Kamis, 24 Juli 2008

SUATU KETIKA

Ketika aku tahu bahwa diriku hanyalah satu di antara bertrilyun-trilyun jiwa di dunia
Ketika aku tahu bahwa dunia tidaklah kecil, tapi isi di dalamnyalah yang kecil
Ketika aku tahu masih ada yang lebih kecil dari aku,
Namun, lebih banyak pula yang lebih besar dari aku
Ketika aku tahu bahwa di atas langit masih ada langit,
Dan di bawah bumi ternyata masih terdapat tanah
Ketika aku tahu, manusia sebenarnya berhasrat hidup untuk dirinya sendiri
Ketika aku tahu bahwa aku hanya hidup dalam beberapa episode di dunia ini,
(hanya) menjadi tokoh dalam satu babak kehidupan…

Aku menyadari,
Aku harus melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri
Tapi, ketika aku mendapatkan hal terbaik, aku kembali menyadari,
Bahwa aku hidup dalam rasa sakit orang lain..

Ketika aku telah menjadi bintang di atas sana,
Ternyata aku telah jauh meninggalkan bumiku.
Ketika itu, aku memekik dan terjatuh.
Aku ingin kembali ke bumi,
Aku ingin menjadi tanah,
Aku tak ingin kehilangan bumiku.

Tanah telah menumbuhkan berbagai macam cerita kehidupan,
Kehidupan dari sebuah bibit yang ingin tumbuh.
Tanah telah memberi kebahagiaan untuk segala sesuatu yang berada di atasnya.
Tanah tidak hidup dalam kegelapan,
Walaupun dia tampak hitam dan sering tersakiti.

Meski aku bukanlah bintang dalam suatu galaksi terindah di dunia,
Aku bahagia masih bisa menjadi tanah di bumiku ini,
Ditemani akar yang menyokong beragam pepohonan,
Ditemani cacing yang mencari kebahagiaan dalam lembabnya tanahku,
Ditemani daun yang berguguran menghangatkan bumi.

Hanya satu hal yang tak kuinginkan,
Aku tak ingin menjadi tanah yang gersang…

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.