Sabtu, 28 Oktober 2017

Jangan Lewatkan Pemandangan Indah Matahari Terbit dari 5 Tempat Terbaik Ini!


via. backpackerlee.wordpress.com

Matahari terbit mungkin jadi biasa saja saat kita hanya melihatnya dari depan rumah. Bisa jadi lumayan cantik, jika kita berdiri di balkon kamar. Tapi yang paling indah dari semua itu, matahari terbit yang dilihat dari puncak gunung, atau tempat-tempat tinggi lainnya yang masih dekat atau bahkan menyatu dengan alam.

Indonesia punya banyak sekali tempat-tempat seru untuk menikmati matahari terbit. Tak jarang, orang-orang rela menempuh perjalanan jauh, hanya untuk bisa sampai ke tempat tersebut. Ada lima tempat terbaik untuk menikmati indahnya matahari terbit di Indonesia. Bersiaplah membeli tiket Air Asia promo untuk tujuan berikut ini:

Candi Borobudur
via. nationalgeographic.co.id

Bangunan yang berdiri di Magelang, Jawa Tengah ini merupakan landmark Indonesia yang super populer. Tak hanya menarik perhatian wisatawan domestik, turis luar negeri pun menjadikan Borobudur sebagai tujuan utama mereka datang ke negara kita tercinta ini. Masuk dalam tujuh keajaiban dunia, tempat ini memang layak didatangi.

Yap! Borobudur termasuk salah satu dari lima tempat terbaik yang kami rekomendasikan untuk kamu menikmati matahari terbit. Tak hanya itu saja, dari tempat ini, kamu juga bakal disuguhi pemandangan indahnya Pegunungan Merbabu dengan hutannya yang hijau lebat. Kamu wajib mengabadikan momen matahari terbit di sini, dengan kameramu.

Gunung Bromo

via. wisata-kita.com

Masih juga di Pulau Jawa, menuju ke arah timur, kamu bisa juga menikmati matahari terbit yang super indah dari kawasan Gunung Bromo. Ada beberapa spot yang bisa kamu pilih untuk misi mencari sunrise kamu kali ini. Yang paling banyak dikunjungi, spot terbaik, ada di Pananjakan. Tapi Bukit Kingkong pun tak kalah menakjubkan kok.

Setelah puas menunggu matahari, dan menyapu habis pemandangan dari atas dengan kameramu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke lautan pasir, menuju kawah Gunung Bromo. Atau jika kamu terlalu rela untuk membuang bagian ini, setidaknya pastikan saja kamu sudah mengabadikan sekelilingnya, termasuk pura, hingga padang rumputnya.

Danau Toba
via. flickr.com/ssyukaery

Perjalanan keluar dari Pulau Jawa dengan tiket Air Asia promo yang sudah kamu beli tadi, akan dimulai dari ujung barat. Sumatera punya Danau Toba yang juga menjanjikan sunrise super indah yang pernah ada di Indonesia. Sama seperti kawasan di sekitar Gunung Bromo, tempat ini juga memberi banyak pilihan spot untuk menanti matahari.

Perpaduan warna emas yang terpantul di atas air Danau Toba, dengan hijaunya bukit-bukit, awan berarak, dan Gunung Sinabung yang berdiri gagah, bisa kamu nikmati dari Menara Pandang, Tele dan One Tree Hill, Merek. Tak akan kecewa jika kamu jauh-jauh terbang ke Sumatera dan memilih Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisatamu.

Gunung Agung
via. legalnomads.com
Agak ke tengah, Indonesia punya gunung dengan puncak tertinggi di Bali, sekitar 3142 meter di atas permukaan laut. Terbang ke Pulau Dewata berbekal tiket pesawat Air Asia promo, kamu bisa berkunjung ke Gunung Agung Karangasem Bali ini. Siapa yang tak tahu, gunung berapi yang masih aktif ini sering jadi bahan berita di berbagai media.

Yap! Gunung yang satu ini juga termasuk salah satu dari lima tempat terbaik untuk menanti dan menyaksikan proses terbitnya matahari. Kamu juga bisa melihat sinar pertama matahari yang muncul itu menyentuh Patung Suci Hindu yang berdiri kokoh di puncak. Tempat ini dipercaya umat Hindu sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Danau Kelimutu
via. photographyinspired.com

Beranjak ke Nusa Tenggara Timur, ini adalah poin terakhir dalam daftar tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Indonesia. Danau tiga warna ini juga sangat tenar sebagai salah satu tempat wisata, dan banyak dikunjungi orang-orang dari dalam maupun luar negeri. Danau Kelimutu memang terkenal dengan keindahan pemandangannya.

Tawaran paling menarik dari danau yang terletak di daratan tinggi ini, tentu saja matahari terbit. Di momen itu, Danau Kelimutu seperti berubah menjadi mangkuk biru. Menyaksikan proses perubahan warna langit di sekitaran danau ini tentu saja sangat menakjubkan. Jangan sampai kamu lupa untuk mengabadikan dalam gambar ataupun video ya!

Well, itu tadi lima tempat paling direkomendasikan jika kamu ingin melihat matahari terbit dengan view paling indah di Indonesia. Kabarkan ini pada kerabat dan sahabat, agar mereka juga tak melewatkan untuk merencanakan liburan terdekat ke tempat-tempat tersebut. Hati yang cerah bersama terbitnya matahari, bakal bawa bahagia seharian loh!

Kamis, 16 Maret 2017

#4 Belajar Shalat Lagi: Belajar Membaca

Pict Source: Ermina.com
Dalam postingan sebelumnya, saya sering menyinggung-nyinggung masalah membaca satu kitab yang telah disempurnakan di muka bumi oleh Penciptanya sendiri. The most wonderful book ever: Al-Qur’an Al Karim.


Kenapa sih obsesi bener sama buku yang satu itu? Biasa aja keles.

Dulu, saya pernah punya opini semacam ini sebelum saya merasakan sendiri betapa satu buku itu mampu membawa banyak sekali perubahan pada diri saya. Jadi ketika sekarang saya menemukan ada orang yang punya argumentasi sama seperti saya dahulu, I’ll never judge too far. Biarkan dia membuktikannya sendiri. Setiap orang punya jalur perjalanannya masing-masing. Perjalanan bersama Al-Qur’an adalah salah satunya. Maka biarkan masing-masing orang menikmati perjalanannya

Trus apa hubungannya Al-Qur’an sama shalat?

Okay. Dulunya saya pernah menganggap bahwa ibadah shalat dan ibadah membaca atau mempelajari Al-Qur’an adalah dua hal yang terpisah walaupun ada sedikit kaitan antara keduanya. Kaitan itu berupa bacaan  Al-Qur’an yang dibaca ketika shalat berupa bacaan Al-Fatihah dan surat-surat lain yang ada dalam Al-Qur’an. Bukan kaitan yang terlalu kuat, hanya sebatas sebagai pelengkap shalat. Ya, suatu waktu di masa lalu, itulah yang ada dalam pikiran saya. Fakir ilmu yang sering sok tahu atas banyak hal dalam hidup.

Lagi-lagi saya salah. Emang ya, saya kebanyakan salah. Maafkeun.

Shalat itu adalah aktivitas dzikir tertinggi yang dilakukan oleh umat manusia untuk menghadap langsung kepada Tuhannya. Berbicara langsung kepada Tuhannya tanpa perantara. Dan bacaan dzikir tertinggi itu adalah ayat-ayat Al-Quran. Jika keduanya dikolaborasikan, bisa bayangkan seberapa besar pengaruhnya terhadap hidup kita? Energi positif yang dihasilkan akan menjadi lebih besar. Apalagi, jika kita benar-benar paham apa yang kita baca. Kita paham arti ayat yang kita baca. Kita paham apa yang sedang kita minta lewat ayat-ayat itu. Kita paham apa yang sedang kita bicarakan kepada Tuhan. Kita paham apa yang sebenarnya kita curhatkan pada pimpinan tertinggi kita. Bisa bayangkan seberapa besar efeknya?

Maka jika shalat kita memang benar-benar benar, dia benar-benar punya efek magis buat hidup kita. Dia bisa jadi tameng terkuat untuk menghadapi para musuh. Dia bisa jadi amunisi kita untuk lebih bersabar menghadapi aneka permainan yang melelahkan di depan kita. Kita bisa lebih mudah menanggapi sendagurauan yang lebih sering menyakitkan hati kita ketimbang menyenangkan hati kita.

Jadi apa yang seharuskan sama-sama kita usahakan ketika benar-benar ingin memperbaiki shalat? Pelajari Al-Qur’an. Baca setiap hari, pahami artinya. Baca dengan tartil, resapkan sampai ke hati. Hafalkan ayat-ayatnya meski hanya sedikit demi sedikit. Jangan terlalu terobsesi menghafalkan dengan cepat. Rasakan. Resapi. Pahami. Menangislah.
Rasulullah menerima Al-Qur’an berangsur-angsur selama 23 tahun. Maka pakailah seumur hidup kita untuk mempelajarinya. Karena seumur hidup pun kita berusaha mempelajari dan mengamalkannya, kita tidak akan pernah selesai.

Kita tidak akan pernah sempurna. Shalat kita, akhlak kita, ibadah-ibadah kita yang lain. Tak akan sempurna. Bukankah sudah dijamin bahwa manusia paling sempurna yang memiliki akhlak paling sempurna adalah Rasulullah Muhammad SAW? Tapi itu bukan alasan buat kita untuk berhenti memperbaiki diri. Dan salah satu cara kita memperbaiki diri adalah lewat shalat. Dan rangkaian memperbaiki shalat itu nggak sedikit. Kita perlu memperbaiki iman, memperbaiki bacaan Qur’an, memperbaiki wudhu, memperbaiki ilmu fikih, dan lainnya.


Kita yang memutuskan untuk berhenti belajar adalah orang sombong. Dan kesombongan tak akan pernah mengantarkan kita kepada kebaikan. Kita yang merasa sudah menjadi orang baik, pada dasarnya adalah tidak baik. Suatu ketika kita pasti salah. Setiap hari kita salah. Dan sangat salah jika kita memutuskan untuk tidak pernah meminta maaf pada Allah atas kesalahan kita setiap hari. Sangat salah jika akhirnya kita memutuskan untuk tidak pernah memperbaiki kesalahan kita. Bagaimana cara awal kita meminta maaf dan memperbaiki kesalahan kita? Lewat shalat. Ya, sehari kita diberi waktu untuk memperbaiki diri kita, minimal 5 kali. Benarkah tidak mau memanfaatkan momen emas itu?

Shalatlah. Curhatlah pada Pencipta kita lewat shalat. Dan bersabarlah. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.

-s-e-l-e-s-a-i-

Tulisan ini adalah pengingat untuk diri saya sendiri. Semoga juga bermanfaat untuk para pembaca

Selasa, 21 Februari 2017

#3 Belajar Shalat Lagi: Tentang Iman

pict source: cdn.quotesgram.com

Memahami ajaran ini, harus diawali dengan iman. iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab Allah, iman kepada nabi dan rasul Allah, iman kepada hari kiamat, serta iman kepada qada’ dan qadar. Urutan rukun iman ini adalah urutan yang benar-benar sistematis jika diperhatikan. Dimulai dari percaya sebenar-benarnya bahwa ada satu  Zat yang paling awal yang menciptakan seluruh semesta alam ini. Maka saya baru paham, ketika seorang teman saya kala itu menyarankan saya agar belajar tauhid terlebih dahulu untuk menguatkan iman di dalam diri saya yang masih lemah. Tauhid adalah dasar keimanan. Maka tidak heran lagi jika dosa yang mengiringinya, yaitu syirik, disebut-sebut sebagai dosa besar yang pertama.

Kepada segala macam ciptaannya, Allah menciptakan pasukan malaikat yang ditugaskan untuk mengurus dan menjaga masing-masing ciptaan-Nya. Ada malaikat penjaga gunung, ada malaikat penjaga lautan, ada yang bertugas mengurus langit dan menurunkan hujan, ada yang membagi-bagi rezeki kepada hamba-hamba-Nya, ada yang bertugas menjadi pengintai perbuatan baik buruk hamba-hamba-Nya, ada yang bertugas menjaga setiap jiwa yang terlahir di muka bumi, ada yang bertugas menghalangi bisikan-bisikan syaitan, ada yang bertugas membagikan rahmat-Nya, ada yang bertugas memanggil pulang setiap jiwa. Banyak sekali. Bahkan pada satu makhluk, tidak hanya satu malaikat yang mengurusinya. Manusia misalnya. Ada berapa malaikat yang mengurusinya setiap hari? Banyak! Malaikat pencatat amal baik, malaikat pencatat amal buruk, malaikat penjaga di depan, dan malaikat penjaga di belakang yang dalam sehari selalu berganti shift pagi dan malam. Belum lagi malaikat yang mengurusi rezekinya, malaikat rahmat, malaikat yang membisikkan hal-hal baik untuknya, malaikat maut yang selalu datang kepadanya 40 kali dalam sehari, dan lainnya. Laa illa ha illallahuwallahu akbar!

Setiap malaikat memiliki tugas spesifik masing-masing. Betapa Allah itu Manajer Yang Maha Hebat. Dia membagi-bagi semua tugas, mengawasi pekerjaan para malaikat-Nya, menerima laporan dan aduan dari para malaikat, selalu siap ditanya apa saja oleh para malaikat, dan mengurus semua makhluk-Nya tanpa ada luput sedikitpun. Maha Sempurna.

Lanjut pada iman kepada kitab Allah. Kitab Allah yang diturunkan ke bumi, yang diperantarakan oleh malaikat untuk utusan-utusannya di kalangan jin dan manusia, adalah sebagian dari ilmu Allah yang dengan baik hati dibagikan untuk para hamba-Nya. Di luar itu, masih banyak lagi ilmu Allah yang tak akan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia. Semua kitab yang dibawa oleh para Nabi, semuanya, tak terkecuali, berasal dari Allah SWT. Maka ajaran ini juga mempercayai isi asli dari Taurat, Injil, Zabur, dan kitab lainnya yang pernah turun ke muka bumi.

Kitab Besar yang tercipta pertama kali adalah Lauhul Mahfuz, sebuah kitab yang kalau saya boleh bilang, adalah kitab rancangan atas segala kehidupan yang diciptakan-Nya. Takdir seluruh alam semesta ada di situ. Segala konektivitas rumit antar makhluknya telah secara detail tertulis di situ. Sementara, kitab-kitab yang turun ke bumi hanya berisi sebagian kecil dari Kitab Besar yang telah Allah cipta.

 Ketika Dia sudah membagi ilmunya lewat kitab-kitab-Nya, maka yang harus kita lakukan adalah mempelajari, memahami isinya, kemudian berusaha mengamalkannya. Maka itulah salah satu alasan mengapa nabi diutus. Untuk menyampaikan risalah. Ketika malaikat menjadi perantara antara Allah dengan nabinya, maka para nabi diminta meneruskannya firman-firman dari Allah kepada manusia lainnya. Nabi memperjelas isi kitab dengan perkataannya agar umat manusia mampu memahami apa maksud di balik ayat demi ayat dalam kitab yang telah turun.

Setiap ciptaan Allah, pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Maka, pada setiap kumpulan manusia, Allah pasti mengirimkan manusia yang diutus sebagai Nabi atau Rasul. Dia tak ingin manusia kehilangan arah untuk pulang kembali kepada-Nya. Maka Dia menjadikan di antara manusia-manusia itu satu atau beberapa Nabi untuk mengingatkan para manusia menuju arah pulang yang benar.  Ingat, sejak awal penciptaan manusia, musuh utamanya, yaitu iblis atau shaytan tak pernah berhenti membuat manusia menjadi temannya kelak di neraka. Mereka tak pernah berhenti berusaha. Tak pernah. Sehingga, tak heran jika pada akhirnya banyak manusia teralihkan menuju jalan pulang yang salah, yang pada akhirnya tidak akan mempertemukannya pada Penciptanya. Sehingga, para manusia butuh diingatkan. Maka Allah pasti mengangkat satu manusia pada suatu kaum untuk menjadi pengingat jalan pulang mereka. Allah tidak akan memusnahkan suatu kaum, sampai ada nabi yang pernah diutus kepada mereka.

Setiap nabi, pada umumnya menjelaskan kitab-kitab yang telah disampaikan kepadanya. Biasanya, kitab ini dikhususkan untuk kaum yang didakwahinya kala itu. Hingga akhirnya, ketika sudah dekat dengan akhir zaman, Allah mengutus nabi yang ajarannya tidak hanya ditujukan untuk kaumnya dimana dia tinggal selama hidupnya. Lebih dari itu, ajarannya juga ditujukan untuk seluruh manusia di seluruh dunia, yang akan datang setelah kematiannya. Dan istimewanya, dia Rasulullah Muhammad SAW dibekali dengan satu kitab yang akan dijaga sampai akhir zaman oleh Allah sendiri. Kitab ini berasal dari Allah, diturunkan kepada Muhammad SAW, lewat perantara Malaikatnya, Malaikat Jibril. Dan isi kitab ini, merupakan ringkasan kitab terdahulu. Berisi kisah-kisah di masa lalu sebagai pengingat atas segala yang telah terjadi. Juga berisi ilmu pengetahuan yang tak akan habis untuk dipelajari bahkan sampai seumur hidup kita. Kitab ini menyempurnakan kitab-kitab terdahulu, dan merupakan kitab paling sempurna yang pernah ada di muka bumi. Dan karena terbit terakhir, maka kitab ini sangat banyak menjelaskan tentang hari akhir, yang akan dihadapi oleh manusia akhir zaman, dan menjadi pentunjuk untuk para manusia akhir zaman ini bagaimana cara terbaik menghadapi akhir hidupnya masing-masing (kematian) maupun akhir zaman yang sebenar-benarnya akhir zaman (kiamat besar).

Urutan iman terakhir adalah iman kepada Qada’ dan Qadar. Bagi saya pribadi, ini adalah sebentuk iman yang paling sulit untuk diimani. Mengapa? Dibutuhkan keikhlasan tingkat tinggi untuk benar-benar bisa mengimaninya. Mempercayai bahwa segala yang terjadi adalah sudah ketetapan Allah. Mengapa Allah menciptakan ini dan itu? Mengapa Allah menimpakan ini dan itu? Mengapa Allah begini? Mengapa Allah begitu? Siapa dari kita yang tak pernah menanyakan itu dan tidak pernah terbersit prasangka tak baik pada Tuhannya? Dia yang bisa menekan dirinya untuk tidak pernah berprasangka buruk pada Tuhannya, adalah hamba yang benar-benar mukhlas. Ikhlas tingkat tinggi dalam hidup. Mempercayai sepenuh hati, ikhlas seikhlas-ikhlasnya, bahwa apapun yang telah menimpanya adalah ketetapan dari Tuhannya. Entah itu ringan ataupun berat. Entah itu menyenangkan maupun menyedihkan.

Memperbaiki shalat, benar-benar tak bisa lepas dari memperbaiki iman. Shalat adalah bukti iman yang dilakukan setelah syahadat. Dan jika kita saja tak pernah paham apa itu iman, bagaimana kita bisa membuktikannya?

Lalu bagaimana langkah awal memperbaiki iman?

Kata pertama yang turun kepada Rasulallah Muhammad SAW dari Allah Azza Wa Jalla lewat Malaikat Jibril: Bacalah!
Baca dan pelajari kitab yang telah diturunkan-Nya. Pelajari tentang tauhid, pelajari tentang makhluk-makhluk ciptaan-Nya, baca kisah-kisah para nabi terdahulu, pelajari tentang kiamat, dan belajar untuk terus melatih ikhlas. Setelah membaca dan kita menemukan satu titik tertentu, maka kita tak akan pernah mau berhenti membaca dan selalu ingin belajar dan terus belajar tanpa berhenti. Sampai nanti. Sampai mati. Dan lakukan itu semua sekarang. Tanpa tunggu nanti-nanti.

Rasakanlah sesuatu yang terjadi pada shalatmu setelah itu.

Bacalah. Belajarlah.

--------------------------------------------------
Maaf untuk postingan yang cukup panjang.

Kamis, 09 Februari 2017

#2 Belajar Shalat Lagi: Sebuah Senjata


Ini adalah tulisan Part #2 setelah Belajar Shalat Lagi Part #1

Tahu apa benda yang pertama kali diciptakan oleh Allah? Pena. Ya, pena. Allah telah menuliskan segala sesuatu yang terjadi di bawah kekuasaannya, menetapkan takdir, menetapkan kejadian-kejadian, menentukan segala-galanya sampai selesai. Begitu pena diangkat, maka saat itulah segalanya dimulai. Keren ya. Kita bisa lihat di sini Allah itu Maha Perencana, Penulis, dan Sutradara paling sempurna, paling detail, paling rapi, paling tepat waktu. Terciptalah sebuah kitab blue print kehidupan, namanya Lauhul Mahfuz. Di situ sudah tertulis segala sesuatu dari awal penciptaan sampai nanti entah kapan segalanya berakhir. Dan yang pasti, pada akhir cerita, semuanya akan kembali pada penciptanya. Kembali pulang kepada Allah.

Pada suatu ketika, Allah menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Saat penciptaannya, ada satu makhluk yang memandang sebelah mata pada manusia, dia adalah Iblis. Iblis adalah ahli ibadah yang ibadahnya sangat sempurna dan tak ada makhluk lain bisa mengalahkan ibadahnya. Namun, saat Allah meminta Iblis untuk menghormat pada manusia, dia tidak mau. Ada rasa tinggi hati, riya’, dan ujub yang membuatnya merasa dia lebih baik dari manusia dan lebih pantas diangkat sebagai pemimpin. Maka, Tuhannya tidak ridha kepadanya dan melaknatnya menjadi penghuni neraka. Satu pinta iblis ketika itu pada Allah, dia minta waktu penempatannya di neraka ditangguhkan dan berjanji untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi temannya di neraka.

Maka, salah satu tugas kita dan tantangan kita agar bisa pulang dengan selamat adalah berperang melawan shaytan. Dan salah satu senjata perang itu adalah shalat.

#1 Belajar Shalat Lagi: Permulaan


Apa yang akan saya tulis, bisa jadi salah, bisa jadi benar. Maka, sebelum Anda yang budiman memutuskan membaca tulisan berseri saya ini, koreksilah jika salah. Dan jika benar, itu datangnya hanya dari Allah Yang Maha Tahu.

“Jika baik shalatnya, baik pula akhlaknya. Jika sudah rajin shalat, tapi akhlaknya masih nggak baik, bisa dipastikan shalatnya belum baik, shalatnya masih rusak”. Saya sering mendengar kata-kata ini. Awalnya saya pernah mikir, apa hubungannya akhlak sama shalat? Awalnya, saya beneran nggak paham. Lalu jawaban itu satu per satu datang kepada saya, yang Insyaa Allah akan saya jabarkan sedikit pada tulisan berseri saya tentang Belajar Shalat Lagi Part #1, #2, #3, dan #4.

Amalan yang pertama kali dihisab ketika hari hisab menghisab adalah shalat. Rukun islam setelah syahadat adalah shalat. Yang saya pahami ketika saya masih kecil sampai usia seperempat abad adalah: shalat itu wajib, shalat itu harus dilakukan karena ini adalah rukun islam dan merupakan amalan yang pertama kali dihisab. Kalau nggak mengerjakan shalat maka dosa dan konsekuensinya masuk neraka. Oh iya, ditambah lagi, gerakan shalat bagus buat kesehatan.

Di usia saya yang kala itu sudah 25 dan pemahaman saya hanya sebatas itu. Helloooo saya ngapain aja selama ini??? Maka saya memutuskan untuk belajar lebih baik lagi dalam memahami shalat.

Sebelum bisa memahami shalat dengan baik dan benar, ada banyak hal yang harus dipahami, beberapa di antaranya adalah tentang iman, termasuk di dalamnya adalah Al-Qur’an. Sedikit menyitir perkataan Nouman Ali Khan: bahwa Qur’an mampu melindungi kita dari shaytan dan mampu memperbaiki shalat kita.

“We have to recite Qur’an & reflect it regularly, to get protection againts syaithon. It doesn’t matter who you are. The size or colour of your hijab doesn’t matter. The size of your beard doesn’t matter. Your age doesn’t matter. Shaytan will come to you.”


“The actual relationship I have with The Qur’an isn’t when I’m listening lecturer, isn’t when I’m memorizing it. You know when the actual relationship with Qur’an happen? When I’m standing in shalat & reciting it. If somebody shalat is good, The Qur’an is good. If somebody not enganging with The Qur’an in their shalat, their relationship with Qur’an is entirely artificial.”


“Real Qur’an happen in shalat. Everything I learn, Everything you learn about this book, whether it is tajweed, languange, tafseer, or memorizing all of those, do it for your shalat: ‘I will have better shalat!’ Because shalat is officially when we’re stop talking to everybody and we start talking to Allah with the words that Allah told us.” (Nouman Ali Khan)

Meskipun menurut saya, saya sudah cukup terlambat karena telah menyia-nyiakan usia saya dari akil baligh sampai semperempat abad dengan berbagai kebodohan, kesesatan, dan ketidaktahuan yang melekat, saya tetap bersyukur pada akhirnya diberikan pemahaman di atas jalan ini. Maka saya menuliskannya di blog ini. Kali aja, ada yang pernah merasa sebodoh dan setersesat saya, dan lewat tulisan ini, atas izin Allah bisa memahamkan walaupun sedikit. Aamiin.

Selasa, 20 Desember 2016

Negeri Syam, Negeri Yang Diberkahi

Negeri Syam, Perang Suriah


Inilah tanah luas yang membentang dari Gaza di selatan yang berbatasan dengan Mesir dan Antakya di utara yang kini menjadi wilayah Turki; meliputi negara-negara yang sekarang bernama Suriah, Lebanon, Yordania, Palestina, dan Israel. Syam, tanah yang konon katanya adalah tanah yang diberkahi. Tanah yang diperebutkan dari dahulu kala. Negeri Syam, merupakan bagian penting bagi sejarah Islam. Bukan hanya Islam di Arab, namun juga Islam di seluruh dunia. Bukan hanya penting bagi sejarah Islam masa lalu, namun di masa depan, Syam sudah dimafhumkan menjadi bagian penting dari perang akhir zaman.

Bumi Syam, tidak pernah sepi dari peperangan dan perebutan kekuasaan. Yordania, dulunya merupakan jantung peradaban kuno di tengah-tengah peradaban Babilonia dan Kanaan. Letaknya yang strategis menjadikan Yordania sempat diperebutkan, mulai dari Yunani, Persia, sampai Kekaisaran Romawi. Yordania juga pernah menjadi salah satu wilayah kekuasaan kekhalifahan Utsmaniyah bersama negara-negara lain di sekitarnya, antara lain Lebanon, Turki, dan Suriah. Lebanon, yang terletak di utara Yordania, juga tidak jauh-jauh dari peperangan. Pada abad ke-20, perang saudara sempat berkecamuk di negeri ini. Dua negara lain, Israel dan Palestina, tidak perlu dipertanyakan lagi. Perebutan Baitul Maqdis di wilayah tersebut, yang merupakan tempat suci bagi tiga agama besar: Islam, Yahudi, dan Nasrani, belum usai sampai sekarang. 

Terakhir, Suriah. Suriah atau sering disebut sebagai Syria, saat ini sedang menjadi trending topic di kancah dunia internasional. Perang saudara yang dulunya merupakan urusan dalam negerinya, berkembang menjadi perang regional, kemudian sekarang menjelma menjadi perang internasional antara timur dan barat. Bahkan, perang di Suriah disebut-sebut bisa memicu terjadinya Perang Dunia ke-3. Apa yang terjadi sebenarnya di Suriah? Video singkat di bawah mungkin bisa sedikit memahamkan garis besar Perang Suriah.



Diawali dari bulan Maret 2011, gelombang reformasi terjadi. Rakyat melakukan demo di jalan atas ketidakpuasan kepada pemerintahan Assaad. Pemerintah mengatasi demo tersebut dengan kekerasan. Bashar Al-Assad, presiden Suriah waktu itu yang menggantikan pemerintahan ayahnya, Hafez Al-Assad, mengirimkan senjata berat dan tank untuk menindak para pendemo. Rezim Assad, telah 40 tahun memerintah di tanah Suriah. Jika dilihat, ada kemiripan antara Suriah dengan Indonesia, di mana pada tahun 1998 terjadi reformasi yang akhirnya berhasil menumbangkan rezim Suharto yang telah memerintah Indonesia 35 tahun lamanya. Namun, apa yang terjadi di Indonesia, lebih bisa dikendalikan dibandingkan di Suriah, karena pemerintah pada waktu itu pada akhirnya bersikap lunak atas aksi para mahasiswa.

Diawali dari Maret 2011, mulailah terjadi perang saudara di Suriah. Banyak sumber menyebutkan, ada empat kekuatan besar yang saling berseteru di Suriah, yaitu Pemerintah Suriah di bawah komando Assad, Koalisi Nasional Suriah yang sering disebut-sebut sebagai Pasukan Pemberontak atau Pasukan Oposisi, Rojava (Pasukan Demokratik Suriah), dan ISIS. Perang di Suriah, sebenarnya bukan hanya perang saudara. Lebih dari itu, perang Suriah berkembang lebih jauh menjadi perang ideologi antara kepercayaan Syiah dan Sunni.

MerahPemerintah SuriahKuningPasukan Demokratik Suriah (Rojava), Abu-abuNegara Islam Irak dan Syam,PutihJabhat Al-Nusra, Hijau: Oposisi Suriah (source: wikipedia.org)


Perang Suriah kemudian lebih jauh mengundang keterlibatan negara-negara lain. Di kemudian hari, terbentuk dua kubu besar, yaitu antara kubu pemerintah Assaad yang memiliki ideologi Syiah dengan kubu pasukan oposisi yang berideologi Sunni. Arab Saudi, Amerika Serikat, Turki, dan negara Uni Eropa menjadi pendukung para Pasukan Oposisi. Mereka mempersenjatai bahkan melatih Pasukan Oposisi melawan Rezim Assaad. Sementara Rusia, Iran, China, mendukung penuh Rezim Assaad. Maka, kemudian perang Suriah menjelma menjadi perang internasional antara kekuatan barat (Amerika Serikat) dengan kekuatan timur (Rusia).

Keterlibatan negara-negara tersebut pada Perang Suriah diyakini akibat adanya kepentingan politik masing-masing. Faktor Geopolitik menjadi faktor dominan mengapa negara-negara itu akhirnya harus urun rembug dalam Perang Suriah. Proxy War atau perang terselubung menjadi salah satu isu hangat, di mana motif utama keterlibatan negara-negara tadi terjadi karena masalah jalur pipa gas. Pada 25 Juni 2011, terjadi penandatanganan kesepahaman proyek pipa gas antara Suriah, Iran, dan Turki. Amerika Serikat dan Turki menginginkan aliran gas terjamin melintasi Suriah dan mencegah Assad untuk menghalangi tujuan tersebut, karena dengan berhasilnya proyek pipa gas tersebut harga gas di Amerika dan Eropa akan semakin murah. Eropa sebelumnya menggantungkan pasokan gasnya pada Rusia. Maka kemudian Rusia merasa berkewajiban menghalangi Eropa mendapatkan gas yang lebih murah dari proyek terbaru ini, agar tidak berdampak mengurangi dominasi Rusia dalam permainan gas internasional. Sementara, Arab Saudi disebut-sebut ingin melindungi negaranya dari ancaman Syiah sehingga pada akhirnya ambil bagian dalam Perang Suriah.

Media barat selama ini cenderung menyebarkan isu yang menyudutkan Assad, yang dianggap telah melakukan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri. Tapi hal tersebut baru-baru ini dibantah oleh seorang wartawan freelancer asal Kanada, Eva Bartlett. Dalam video yang direkam saat konferensi pers PBB belum lama ini, Eva Bartlett menyebutkan kebohongan media barat terhadap apa yang sedang terjadi di Suriah. Menurutnya, selama masa kerjanya di Suriah, yang dia temui adalah dukungan rakyat terhadap Assad, bukan sebaliknya. Entah pernyataan yang dikeluarkan itu benar atau tidak, Wallahu'alam.

Secara kasat mata, apa yang terjadi di Suriah adalah seputar perang saudara, perang ideologi, kepentingan geopolitik, dan kepentingan lain terhadap kelangsungan hidup negara yang terlibat. Namun secara hakikat, ada sesuatu yang besar menanti di Tanah Syam.



Apa yang sebenarnya dihadapi oleh Suriah, Palestina, dan negara-negara yang sering mengalami perang di kawasan Syam? Umat Islam meyakini, bahwa apa yang akan dihadapi oleh negeri Syam nantinya adalah salah satu fitnah terbesar di muka bumi: munculnya Dajjal (Anti-Christ), seperti apa yang disebutkan oleh salah satu hadits:

Dajjal itu keluar di antara Syam dan IrakDia lantas merusak kanan dan kiriWahai para hamba Allahtetap teguhlah”. [HR. Muslim no. 2937].
Hadits lainnya, hadits Abu Dawud 2483 menyebutkan bahwa pasukan perang terbaik akhir zaman ada di Negeri Syam. Dan cara membentuk pasukan perang terbaik itu tentu saja adalah dengan perang. Pelaut yang handal tidak terbentuk dari laut yang tenang. Pasukan perang terbaik tak akan muncul di negeri yang damai, aman, dan sentausa tanpa konflik.

Maka yang harus dipahami di balik perang berkepanjangan di kawasan Syam adalah: ini merupakan bagian dari skenario hebat yang telah direncanakan Tuhan Semesta Alam. Maka terberkahilah Negeri Syam, negeri yang selalu disebut-sebut dalam doa Rasulullah SAW bersama tiga tempat lainnya: Makkah, Madinah, dan Yaman.

Maka sempatkanlah melesatkan panah-panah doa untuk saudara-saudara kita di Syam di setiap sepertiga malam terakhir. Untuk Negeri Syam, negeri yang diberkahi.

Pustaka:
1. 10 Jawaban Assad Soal Perang Suriah, ISIS, hingga Propaganda Barat
2. Fake News About Syria.
3. Geopolitik dan Perang Terselubung Syria
4. Google Earth
5. Inilah Aktor Utama Perang Suriah
6. Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A. Fillah
7. Mencari Motif Utama Serangan Militer Barat ke Syria (bag-2)
8. Mengapa Amerika Tidak Menyerang Suriah?
9. Mengapa Rusia Berpihak Pada Suriah?
10. Perang Saudara Suriah
11. Syria Will Defeat The Greatest Fitna On Earth
12. Understanding Syrian Crisis in 5 Minutes









Kamis, 15 Desember 2016

KLITHIH. What Happen in Jogja?

Turut berduka atas meninggalnya Adnan (16), seorang pelajar sekolah menengah atas di kota Yogyakarta. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Semoga diampuni segala dosa dan kesalahannya, diringankan azab kuburnya, dan ditabahkan keluarga dan sahabat-sahabat yang ditinggalkannya.

Klithih? Istilah apa sih ini?

Beberapa teman dari luar Jogja dan luar Jawa semakin ingin tahu istilah yang beberapa waktu terakhir semakin ngehits di kota pelajar ini. Kota pelajar yang katanya sekarang semakin tidak aman saja.

Hmm, Klithih itu apa ya? 
Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, saya sendiri belum menemukan kosa kata yang tepat untuk menggantikan istilah ini. Klithih itu bisa diartikan sebagai suatu bentuk anarkisme, tindakan yang dilakukan untuk melukai lawan atau musuh dengan bantuan senjata tajam atau senjata lain yang bisa digunakan untuk melukai.

Kasus klithih sebenarnya sudah lama turun temurun ada di kota ini. Hanya saja, akhir-akhir ini tindakan klithih ini sudah terlalu melampaui batas, ngawur, dan sudah menerjang norma-norma perklithihan. Ya, konon katanya, klithih sendiri punya aturan-aturan yang harus ditegakkan.

Pelaku utama klithih adalah para remaja usia sekolah yang emosinya tentu saja masih meledak-ledak dan sulit dikendalikan (walaupun tidak semua pelaku klithih adalah remaja juga sih). Jogja sendiri sudah masyhur dengan tawuran geng antar sekolah atau antar komunitas yang melibatkan para pemuda dan para remaja. Bagi yang sudah lama tinggal di Jogja, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama-nama perkumpulan remaja ini: Joxin, Ranger, GNB, Qzruh, CBZ, GBZ, Ganza, NBZ, Nocazta, Oestad, dan lain sebagainya yang saya sendiri tidak hafal satu per satu namanya. Yang jelas, pada umumnya setiap sekolah punya setidaknya satu geng sebagai identitas kebanggaan menurut para siswa-siswinya. 

Tawuran antar sekolah, selalu berulang-ulang terjadi. Kadang berawal dari masalah sepele. Sangat sepele. Lirik-lirikan yang berujung nantang, rebutan cewek/cowok lain sekolah, ditolak cewek/cowok lain sekolah, kalah dalam suatu turnamen, dan sebagainya. Lalu yang sebenarnya unik namun memprihatinkan, ada istilah musuh bebuyutan antar geng ini. Jadi walaupun sebenarnya antar personelnya tidak ada masalah apa-apa, tapi peperangan antar dinasti dalam suatu geng ini seakan tak bisa lepas, turun temurun sampai anak cucu, sampai buyutnya. Maka bukan rahasia lagi kalau sebenarnya masyarakat juga sudah paham dari jaman dahulu kala kalau geng SMA A itu musuhan sama geng SMA B. SMA A itu gengnya sekutu sama geng SMA C, geng SMA B punya backingan geng SMA D. Gitu-gitu terus aja. Dari jaman bapak saya masih sekolah sampai sekarang, kasus geng-gengan itu masih kekal abadi di kota pelajar ini.

Jaman saya masih SMP kasus tawuran SMA depan sekolah dengan SMA lainnya pun sudah tak asing lagi. Bahkan pada waktu itu, ada satu kasus tawuran yang menonjol karena menyebabkan salah seorang anak SMA meninggal akibat terpanah. Kadang, saat tidak punya masalah apa-apa, ketika ada dua pelajar dengan badge sekolah berbeda bertemu di jalan dan kedua sekolah itu adalah musuh bebuyutan, sangat bisa terjadi, pertemuan yang tidak disengaja dan tidak bermaksud apa-apa itu berakhir dengan gelut, dengan tawuran. Dan sepertinya tidak hanya dulu, sekarang juga masih begitu. Yah, mirip sinetron Anak Jalanan gitu kali ya. Bedanya, dulu media sosial belum ngeboom seperti sekarang. Jangankan friendster, mig33 aja belum ada, apalagi facebook, path, instagram, line, dan whatsapp. Jadi, kasus-kasus semacam itu tidak gampang viral di medsos seperti sekarang.

Pada akhirnya, dinas pendidikan kemudian mengeluarkan kebijakan mengganti badge nama sekolah dengan badge bertuliskan "Pelajar Kota Yogyakarta" untuk semua sekolah di Kota Yogyakarta. Mungkin salah satu alasannya untuk meminimalisir kasus tawuran yang kerap terjadi hanya karena urusan badge sekolah yang menjadi pemicu utama tawuran.

Berdasar obrolan dengan beberapa teman yang juga mantan pelaku klithih yang sekarang sudah jauh-jauh dari dunia perklithihan, ada beberapa aturan yang sekarang sudah diterjang. Mereka bilang, orang klithih jaman sekarang udah nggak lakik. Aturan klithih itu gimana sih? Pertama, yang jadi sasaran klithih harus memakai seragam sekolah, kalau sudah tidak memakai seragam maka orang tersebut tidak boleh dijadikan sasaran. Kedua, kalau ada cewek diamankan dulu, kalau bonceng ceweknya disuruh turun dulu. Tapi, klithih jaman sekarang itu asal babit, membabi buta. Jadi, mungkin itu yang menjadi ketakutan tersendiri di masyarakat. Sekarang semua dijadikan sasaran. Ngeri juga sih.

Sebenarnya klithih tidak hanya terjadi di Jogja. Jalanan Jogja sebenarnya terkenal lebih aman dibandingkan jalanan di luar Jawa yang lebih banyak perampok dan bajing loncat. Namun siapa yang tidak keder kalau nanti di jalanan tiba-tiba ada yang nyegat kemudian menghunuskan pedang atau tombak, atau mengancam dengan gir sepeda dan sejenisnya?

Ketika usia saya semakin bertambah, saya baru benar-benar sadar. Dunia itu memang begini ya. Ngeri. Senda guraunya lucu banget. Jogja yang dalam pemahaman saya selama ini adalah tempat yang ideal buat ditinggali pun di dalamnya juga tersimpan banyak kengerian dan ketidakwarasan. Itu pun, belum lama saya sadar. Mungkin karena seumur hidup saya, saya terlanjur jadi manusia cuek, tidak peduli, dan seakan-akan polos.

 Kalau sudah begini sih,
hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'man nashir.
Cukuplah Allah sebagai penolong dan pelindung kita dari ancaman-ancaman kengerian bercandaannya dunia.

Source pict: www.satujam.com

Rabu, 14 Desember 2016

Lelaki Yang Tertidur Selama 100 Tahun

“Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?’ Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: ‘Berapa lama kamu tinggal di sini?’ Ia menjawab: ‘Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.’ Allah berfirman: ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu telah menjadi tulang belulang; Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya kembali dengan daging.’ Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: ‘Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.’” (QS. Al-Baqarah: 259)



Ini adalah kisah tentang seorang lelaki yang melalui sebuah negeri. Baitul Maqdis. Baitul Maqdis yang hancur, yang kehidupan pun sudah menghilang di atasnya. "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah kehancurannya?" tanyanya. Lelaki itu adalah Uzair. Uzair, seorang lelaki penghafal taurat pada zamannya. Uzair, seorang lelaki yang diutus kepada Bani Israil jauh setelah masa Nabi Musa a.s.
Bani Israil, kaum para nabi. Dimulai dari Nabi Ya'qub, anak Nabi Ishaq, cucu Nabi Ibrahim. Dari situlah, garis keturunan Bani Israil dimulai. Yusuf, Yunus, Ayyub, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Musa, Harun, Ilyas, Ilyasa', Zakaria, Yahya, Isa, semua adalah keturunan Bani Israil. Sementara Muhammad SAW berasal dari Bani Ismail. Bani Israil, adalah kaum yang paling banyak dimention dalam Al-Qur'an. Kaum yang dikaruniai kecerdasan dan banyak kelebihan, namun juga kaum yang paling sering membangkang. Mengapa Bani Israil selalu disebut-sebut dalam Al-Qur'an? Sesuatu yang sering disinggung dan disebut, pada dasarnya adalah sesuatu yang harus diperhatikan. Kaum ini adalah kaum yang kisahnya masih akan hidup sampai akhir zaman, dan memiliki peran penting sebagai tanda-tanda akhir zaman. Yang jelas, kaum ini adalah kaum yang dijaga dari kemusnahannya sampai waktunya nanti Allah sendiri yang akan memusnahkannya (Bahkan kekejaman Hitler pun tak mampu memusnahkan sebagian kecilnya). Wallahu'alam. 

Bani Israil, melakukan ekspansi sampai ke Mesir pada masa Nabi Yusuf a.s yang dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur dan dijadikan budak sampai ke Negeri Mesir. Sejak itu, kaum Bani Israil menempati Mesir dan komunitasnya semakin banyak di negeri  tersebut. Mereka tinggal di sana, menjalani kehidupan di sana, sampai masa pemerintahan Fir'aun datang. Masa di mana kisah tentang Nabi Musa berlangsung. Masa di mana Bani Israil menjadi kaum yang diperbudak dan terinjak-injak oleh kekuasaan Fir'aun.

Diakhiri dengan pengejaran Fir'aun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Bani Israil yang mengikuti Musa a.s dan Harun a.s berhasil menyeberangi Laut Merah. Mereka hijrah menuju Jerusalem, Baitul Maqdis, yang sekarang merupakan wilayah Palestine - Israel dan sekitarnya. Mulai dari situ, kisah pembangkangan Bani Israil mulai sering disebut-sebut dalam Al-Qur'an. Mulai dari penyembahan kepada patung sapi, sampai pada akhirnya datang masa Uzair a.s dan Isa a.s. Dari masa setelah kepergian kedua nabi inilah, muncul ajaran Yahudi dan Nasrani yang sudah tidak murni lagi. Beberapa gelintir pengikutnya pada akhirnya membelokkan ajaran Alkitab (Taurat dan Injil) mengikuti nafsu manusianya dan menganggap Uzair a.s dan Isa a.s sebagai anak Tuhan (Q.S At-Taubah: 30).

Uzair. Nama ini disebut dalam Al-Qur'an secara eksplisit satu kali. Namun, secara implisit, kisah tentang Uzair diceritakan pada salah satu ayat di Surat Al-Baqarah yang menjadi pembuka tulisan ini. Ketika melihat Baitul Maqdis yang porak poranda  pada waktu itu akibat dihancurkan oleh seorang raja dan terlihat mustahil untuk ditinggali lagi, dia bertanya-tanya, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah kehancurannya?"

Allah menjawab pertanyaannya 100 tahun kemudian. Dia dibuat tidur selama 100 tahun. Seusai 100 tahun dalam tidur panjangnya, Allah menanyainya: "Berapa lama kamu tertidur?". Uzair menjawab, "Mungkin sehari atau setengah hari." Allah berkata, "Sesungguhnya kamu telah berada di sini selama 100 tahun." 

Makanan Uzair masih utuh, sementara keledainya sudah berubah menjadi tulang, menjadi debu. Saat itu pula, keledainya dihidupkan lagi. Saat itulah, Uzair melihat negeri yang dulunya hancur sudah ditinggali dan kembali makmur. Peradaban yang hancur itu telah kembali. Kemudian, Uzair mendatangi penduduk negeri itu. 

Apa yang terjadi kemudian adalah, penduduk negeri itu yakin bahwa lelaki yang datang kepada mereka adalah benar-benar Uzair, seorang lelaki pilihan yang diberi karunia berupa hafalan Taurat. Taurat, waktu itu sudah banyak ditinggalkan oleh penduduk negeri itu. Kedatangan Uzair, membawa kembali ajaran kitab Taurat yang sudah hampir hilang dari peradaban. Sayangnya, penduduk negeri itu pada akhirnya terbawa hawa nafsunya yang menganggap Uzair pantas dianggap sebagai anak Tuhan, Son of God. 

Uzair, adalah salah satu bagian dari kisah kaum Yahudi. Kisah yang juga diceritakan dalam Al-Qur'an. Dan kisah yang telah digoreskan dalam lembaran-lembaran kitab akhir zaman ini, bukankah harus kita ambil hikmah di balik kisah tersebut?

Baca juga: Ngomongin Setan

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia yang menghidupkan, Dia yang memelihara, Dia yang mematikan. Dia yang Maha Menciptakan, Maha Pembentuk Rupa. Dia yang Maha Membangkitkan, Dia yang Maha Berkehendak. Dan sungguh, hanya kepada-Nya nanti kita akan kembali. Dan Dia, adalah sebaik-baik penulis kisah-kisah yang menakjubkan yang berlangsung dari permulaan sampai akhir zaman.

Source: Tafsir Ibn Katsir dan Islamic Guidance Page


Kamis, 08 Desember 2016

Gempa dan Trauma



Rabu, 07 Desember 2016
Gempa Magnitude 6,5 SR kedalaman 15 km
Lokasi: Provinsi Aceh (NAD)
18 km Timur Laut Kabupaten Pidie Jaya – NAD
34 km Barat Laut Kabupaten Bireuen – NAD
48 km Timur Laut Kabupaten Pidie – NAD
121 km Tenggara Banda Aceh – NAD
1716 km Barat Laut Jakarta – Indonesia

Ba’da shubuh, goncangan kuat itu kembali datang di Aceh. Penyebab goncangan: aktivitas sesar mendatar dari sesar aktif Samalanga – Sipopok (bagi yang belum paham apa itu sesar, kekar, patahan, dan apapun yang berhubungan dengan gempa, blog Pak Rovicky mungkin bisa jadi bacaan ringan yang mampu memahamkan). Alhamdulillah, gempa kali ini tidak disusul tsunami. Alhamdulillah juga, negara kita semakin sadar bencana. Respon terhadap bencana semakin baik daripada dulu-dulu. Gerakan masyarakat tanggap bencana, kampanye siaga bencana, dan sejenisnya sekarang semakin marak bahkan sampai ke kampung-kampung. Semoga proses recovery berlangsung cepat, aman, dan terkendali seperti recovery gempa Bantul 10 tahun silam.

Gempa, mungkin terasa biasa bagi yang tidak pernah bersentuhan langsung dengannya. Mungkin sekedar lewat bagi yang merasakannya sebagai sebuah bentuk goncangan yang hanya sekedar lewat. Sangat berbeda dengan mereka yang pernah berhubungan intim dengannya, pernah kehilangan sesuatu karenanya, atau pernah merasa hampir mati karenanya. Ada rasa trauma yang mungkin tidak akan pernah hilang seumur hidup, atau bisa saja hilang namun dalam jangka waktu yang cukup lama.

Gempa, adalah salah satu peristiwa traumatik yang pernah mampir dalam hidup saya. Sampai detik ini, setidaknya ada tiga hal yang ternyata masih menyisakan trauma di alam bawah sadar saya, yaitu gempa, lift, dan satu hal lainnya yang tak pernah ingin saya bahas dan saya bicarakan. Meskipun, saya sering menyugesti diri saya: ah, aku wis ra trauma kok, wis biasa wae, ternyata alam bawah sadar saya berbicara lain. Masih ada atau tidaknya trauma itu sangat bisa dirasakan ketika sesuatu peristiwa pemantik trauma, atau hal-hal yang bisa mengingatkan pada trauma itu kembali dihadirkan.  Seperti ketika gempa-gempa kecil yang bisa dirasakan datang lagi menyapa, hati rasanya mak jenggirat, mak jegagig, dheg-dhegan ra karu-karuan, mlayu mak bladhat, lemes dhengkule, entek atine. Pun dengan hal-hal yang berhubungan dengannya seperti .....suara pesawat terbang.

Suara pesawat terbang? Apa hubungannya pesawat terbang dengan gempa? Dulu, pertama kalinya saya merasakan gempa besar yang menghancur leburkan rumah dan puing-puingnya nyaris menghantam tubuh saya, dalam pikiran saya waktu itu adalah: ada pesawat terbang jatuh! Ini pernah saya tuliskan pada tulisan di bawah ini:

Baca juga: Cahaya

Kadang geli juga sih pernah terbersit pikiran semacam itu. Efek dari semua itu adalah, saya selalu deg-degan nggak karu-karuan setiap naik pesawat, saat pesawat mau lepas landas atau saat pesawat mau landing. Karena, suara yang saya dengarkan ketika gempa berlangsung adalah seperti gemuruh suara pesawat terbang saat mau landing atau take-off. Sehingga saat berada di bandara, kepala saya berasa pusing sesaat, sedetik, dua detik, tiga detik. Meskipun pesawat yang saya tumpangi itu pesawat gratisan atau pesawat promo dari NusaTrip misalnya. Itu semua tidak akan berpengaruh pada alam bawah sadar saya. Berbeda dengan ibu saya yang deg-degannya adalah ketika mendengar truk atau ambulans lewat. Karena bagi beliau suara gempa adalah seperti suara truk lewat. Dan sehabis gempa, ambulans lalu lalang ke sana kemari dengan suara sirine nyaringnya yang bikin tidur nggak nyenyak.

Beberapa SKS yang pernah saya ambil ketika kuliah tentang geologi, geomorfologi, dan mitigasi bencana akan menguap begitu saja saat saya berhadapan langsung dengan si gempa. Anjuran untuk tidak panik saat gempa misalnya, kadang mendadak beralih kepada tingkah laku yang tak bisa dilogika saat si gempa datang. Langsung lari mak bladhat tanpa lihat kanan-kiri aman atau tidak, sembunyi di kolong yang sebenarnya tidak aman, dan sebagainya yang kadang bikin saya menertawakan kebodohan-kebodohan saya sendiri setelah tragedi gempa usai.

Dan gempa sudah sangat cukup untuk mengingatkan apa yang akan terjadi pada diri kita saat hari terakhir kehidupan dunia datang. Saat bumi digoncangkan lalu hancur, saat gunung-gunung dihancurkan menjadi debu dan beterbangan seperti bulu-bulu yang beterbangan, saat langit berubah menjadi merah merekah, saat kita kehilangan kesadaran dan tak ingin apa-apa lagi kecuali selamat. Ya, when it comes, ketika itu semua datang, dalam ketakutan yang amat sangat, kita akan melupakan semuanya, yang ada dalam pikiran kita adalah menyelamatkan diri sendiri! Gempa sebenarnya sudah sangat cukup mengingatkan diri saya sendiri kepada semua itu. Ketika saya baru ingat kepada bapak saya, ibu saya, simbah saya, kakak-kakak saya, kucing-kucing kesayangan saya, ketika gempanya sudah berhenti, ketika saya sudah yakin bahwa diri saya sudah selamat.


Sayangnya, pengingat itu terkadang disembunyikan oleh kesenangan-kesenangan dan kenikmatan-kenikmatan lain yang datang setelahnya.
Sayangnya, saya masih terlalu gampang tergoda oleh kesenangan-kesenangan dan kenikmatan itu.
Sayangnya, saya selalu lupa lagi dan lupa terus.
Dan ternyata, saya selalu butuh untuk diingatkan lagi dan diingatkan terus.

Kamis, 01 Desember 2016

Three Little Secret



Hai ladies, sehat kan? Akhir-akhir ini cuaca sering nggak bersahabat ya. Panas hujan lumayan ekstrem silih berganti hadir di Yogyakarta dan sekitarnya. No worry, disyukuri saja bisa merasakan sentuhan sinar mentari dan tetes-tetes air langit dalam satu hari yang sama. Nggak semua negara bisa merasakan hangatnya sinar mentari seperti di daerah ekuator tercinta ini lho. Bersyukur bisa tinggal di negara yang siang malamnya bisa seimbang, nggak berat sebelah.

Cuaca yang kadang nggak bersahabat ditambah polusi udara daerah perkotaan, kadang memiliki efek yang nggak baik buat tubuh, terutama buat kulit. Tidak hanya kulit, buat yang berhijab masalah rambut sering bikin jengkel dan bikin bete.  Kali ini saya ingin sedikit berbagi tips sehat agar kita, para wanita, tidak terlalu jengkel dan bete atas karunia dari Allah berupa kulit (terutama kulit wajah) dan rambut.

I called it: Three Little Secret. Tiga rahasia kecil yang saya punyai dan selalu ada dalam keseharian saya. Setelah dahulu kala pernah berbagi tentang baking soda di sini:


Sekarang, ada tiga hal kecil lainnya yang biidznillah, bisa bikin tampilan fisik luar saya terlihat fresh dan sehat. Bukan hal yang berhubungan dengan salon menyalon tentunya. Maklum nyak, mahasiswa semester akhir mah kudu hemat. Kudu bisa memanfaatkan apa yang ada dengan maksimal. Padahal kadang tergoda juga lihat produk kosmetik yang bening-bening di perfectbeauty.id

Jadi apa dong?

Mereka adalah: Minyak Zaitun, Kefir, dan Jeruk Nipis
 
Three Little Secret: Kefir, Minyak Zaitun, dan Jeruk Nipis

1. Minyak Zaitun

Wattiini wazzaituun. Demi (buah) tin dan (buah) zaitun
Rahasia minyak zaitun (source: minyakzaitun.or)

Sudah rahasia umum tentunya, bahwa salah satu nama tanaman yang disebut di dalam Al-Qur’an ini memiliki banyak sekali manfaat. Manfaat untuk kesehatan, juga kecantikan. Saya mengenal zaitun belum terlalu lama juga. Pertama kali saya beli sekitar awal tahun ini. Waktu itu sedang ada pameran di masjid kampus. Di sebuah gerai yang menjual berbagai macam obat herbal, saya berhenti. Awalnya kepengen beli madu. Tapi pandangan saya waktu itu tertumbuk pada sebuah botol kecil seharga 40ribuan, sebotol minyak zaitun seperti pada gambar paling atas. Merknya Zaituni. Sebenarnya zaitun berbagai merk bisa dicari dengan mudah di mana saja sih. Di apotek, di swalayan, di toko obat herbal juga banyak.

Botol isi 200 ml itu isinya awet banget. Sampai sekarang pun belum habis. Mungkin karena saya pakainya hanya terbatas dan tidak saya minum. Kalau diminum sih, sebelum sebulan juga sudah habis. Minyak zaitun saya aplikasikan sebagai pelembab wajah, kadang juga buat rambut. Dulu, saya kadang pakai pelembab merk kosmetik *****h. Tapi ternyata malah menimbulkan flek-flek hitam dan gatal-gatal di muka. Setelah diganti dengan minyak zaitun, alhamdulillah saya merasa kulit wajah saya menjadi lebih sehat dan cerah dibandingkan dahulu kala saat masih seperti itu.

Kadang juga, minyak zaitun ini saya aplikasikan buat kulit rambut untuk mengurangi rontok. Baunya memang agak kurang enak sih, tapi efeknya luar biasa kok. Boleh dibuktikan sendiri.


2. Kefir

Kefir (souce: DrJokers.com)

Saya sebenarnya lebih familiar dengan yoghurt ketimbang kefir. Produk yoghurt dengan jargon khasnya “cintai ususmu” lebih sering mampir ke perut saya dari pada produk berupa kefir. Saya pikir, yoghurt dan kefir itu sama saja. Ternyata beda...

Bedanya apa?
Bedanya ada pada jumlah mikroba yang digunakan. Jika yoghurt hanya memakai beberapa jenis mikroba, kefir menggunakan sekitar 60 mikroba. Maka kefir sering disebut sebagai Yoghurt super karena jumlah mikroba yang digunakan dan memiliki khasiat lebih baik daripada yoghurt.

Saya pertama kali mencicip kefir ketika berkunjung ke Bumi Langit, Imogiri dua tahun lalu. Rasanya asaaam. Tapi saya menyukainya. Apalagi begitu tahu manfaat di balik si putih kental ini. Saya jadi jatuh cinta sama kefir. Setelah sebelumnya tahunya hanya untuk diminum, awal tahun ini saya bertemu dengan kefir dalam bentuk lain di Pasar Sehat Sagan. Kefir yang dikemas sebagai masker.

Awal mula mengaplikasikan masker kefir pada wajah, rasanya cekit-cekit. Ternyata, itu adalah efek detoks. Pembersihan dari sisa-sisa kosmetik yang mengandung merkuri. Dan setelah beberapa kali pemakaian, efeknya oke juga. Bukan jadi halus sih wajahnya. Hanya saja, saya merasa kulit wajah saya terasa lebih sehat dan lebih kenyal. Pemakaiannya juga nggak rempong. Tinggal oles-oles, diamkan 15 – 30 menit sambil ditinggal masak, ngerajut, atau nulis, trus terakhir cuci muka. Beres.

So simple as that.

3. Jeruk Nipis

Buah yang baunya segar menggelora: jeruk nipis!

Buah berwarna hijau yang baunya segar dan berasa asam ini menjadi teman baik buat rambut saya. Pernah saya ceritakan kalau saya sudah hijrah dari shampo biasa ke baking soda untuk keramas. Saya sudah melalui fase keramas tanpa shampo ini hampir setahun lamanya. And overall is okay. Efek paling kelihatan untuk rambut saya setelah lama nggak pakai shampo adalah: rambut saya rontoknya berkurang banyak pake banget dan tidak mudah lepek lagi.

Lalu apa hubungannya dengan jeruk nipis?
Saya mengaplikasikan jeruk nipis sebagai conditioner. Fungsinya: mengurangi ketombe yang bikin kulit kepala gatal-gatal ketika kepala tertutup hijab. Kan nggak ngenakin banget kalau di tempat umum kepengen garuk-garuk kepala di balik kerudung. Selain itu, bagi saya, setelah hampir setahun memakai jeruk nipis (kadang juga memakai conditioner biasa), my hair feel free , as free as free bird.

Mengapa saya memakai jeruk nipis?
Karena di belakang rumah saya, tumbuh pohon jeruk nipis yang alhamdulillah subur dan tak pernah berhenti berbuah. Jadi, nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? Saya bisa memanfaatkan keberadaan buah dari tanaman yang ditumbuhkan oleh-Nya tanpa saya harus bingung mencari dan membeli di supermarket.

Yap, itulah sedikit rahasia kecil yang bisa saya bagikan. Bukan untuk menjadikan kulit wajah semulus wajah boneka barbie atau rambut seperti kepunyaan artis di iklan-iklan shampo. Tapi, untuk menjaga apa yang dititipkan kepada kita lewat sesuatu yang berbau natural dan lebih dekat dengan alam sekitar. Tubuh kita hanyalah titipan. Sebisa mungkin kita jaga agar bisa mengembalikannya kepada Si Pemilik Yang Sebenarnya dalam keadaan yang baik.

Selasa, 29 November 2016

Belajar dari Nilam Sari, Owner Kebab Turki Baba Rafi



Hari Sabtu tanggal 26 November 2016, saya diberi kesempatan menghadiri salah satu rangkaian acara Gelar Karya Wirausaha Muda 2016 yang diadakan di Hotel Sahid Yogyakarta. Acara yang diadakan oleh Kemenpora bekerjasama dengan salah satu Forum Wirausaha Muda ini menghadirkan beberapa narasumber yang pastinya inspiratif, diantaranya Nilam Sari (Owner Kebab Turki Baba Rafi), Dwikorita Karnawati (Rektor UGM), Jody Waroeng (Owner Waroeng Steak), Angki Yudistia (Sociopreneur Yogyakarta), Dwi Purnomo (The Local Enablers Founder), dan Vania Santoso (Inovation Lab UNICEF Indonesia).

Dibuka oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Bapak Dr. Jonni Mardizal, M.M, dan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, acara ini berlangsung cukup khidmat. Dilanjutkan dengan sebuah pagelaran tari Sang Dewi Sri dari Starlight Production dengan koreografer Bayu Kuntani, membuat acara pagi itu menjadi lebih menarik. Pagelaran bercerita tentang petani di sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi yang aman, tenteram dan damai. Namun suatu ketika datang pengganggu-pengganggu raksasa yang mengusik ketenangan mereka. Sang Dewi Sri yang diceritakan sebagai Dewi Padi, datang membantu para petani mengusir para raksasa jahat itu. Sehingga bisa ditebak, negeri itu kembali aman, damai, sentausa seperti sedia kala.

Sesi pertama yang dimoderatori oleh Coach Angky, menghadirkan Ibu Dwikorita Karnawati (Rektor UGM) dan Nilam Sari (Owner Kebab Turki Baba Rafi) sebagai pembicara utama. Ibu Dwikorita sebagai akademisi memaparkan data-data berupa fakta dan angka yang menunjukkan masih kurangnya wirausaha di Indonesia. Jumlah wirausaha yang masih di bawah 2%, hanya nol koma sekian persen, menurutkan masih cukup memprihatinkan di negeri sebesar ini. Di sesi yang cukup singkat ini, Ibu Dwikorita mengajak para peserta yang hadir untuk menjadi manusia produktif, bukan manusia konsumtif yang kerjaannya kepengen beli ini, kepengen beli itu, mau punya barang itu, mau punya barang itu. Jika budaya konsumtif yang dipelihara, maka di masa pasar bebas yang semakin menggila ini, Indonesia hanya akan jadi bulan-bulanan negeri lain dan bisa dipastikan ekonomi negeri ini mungkin tidak akan membaik dengan cepat.

Nilam Sari, Owner Kebab Turki Baba Rafi. (source: femmeindonesia.co)

Nilam Sari sebagai pembicara kedua di sesi pagi itu menghadirkan kisah yang menarik dan sangat inspiratif. Diawali dari ceritanya yang sudah menikah ketika masih muda (kurang dari 20 tahun) dan sudah punya anak bernama Rafi, Nilam Sari dan suaminya memutar otak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan berjualan burger pinggir jalan di depan rumah. Kegiatan ini dimulai 14 tahun lalu dengan modal pertama sebesar 2 juta rupiah. Usaha itu akhirnya terhenti. Nilam yang waktu itu bingung mau ngapain, akhirnya pergi ke Qatar bersama keluarganya memanfaatkan jatah cuti dari mertuanya yang bekerja di sebuah perusahaan oil company di sana. Nilam bilang, “Bukan orang kaya, hanya memanfaatkan jatah cuti mertua yang daripada balik ke Indonesia, maka kami yang ke sana.”

Qatar menjadi tempat di mana Nilam menemukan makanan bernama kebab. Saking penasarannya dengan kebab, dia memperhatikan penjual kebab di sama dengan seksama. Dia belajar dari situ. Sepulang ke Indonesia, Nilam mencoba mengadopsi makanan bernama kebab ini dengan mengubah beberapa komposisi bumbu agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. Waktu itu, ditambah dengan daging yang dicampur tepung agar harganya lebih murah. Tester pertamanya adalah tetangganya, yang begitu mencoba makanan itu pertama kalinya berkomentar, “Iki panganan opo to? Kok rasane koyo ngene?” (Ini makanan apa sih, kok rasanya begini? – Intinya dia tidak begitu suka dengan makanan ini).  Nilam kemudian mencoba mengubah komposisi bumbu makanan bernama kebab ini kemudian memberanikan diri membuka gerobak Kebab Turki Baba Rafi di sebuah tempat di dekat kampus. Banyak orang yang waktu itu mengira si Kebab ini adalah martabak, lumpia, dan sejenisnya. Dan tentu saja, itu adalah perjuangan sendiri untuk mengenalkan produknya ke khalayak ramai pada waktu itu.

Dengan usaha yang tentu saja tidak mudah, Nilam Sari akhirnya mampu membawa Kebab Turki Baba Rafi menjadi salah satu franchise sukses di Indonesia, bahkan sekarang sudah memiliki gerai di luar negeri seperti Malaysia, Belanda, India, dan sebagainya. Nilam mengingatkan kepada pebisnis muda agar jangan fokus berbicara tentang bagaimana memproduksi barang, namun lebih memikirkan skala produksi agar dapat memproduksi secara massal, tentang how to manage to skill up your bussiness.

Perjalanan Nilam Sari bukan tanpa halangan. Suatu ketika dia pernah ditawari beasiswa S2 di bidang bisnis saat bisnis Baba Rafi sudah menggeliat. Nilam memanfaatkan kesempatan itu dan melanjutkan pendidikannya. Dari belajar bisnis itu, Nilam tergoda untuk membangun bisnis lainnya, bisnis properti. Namun ternyata, ujiannya tepat berada di situ. Usaha propertinya bangkrut, rumah yang dia sewakan, disewa oleh para pemakai narkoba, dan sempat berurusan dengan polisi. Kebangkrutannya meninggalkan utang sebesar 14 milyar rupiah!

Singkat cerita, hutang itu berhasil ditutupi dengan usaha kerasnya mengembangkan Kebab Turki Baba Rafi sehingga omzetnya mampu menutupi hutang-hutangnya. Kekuatan itu menjadi sangat besar ketika kepepet sehingga Kebab Turki Baba Rafi mampu merajalela seperti sekarang. Mungkin kalau tidak terjerat hutang yang bikin pusing, Kebab Turki Baba Rafi tidak akan seperti sekarang.

Cerita terakhir dari Nilam Sari, mengingatkan saya pribadi untuk jangan terlalu serakah pada materi. Materi itu tidak dibawa mati. Manfaatnyalah yang dibawa mati.

Setelah sesi pertama sebenarnya masih ada sesi menarik lainnya, namun sayang, saya hanya bisa mengikuti sesi pertama dan tidak bisa mengikuti sesi selanjutnya. 
@putrimaru. Diberdayakan oleh Blogger.