Jumat, 11 Juli 2008

HITAM PUTIH PELANGI

Dunia itu berwarna. Dunia itu hitam-putih.
Aku suka pelangi. Sangat suka pelangi. Kenapa? Karena jika aku melihat pelangi, aku selalu bisa tersenyum. Tersenyum lebih lebar dari biasanya. Siapa sih, yang nggak suka melihat sebuah lengkungan warna-warni yang tergores di antara awan-awan kelabu -- yang belum sempat berubah warna menjadi putih -- seusai hujan turun?

Aku masih ingat, ketika aku masih berseragam putih-merah, aku suka sekali melakukan suatu hal kecil, merendam cermin dalam sebuah gayung berisi air dan menaruhnya di bawah terik matahari. Dapat ditebak, suatu hukum alam yang dinamakan pembiasan akan terjadi, dan sebagai konsekuensi dari pembiasan tersebut, akan terpantul suatu warna mejikuhibiniu di tembok putih di hadapanku. Dan aku akan menatapnya, lama dan terpaku.

Kehidupan itu seperti pelangi. Berwarna-warni. Suatu babak dalam hidup kita masing-masing, punya spesifikasi warna tersendiri. Berbeda warna, namun jika digabungkan akan menjadi suatu kesatuan warna yang indah, sama seperti pelangi. Sering, kita tidak dapat melihat warna-warni itu. Yang terlihat hanya warna hitam dan putih. Hitam putih kehidupan. Namun, bukankah putih adalah gabungan warna-warni itu? Seperti cakram warna yang akan tampak putih jika diputar dengan cepat. Maka, nikmatilah putihnya kehidupan, karena putih sebenarnya berwarna-warni. Dan nikmatilah hitam, karena putih tidak akan ada jika hitam tak pernah tercipta.

Pelangi. Aku suka pelangi. Aku suka hidup. Aku suka warna kehidupan.
Nikmatilah hidup.. Nikmatilah keseimbangan hitam dan putih yang tergores sempurna di antara pelangi dunia. Nikmatilah pelangi yang diberikan Tuhan untuk kita. [^,^]

Related Articles

@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.