk orang yang suka mandi berlama-lama dengan guyuran air super segar bergayung-gayung?
Apakah kita menyikat gigi tanpa mematikan keran?
Apakah keran di rumah kita selalu meneteskan air?
Apa kita mencuci motor atau mobil kita dengan selang, dan dengan debit air terlalu besar?
Apakah kita termasuk orang yang suka main guyur-guyuran air saat ada teman yang berulang tahun? Apakah kita menggunakan air untuk aktifitas tidak perlu lainnya?

Kalau kita berpikir,"Sepertinya air di bumi makin banyak? Jadi nggak mungkin kurang!"
Salah besar kawan! Jumlah air seakan terlihat semakin banyak karena es di kutub utara dan kutub selatan mengalami pencairan terus-menerus akibat pemanasan global bumi sehingga mengancam kelangsungan hidup manusia di bumi.
Jumlah air bersih sepertinya tidak terbatas, namun sebenarnya air mengalami siklus hidrologi di mana air yang kotor dan bercampur dengan banyak zat dibersihkan kembali melalui proses alam. Jadi, kawan... siapkah kita melindungi bumi kita? Dari hal-hal kecil, dan dari sekarang tentunya!

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.